Luar biasa mendengar cerita dua
sosok remaja kakak beradik ini yang
memberanikan diri untuk memeluk islam, meskipun banyak tantangan yang harus
mereka hadapi. Terutama adalah larangan dari orang tuanya yang berakhir pada
pemukulan terhadapnya oleh bapaknya dikarenakan mereka telah memeluk agama
Islam.
Bermula dari mimpi sang kakak
terlebih dahulu dalam mengawalinya memutuskan berpindah ke dalam Agama Islam.
Hidayahnya sederhana saja ternyata. Suatu malam sang kakak dihampiri mimpi
buruk, ada sesosok makhluk mencoba untuk menakut-nakutinya. Saking takutnya
lantas ia ingin mengusirnya supaya tidak mengganggunya lagi melalui
ucapan-ucapan atau bacaan-bacaan. Dan tak tahu kenapa yang dia baca adalah
Surat Al-Fatihah dari kitab suci Al-Qur’an. Dan pembacaannya pun dia bacakan
dengan lancar, sehingga dengan bacaannya tersebut maka hilanglah sesosok
makhluk menakutkan itu dan dia merasakan ketenangan setelah perginya makhluk
itu.
Begitu juga dengan sang adik yang
mendapatkan mimpi hampir sama, ada sesosok makhluk yang menakut-nakuti di dalam
tidurnya. Kemudian ia bacakan bacaan-bacaan yang dia dapatkan dari ajaran
kristen, akan tetapi makhluk tersebut tidak mau pergi dan tetap
menakut-nakutinya. Akhirnya sama dengan sang kakak, ia bacakan Surat Al-Fatihah
dengan lancar karena memang ketika SD, SMP dia selalu mendengarkan
teman-temannya selalu membaca Surat tersebut, dan diapun mengikuti segingga
membuatnya lancar sendiri dalam membaca surat Al-Fatihah. Setelah dibacakan
surat tersebut, sama sang makhluk menakutkan itu sirna dari mimpinya.
Singkat cerita (karena penulis
tidak tahu persis lengkapnya), Sang kakak setelah kejadian tersebut
berkeinginan untuk masuk islam. Akan tetapi keislamannya tidak diketahui oleh
orang tuanya karena waktu itu juga sang kakak tinggalnya ngekost, jadi
aktifitasnya dalam menjalankan syariat islam belum diketahui oleh kedua orang
tuanya. Dan ketahuannya ketika dia memperlihatkan KTP atau KK – gitu – dan
orang tuanya akhirnya tahu kemudian dia diinterogasi. Ditanyakan oleh orang
tuanya “apa agamamu?” sampai 8 kali pertanyaan yang sama diulang-ulang sang
kakak tidak mau menjawab dan pertanyaan ke 9 di jawablah sang kakak, “Islam”.
Marahlah sang orang tua. Dimarah-marah sampai akhirnya dipukul.
Sang adik setelah kejadian
mimpinya itu kemudian menceritakan kepada kakaknya yang telah masuk islam
dahulu, dan sang kakak mengajaknyanya masuk kedalam Islam. Ketahuannya sang
adik telah masuk islam adalah ketika orang tuanya mendapatinya ada mukena.
Serempak diinterogasi bersama
kakaknya oleh kedua orang tuanya, sang adik belum berani menjawab bahwa
agamanya telah Islam ketika ditanya apa agamanya. Dia masih takut.
Marahnya sang ayah terhadap
anaknya yang masuk Islam membuatnya geram dan memukuli sang kakak. Melihat sang
kakak dipukuli akhirnya sang adik tidak tega, yang kemudian membuatnya
memberanikan diri untuk membela sang kakak. Karena pembelaannya tersebut
akhirnya diketahuilah oleh sang orang tua bahwa sang adik telah masuk islam
juga. Rasa tidak kuat sang kakak atas pemukulan nya yang kemungkinan pasti akan
dilanjutkan di hari-hari berikutnya akhirnya malam itu sang kakak memutuskan
untuk kabur dari rumah malam itu juga, dan kemudian keesokan harinya diikuti
oleh sang adik.
Dan sekarang mereka berdua
tinggal di salah satu panti di mayang. Kebutuhan hidupnya dipenuhi oleh pihak
panti, sekolah sang adik yang saat ini sedang bersekolah di SMKN 1 kota jambi
kelas 1 juga dibebaskan dari semua biaya. Dia pun kini aktif di kegiatan Rohis
Sekolah SMK1. Sedangkan sang kakak saat ini beraktifitas bekerja.
Bertemu dan mendapatkan cerita
ini kemarin rabu, 29 Januari 2013 di BAZMA. Cerita mungkin kurang lengkap
karena emang hanya sepintas, mungkin ada yang lebih lengkapnya. Semoga
mendapatkan hikmah... Semoga untuk kedua kakak beradik tersebut mampu istiqomah
dalam berislamnya sampai akhir hayatnya kelak.. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar