Kamis, 30 Januari 2014

Mualafnya sang kakak beradik


Luar biasa mendengar cerita dua sosok remaja kakak beradik ini  yang memberanikan diri untuk memeluk islam, meskipun banyak tantangan yang harus mereka hadapi. Terutama adalah larangan dari orang tuanya yang berakhir pada pemukulan terhadapnya oleh bapaknya dikarenakan mereka telah memeluk agama Islam.

Bermula dari mimpi sang kakak terlebih dahulu dalam mengawalinya memutuskan berpindah ke dalam Agama Islam. Hidayahnya sederhana saja ternyata. Suatu malam sang kakak dihampiri mimpi buruk, ada sesosok makhluk mencoba untuk menakut-nakutinya. Saking takutnya lantas ia ingin mengusirnya supaya tidak mengganggunya lagi melalui ucapan-ucapan atau bacaan-bacaan. Dan tak tahu kenapa yang dia baca adalah Surat Al-Fatihah dari kitab suci Al-Qur’an. Dan pembacaannya pun dia bacakan dengan lancar, sehingga dengan bacaannya tersebut maka hilanglah sesosok makhluk menakutkan itu dan dia merasakan ketenangan setelah perginya makhluk itu.
Begitu juga dengan sang adik yang mendapatkan mimpi hampir sama, ada sesosok makhluk yang menakut-nakuti di dalam tidurnya. Kemudian ia bacakan bacaan-bacaan yang dia dapatkan dari ajaran kristen, akan tetapi makhluk tersebut tidak mau pergi dan tetap menakut-nakutinya. Akhirnya sama dengan sang kakak, ia bacakan Surat Al-Fatihah dengan lancar karena memang ketika SD, SMP dia selalu mendengarkan teman-temannya selalu membaca Surat tersebut, dan diapun mengikuti segingga membuatnya lancar sendiri dalam membaca surat Al-Fatihah. Setelah dibacakan surat tersebut, sama sang makhluk menakutkan itu sirna dari mimpinya.

Singkat cerita (karena penulis tidak tahu persis lengkapnya), Sang kakak setelah kejadian tersebut berkeinginan untuk masuk islam. Akan tetapi keislamannya tidak diketahui oleh orang tuanya karena waktu itu juga sang kakak tinggalnya ngekost, jadi aktifitasnya dalam menjalankan syariat islam belum diketahui oleh kedua orang tuanya. Dan ketahuannya ketika dia memperlihatkan KTP atau KK – gitu – dan orang tuanya akhirnya tahu kemudian dia diinterogasi. Ditanyakan oleh orang tuanya “apa agamamu?” sampai 8 kali pertanyaan yang sama diulang-ulang sang kakak tidak mau menjawab dan pertanyaan ke 9 di jawablah sang kakak, “Islam”. Marahlah sang orang tua. Dimarah-marah sampai akhirnya dipukul.

Sang adik setelah kejadian mimpinya itu kemudian menceritakan kepada kakaknya yang telah masuk islam dahulu, dan sang kakak mengajaknyanya masuk kedalam Islam. Ketahuannya sang adik telah masuk islam adalah ketika orang tuanya mendapatinya ada mukena.

Serempak diinterogasi bersama kakaknya oleh kedua orang tuanya, sang adik belum berani menjawab bahwa agamanya telah Islam ketika ditanya apa agamanya. Dia masih takut.

Marahnya sang ayah terhadap anaknya yang masuk Islam membuatnya geram dan memukuli sang kakak. Melihat sang kakak dipukuli akhirnya sang adik tidak tega, yang kemudian membuatnya memberanikan diri untuk membela sang kakak. Karena pembelaannya tersebut akhirnya diketahuilah oleh sang orang tua bahwa sang adik telah masuk islam juga. Rasa tidak kuat sang kakak atas pemukulan nya yang kemungkinan pasti akan dilanjutkan di hari-hari berikutnya akhirnya malam itu sang kakak memutuskan untuk kabur dari rumah malam itu juga, dan kemudian keesokan harinya diikuti oleh sang adik.
Dan sekarang mereka berdua tinggal di salah satu panti di mayang. Kebutuhan hidupnya dipenuhi oleh pihak panti, sekolah sang adik yang saat ini sedang bersekolah di SMKN 1 kota jambi kelas 1 juga dibebaskan dari semua biaya. Dia pun kini aktif di kegiatan Rohis Sekolah SMK1. Sedangkan sang kakak saat ini beraktifitas bekerja.


Bertemu dan mendapatkan cerita ini kemarin rabu, 29 Januari 2013 di BAZMA. Cerita mungkin kurang lengkap karena emang hanya sepintas, mungkin ada yang lebih lengkapnya. Semoga mendapatkan hikmah... Semoga untuk kedua kakak beradik tersebut mampu istiqomah dalam berislamnya sampai akhir hayatnya kelak.. Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar