Kamis, 07 November 2013
Lakukan yang terbaik
Berbuatlah
yang tebaik meskipun waktumu tinggal sedikit lagi di sini. Kadang
banyak orang yang ketika telah tahu gambaran kedepan dia akan tidak di
sini lagi, maka ia lebih baik tidak berbuat maksimal kembali dengan
alasan "aku kan tidak akan di sini lagi ke depannya". Lakukan saja
ketika di sini, sama maksimalnya seperti engkau akan berada di sini
selamanya.
Bahkan orang-orang terbaik senantiasa melakukan yang terbaik pula bagaimanapun kondisinya. Melakukan yang terbaik di detik-detik terakhir juga adalah orang-orang yang berjiwa pahlawan. Lihat saja di film-film, seorang penjinak bom yang berhasil menjinakan bom di waktu yang nyaris waktunya habis, 3-5 detik sebelum bom meledak. Bayangkan jika dia berputus asa di akhir-akhir tindakannya menjinakan bom, mungkin dia termasuk yang akan meledak bersama bomnya.
Bahkan orang-orang terbaik senantiasa melakukan yang terbaik pula bagaimanapun kondisinya. Melakukan yang terbaik di detik-detik terakhir juga adalah orang-orang yang berjiwa pahlawan. Lihat saja di film-film, seorang penjinak bom yang berhasil menjinakan bom di waktu yang nyaris waktunya habis, 3-5 detik sebelum bom meledak. Bayangkan jika dia berputus asa di akhir-akhir tindakannya menjinakan bom, mungkin dia termasuk yang akan meledak bersama bomnya.
Selasa, 05 November 2013
Sajak Kehidupan (2)
oleh : Multon Ackrowi
Kamu adalah mahkluk terpilih
Potensi sudah dianugerahkan
Tempat bernaung mu dunia
Jalan hidupmu terbuka
Terkadang lempang terkadang sesak
Mencari suka melalui duka
Mahkluk bebas dalam batas
berpikir maju atau mundur
memilih syukur atau kufur
Tuhan ada pemberi kuasa
Kamu ada penentu usaha
Terus bekerja atau terlena
Hidup berguna atau sia-sia
Pembawa derita atau bahagia
Manusia ada bukan percuma
tentukan syurga atau neraka
Kita
telah terpilih lahir kedunia dengan kedudukan yang paling mulia, dengan sebaik
baik bentuk. Memiliki kesempurnaan akal dan nurani sebagai penuntun kehidupan. "Khalifatul
fil ard" pemimpin atas kehidupan di dunia, meniti jembatan karir menuju
akhir yang baik bukan hanya bagi diri pribadi namun juga memiliki tanggung
jawab bagi manusia lainnya.
Penciptaan
manusia bukan hanya dengan berbagai jenis suku, kulit, bahasa dan ras saja,
namun juga dengan berbagai sifat dasar dan karakter yang berbeda pula. Ada yang
penyabar, ada yang cenderung pemarah dan juga ada yang penuh canda. Meskipun
pada umumnya ketiga sifat dasar tersebut dimiliki oleh semua manusia hanya
kadar sifat tersebut yang berbeda-beda oleh karena itu kita perlu mengetahui
sifat dasar yang kita miliki agar mampu kita seimbangkan diantara ketiganya.
Saudara-saudariku
yang baik hatinya, pilihan dan ketentuan yang Tuhan curahkan di dunia
semestinya menjadi pembelajaran penting bagi kita dalam menyikapi kehidupan di
dunia ini. Bukankah telah banyak kejadian dan kisah yang kita baca ataupun kita
dengar bagaimana akhir dari manusia manusia yang tidak memiliki kemampuan yang
baik dalam menyeimbangkan kehidupannya. Bagaimana sifat-sifat buruk hanya
memberi petaka kepada tuannya dan pilihan kebaikan membawa keberuntungan bagi
tuannya. Lalu pertanyaan besarnya kenapa kejadian demi kejadian tidak membuat
sebagian dari kita atau kita sendiri tidak mengambil poin penting atas hal
tersebut. Apakah kita tidak memiliki akal sehat lagi untuk membedakan mana hal
baik dan mana hal yang buruk, atau jangan-jangan kita sudah menjadi makhluk sombong
yang lupa akan tujuan penciptaan kita di dunia.
Hidup
seperti sebuah perjalanan dimana tersedia banyak destinasi tujuan, kita bebas
memilih kemana kita hendak pergi, kendaraan apa yang kita gunakan semua
dikembalikan dengan kemampuan dan keinginan kita. Tidak ada satupun yang memaksa
kita akan kemana, yang ada hanya tawaran dari biro biro perjalanan dengan
berbagai macam promosinya namun pada akhirnya pilihan akan bermuara pada diri
kita. Perjalanan dan lokasi mana yang sesuai dengan diri kita. Setelah memilih
suatu perjalanan maka secara langsung hal-hal yang dibutuhkan dalam perjalanan
tersebut mesti kita penuhi dan kita juga harus siap dengan segala konsekuensi
yang berlaku dalam perjalanan tersebut, entah itu biaya, lama waktu perjalanan
serta orang-orang yang turut serta dalam perjalanan tersebut. Resiko perjalanan
ke Jepang jelas berbeda dengan resiko perjalanan ke Irak, apakah bisa kita mengganti
resiko perjalanan tersebut ? tentu tidak, Jepang dan Irak adalah dua negara
dengan kondisi yang berbeda.
Untuk
itu mari bersama kita renungi kembali kemana tujuan kita dan apa pilihan kita
dalam hidup ini. Memang hidup ini penuh dengan godaan dan pengalih perhatian
ibarat tawaran dan promosi sebuah biro perjalanan yang memberikan begitu banyak
bonus dan kelebihan hingga kita ragu dengan pilihan utama yang sudah kita
pilih. Kemudian kembali pada diri kita sanggupkah kita menahan godaan tersebut.
Godaan yang membawa kita pada kenyaman sementara yang tanpa sadar telah
menghabiskan waktu kita untuk mencapai tujuan perjalanan utama kita. Saat kita
tersadar semua sudah terlambat, waktu yang kita punya hampir tidak ada lagi,
uang yang kita punya sudah tidak cukup lagi, yang ada hanya tinggal penyesalan
dan keluh kesah yang tidak mampu merubah pilihan yang sudah kita tentukan.
Apakah
tidak sia-sia energi penyesalan yang kita keluarkan saat semua cerita sudah
usai, saat air telah kering dan saat raga tak lagi kuasa. Kita ambil sebuah
frasa tentang seorang yang bercita cita mengubah dunia namun ia belum merubah
dirinya sendiri dan ia belum memilih jalan yang baik baginya sehingga pada saat
tersadar ia mendapati dirinya hanyalah lelaki tua renta yang dulu punya rencana
besar namun tidak memulainya dari hal yang paling kecil dan yang paling dekat
dengannya yaitu dirinya sendiri.
Pilihan
hidup sepenuhnya ada pada diri kita, bahkan ketika kita tidak memilih suatu
apapun, itu juga bermakna sebagai pilihan diluar dari pilihan yang ada. Jadi
sesungguhnya pilihan itu mutlak adanya tidak dapat dihindari. Mulailah untuk berani
memilih dari hal yang mudah dan mampu kita lakukan. Lalu apakah pilihan untuk menjadi
manusia yang baik masih meragukan buat kita?
Sajak Kehidupan (1)
oleh : Multon Ackrowi
Awal
Dari tiada menjadi ada
ya kita adalah wujud yang diadakan
raga yang diisi ruh dihidupkan
diberi akal
diberi hati
akal untuk berpikir
dan hati untuk menilai
lalu jasad menjadi utuh
sebentuk tubuh yang sempurna
disiapkan menjadi pemimpin
mengajak pada kebaikan
mencegah dari kemungkaran
ya itulah manusia
ciptaan dengan penyempurnaan
penyempurnaan akal
penyempurnaan pikiran
penyempurnaan jasad
Dan tugas akhirnya menyempurnakan amal
Siapapun dan Dimanapun terlahir
Itulah manusia
"Wahai
Allah Tuhanku, mengapa kau hendak menurunkan manusia yang suka merusak dan suka
menumpahkan darah untuk menjadi pemimpin di muka bumi" dan Tuhan pun
menjawab "apakah kamu mengetahui lebih dari yang aku ketahui ? " dan
malaikat pun bersujud dihadapan Allah.
Begitulah
keraguan yang ada pada malaikat terhadap manusia karena ia tahu bahwa watak
manusia diciptakan penuh hawa nafsu, lalai dan lemah, meski demikian Allah
tetap mencipatakan manusia dengan semua potensi yang mengikutinya. Manusia
diberikan akal, diberikan hati atau qolbu dan diberikan bentuk sebaik baik
bentuk dari semua ciptaanNya termasuk dari para malaikat.
Akal
diciptakan dengan potensi untuk menganalisis dan mengolah data dengan logika
berpikir rasional guna menentukan keputusan ya atau tidak, kemudian hati diciptakan
dengan potensi peka perasaan guna menilai baik buruknya tindakan dengan tolok
ukur seberapa besar tingkat penerimaan lingkungan terhadap keputusannya. apakah
ada yang tersakiti atau tidak atas tindakan yang dilakukannya. Dan terakhir
potensi jasad dengan potensi indra tubuh yang melekat disana seperti mata,
telinga, hidung, kaki, tangan. Jasad merupakan muara utama dari dua potensi
sebelumnya yaitu hati dan akal sebagai sarana perwujudan semua gagasan untuk menjadi
sebuah amal yang terlihat dan terukur.
Penyempurnaan
potensi inilah yang menjadi pembeda antara manusia dengan makhluk lainnya.
Malaikat dikenal sebagai makhluk Allah yang paling taat, iblis dikenal sebagai
makhluk pembangkang dan dilaknat oleh Allah dan terakhir manusia sebagai
makhluk pertengahan, ia diberi kebebasan untuk memilih jalan yang ia tempuh
tentu saja dengan konsekuensi jika memilih jalan keburukan berhadapan dengan
dosa azaz dan siksa, jika memilih jalan kebaikan akan bertemu dengan pahala dan
syurga. Jadi saya ingin menyampaikan bahwa manusia memiliki dua unsur jiwa
yaitu, separuh iblis dan separuhnya malaikat.
Kehidupan
kita dimulai dari sebuah penciptaan dimana ditempat yang belum pernah kita
lihat dan tentu tempat yang belum pernah kita bayangkan. Disana zat yang Maha Agung
yang kita nyatakan sebagai Tuhan bersemayam bersama ribuan malaikat yang
senantiasa taat dan siap siaga menjalankan perintahNya untuk mengelola
kehidupan tempat para manusia hidup yang disebut sebagai dunia. Dalam arsyNya ruh
ruh dikumpulkan dan ditanyakan satu persatu sebelum ditiup kedalam jasad
manusia "Siapakah Tuhanmu" ruhpun menjawab "ya, kami mengakui bahwa
engkau adalah Tuhan kami" setelah ikrar disampaikan ditiuplah ruh tersebut
menuju jasad yang sudah ditentukanNya.
Jika
dilihat proses yang terjadi atas penciptaan manusia maka bisa dikatakan bahwa
kita terlahir sebagai orang yang dipilih untuk berada di dunia. Disebutkan
bahwa "hendak kujadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi" hal
ini dimaksudkan agar manusia sadar akan tugasnya bahwa ia hidup bukan untuk
dirinya sendiri melainkan untuk memberi manfaat kepada sesama. khalifah adalah
sebuah kata yang bermakna luas, khalifah memiliki tugas besar, khalifah adalah
pemimpin, khalifah adalah pengambil kebijakan dan khalifah adalah pengelola kehidupan.
Dengan
begitu besarnya harapan dan tugas yang diberikan kepada manusia dan dengan
telah dimuliakannya kita apakah masih pantas jika kita terus mengeluh dan
menyesali keberadaan kita di dunia? lalu dengan pilihan dan konsekuensi yang
ada apakah masih yakin jika kita terus melakukan kerusakan dan menjadi wabah
keburukan di tengah masyarakat. Ingat bahwa kita dipilih oleh kekuatan besar
kemudian kita disempurnakan dengan tiga potensi dasar untuk menentukan tindakan
apa yang tepat kita lakukan untuk hidup ini.
Memilih
baik atau buruk? memilih optimis atau mengeluh? memilih kuat atau lemah?
memilih manfaat atau kesia siaan? memilih syurga atau neraka?
semua
pilihan ada pada kita sebagai pelaksana tugas, apapun yang kita pilih bersiaplah
dengan segala resiko yang akan kita dapatkan sesuai dengan pilihan kita. jadi
silahkan pilih jalan kita.
Apakah
saudara ataupun saudari pernah mendengar tentang kisah telur elang yang
terjatuh di kandang ayam sehingga induk ayam mengeraminya sampai menetas. pada
suatu waktu induk elang hendak memindahkan telur-telurnya dari pohon yang rendah
ke pohon yang lebih tinggi agar lebih aman dari pemburu telur. Satu persatu
telur-telur tersebut dipindahkan, saat telur terakhir akan dipindahkan kuku
elang tersebut patah dan membuat telur yang dibawanya terjatuh, ia berusaha mencari
dari ketinggian kemudian menukik namun ia juga tidak menemukan telurnya
akhirnya ia memutuskan untuk menghentikan pencarian tersebut.
Ternyata
telur tersebut jatuh diatas jerami tepat disebelah sarang ayam yang sedang
dierami. ketika induk ayam pulang ia melihat satu telur yang tidak pada
tempatnya yang tanpa ia sadari bahwa itu adalah telur elang, ia mendorong
dengan paruh dan kakinya terus menerus hingga masuk ke tempat ia mengeram.
Waktu
pun berlalu hingga satu persatu telur-telur yang ia erami menetas. dari 10
telur yang menetas ada satu anak ayam yang berbeda warna dan bentuknya.
warnanya kecoklatan, paruhnya lebih runcing daripada anak ayam lainnya, namun
karena sudah bercampur bersama anak ayam lainnya si anak elang tidak menyadari
bahwa sebenarnya ia adalah elang yang biasa memangsa ayam dan ayam pun tidak
menyadari bahwa ia sedang memelihara elang.
Pada
suatu waktu saat anak anak ayam tersebut berkerumun diluar kandang mencari
makan, tiba-tiba datang seekor elang besar akan menyambar hingga semua kocar
kacir termasuk elang kecil yang berada dalam kerumunan tersebut. Elang besar
tersebut coba kembali mendekat ke arah elang kecil yang tertinggal dari
kerumunannya lalu ia berkata "kenapa kau ikut berlari, kenapa kau takut
melihatku, bukankah kau sama sepertiku ? " elang kecil menjawab
"bukan, aku tidak sepertimu, kau kasar dan kejam, kau membuat kami takut
seharian, kau membuat kami lapar seharian" . Elang besar pun berkata
"baik jika itu pendapatmu, tapi lihat warna bulumu, bentuk paruhmu, bentuk
cakarmu kau sama sepertiku bukan seperti ayam ayam itu. Kau bisa terbang tinggi
sepertiku, melanglang buana di angkasa tapi jika kau memilih untuk tetap berada
bersama ayam tersebut mengais makan dengan paruh dan cakarmu silahkan" sesaat
elang kecilpun bimbang, saat elang besar akan terbang " tunggu ! teriak
elang kecil, tunjukkan padaku bagaimana cara bisa terbang sepertimu".
Elang
besar mengajak elang kecil ke tepi sebuah bukit "ikuti aku, kepakkan sayapmu
sekuat yang kau mampu, jangan berhenti sampai kau benar benar letih".
Elang kecilpun memulai pengalaman pertamanya untuk terbang. Usaha pertamanya
gagal bahkan baru tiga kali kepak ia terjerembab dari atas jurang. Elang besar
hanya berkata teruslah berusaha kau elang sepertiku terbanglah yang tinggi.
Percobaan kedua dan ketiga juga belum berhasil, sampai pada percobaan keempat
ia mulai melayang dan terus melayang semakin tinggi akhirnya dia mulai bisa
meliuk dan menukik. Ia merasa sangat gembira, dirinya makin percaya diri dan
mulai meyakini bahwa ia adalah elang yang tangguh gagah perkasa.
Kisah
diatas menggambarkan kondisi kita sebagai manusia yang terkadang lupa dengan
potensi besar dan jati diri kita yang mungkin larut dalam kondisi yang kurang
tepat, sehingga potensi yang ada menjadi kerdil, jati diri menjadi kabur, hidup
menjadi hilang arah dan pada akhirnya tujuan hidup tidak tercapai. "Hidup
tidak berguna ketika mati badan tersiksa"
Katakan
pada diri sendiri mulai saat ini saya akan mencari tahu siapa diri saya, apa
tujuan hidup saya, kenapa saya diciptakan dan manfaat apa yang akan saya
berikan dengan semua potensi besar yang melekat pada tubuh saya. Jadilah jiwa
yang sadar sepenuhnhya terhadap hidup dan kehidupan.
DM2 Awal tekad Perubahanku.
Gak tahu juga apa yang membuatku dulu termotivasi untuk ikut jenjang
pengkaderan tingkat 2 di KAMMI, Daurah Marhalah II KAMMI. Mungkin
awalnya hanya ikut-ikutan saja, selagi ada temen-temen sekelas (lagi) yang
mengajak tuk ikut sertifikasi sebagai tahap penyeleksian mengikuti DM 2. Serasa
gak PD mau ikut DM2 KAMMI mengingat aku yang belum ada apa-apanya di KAMMI
dibandingkan dengan teman-teman yang lain, yang telah aktif dan masuk dalam
kepengurusan. Lah aku...? habis DM1 aja kagak begitu aktif. Dijadikan panitia
sebagai staf seksi perlengkapan DM1 gelombang III juga gak aktif dan gak hadir
ketika acaranya. Ada lah diundang MK, sekali-kali datang. Mungkin termasuk
tidak diperhitungkan kali yaa dulu sehingga tidak nian-nian tuk diajaknya.
Pasca DM1 juga lum merasa sudah menjadi AB1, jadi pas ada acara
adventure yang diperuntukan untuk AB1, aku pun bingung mau ikut tapi itu untuk
AB1... “aku sudah AB1 belum ya...” Pikirku. Tapi karena diajak teman lagi bahwa
itu untuk yang sudah ikut DM1 ya akhirnya ikut juga adventure yang seru-seruan
itu dari UNJA mendalo menuju ke Kampus IAIN..tidak hanya jalan kaki aja, tapi
ada saatnya ditutup matanya, ada saatnya harus merayap, ada juga saatnya nyebur
ke kolam.
Masuk sebagai pengurus pun gak dari awal seperti temen-temen lainnya,
yaa karena tadi mungkin namaku belum termasuk satu yang dipertimbangkan kali
sama senior-senior di komisariat...he.. Baru masuk kepengurusan ketika masa PAW
(Pergantian Antar Waktu) sebagai staf biro Dana dan Usaha (Danus) untuk waktu
kurang lebih 3 bulan saja menjelang Muskom dilaksanakan. Selama 3 bulan itu gak
pernah rapat internal, karena kalo mau rapat yang datang Cuma berdua aja sama
koordinatornya. Jadi ya sudah, siap terima tugas aja deh. Buka bazar, ambil
barang di daniyah simpang kawat di bawa ke mendalo simpan dulu di sekre FOKUS
(secara CO nya dulu anak ekonomi) besoknya bawa ke depan perpustakaan, buka
lapak di sana. Ada beberapa kali di danus angkut2 barang bazar begitu. Selain
itu, mengkoordinir pemesanan kaos KAMMI komsat, PJ untuk yang ikhwannya.
Seperti itu yang baru bisa dilakukan selama 3 bulan akhir. Ketika laporan
surplus lho dari danus, artinya menghasilkan uang juga tuk nambah-nambah uang
kas komsat. Alhamdulillah...agak bangga lah dikit ketua komsatnya pas
LPJ...he...
Itu awal terlibat di kepengurusan. Setelah kepengurusan berganti
setelah Musyawarah Komisariat akhirnya aku ditunjuk lagi sebagai staf danus.
Wah...kedua kali nya nih, biar lebih maksimal kali ya tugas yang dahulu yang
hanya 3 bulan saja. Tapi ketika di awal aku tahunya masuk di danus hanya dari
SK milik temanku, sedangkan aku gak dikasih SK nya, dikonfirmasi pun tidak
sepertinya bahwa aku diminta sebagai staf danus. Mau minta ke ketua Komsatnya
segan. Tapi yaa sudahlah... karena melihat di bagian akhir SK itu tertulis
kapan pelantikannya. Akhirnya datang juga di pelantikan dan pembekalan pengurus Komisariat meski belum
dapat SK. Dan setelah itu bekerja menjalankan program bersama Co baru dan
anggota baru yang semuanya baru aku kenal. Dengan program masih angkut-angkut
barang bazar, pemesanan baju, buat Gantungan Kunci UNJA yang waktu itu belum
ada yang buat dari wajihah manapun dan lainnya lupa...he..
Akhirnya aku pun ikut sertifikasi yang pertama yakni tes tertulis. Yaa
ampun...banyak buanget soal yang harus dikerjakan. Ya sudah ku kerjakan mana
yang bisa saja dengan maksimal. Kemudian dilanjutkan dengan sertifikasi tahap 2
berupa wawancara di waktu yang berbeda. Janjian dengan teman-teman yang
sertifikasi tentang kapan bisa sama-sama menghadap tim sertifikasinya. Akhirnya
berlangsunglah tahap wawancara dengan waktu yang sudah ditetapkan. Lumayan juga
jawab soalnya meski sebetulnya yang ditanyakan tidak jauh-jauh amat dari soal
yang ada di tes tertulisnya. Dan akhirnya selesai pula tahap wawancara,
selanjutnya ninggal tunggu pengumuman layak atau tidak layak untuk mengikuti
DM2.
Taraaa.... pengumuman sudah dikeluarkan oleh tim sertifikasi yang
ditanda tangani oleh ketua kaderisasi dan ketua umum KAMMI daerah Jambi. Wah
wah... namaku ternyata ada di sana, berarti aku lulus sertifikasi dan
direkomendasikan mengikuti DM2. Masih gak yakin dan gak PD karena ternyata ada
yang enggak lulus yang menurutku dia sangat layak tuk ikut, apalagi dia
seniorku satua angkatan di atasku...waduh. Bahkan dia yang nantinya jadi Ketua
KAMMI Komisariat meski harus menyandang status masih AB1. Satu-satunya AB1 yang
bisa jadi ketua komisariat dengan bantuan intervensi pengurus KAMMI daerah yang
banyak turun ketika Muskom..he.
Masih dengan ketidakyakinan dan ketidak-PD-anku, aku harus ikut DM2?
Secara waktu itu masih sebagai staf danus yang masuk di masa PAW tadi. Belum
banyak berbuat, belum banyak kemampuan, belum banyak banyak lainnya. Berkat
semangat dari teman-teman yang juga diumumkan lulus, akhirnya akupun ikut DM2
yang diadakan di kampus UNJA juga. Meski persyaratan belum terpenuhi berupa
membuat makalah sesuai dengan tema yang sudah ditentukan karena kata kakak2
panitia yang penting datang dan ikut dulu. Ikut acaranya, daftarkan diri waktu
itu pembukaannya di aula KOPMA UNJA bayar Rp.50.000,- lumayan besar juga waktu
itu untuk dikeluarkan bagiku. Dan makalahnya dipaksa oleh panitia diselesaikan
ketika acara...terpaksa dibuatnya pas malam (kurangi waktu tidur demi
terselesaikannya sebuah makalah) karena siang harinya full acara.
Selama acara berlangsung perasaan tidak PD masih menggelayuti
pikiranku, karena terbebani bayangan ke belakang. Aku seorang yang belum
apa-apa..berbicara di depan forum aja gak berani apalagi mengungkapkan sebuah
ide, gagasan atau wacana. Tapi ya sudahlah, aku sudah berada di acara jadi
harus ku selesaikan sampai akhir, malu donk jika harus ijin keluar meninggalkan
tuh acara. Meskipun termasuk peserta paling kalem, gak banyak omong ketika di
forum diskusi kecil apalagi di diskusi besar. Ada lah ngomong sekali-kali
karena sepertinya dipaksa instruktur agar semua pesertaa bisa ngomong semua.
Malu dengan teman-teman yang sudah pandai berwacana apalagi pesertanya tidak
hanya dari satu kelas atau satu kampus saja. Ada yang dari IAIN dan dari
palembang. Perasaan bingung dengan materi-materi yang disajikan, apalagi dengan
diskusinya teman-teman peserta. Ngomong ngalor ngidul gua gak paham, jadi lebih
baik diam dan mengalir mengikuti seluruh rangkaian acara DM2.
Tapi, dari sinilah yang membuatku termotivasi untuk berubah. Diamnya
aku juga sambil berfikir kenapa aku tidak bisa seperti yang lain, pasti
sesungguhnya aku pun bisa seperti mereka. Diakhir acara disuruh buat kesan dan
pesan. Kesan ku yang kutekankan waktu itu adalah aku harus bisa menjadi seperti
yang lain, bisa berwacana, bisa mengungkapkan gagasan, berani berbicara di
hadapan forum. Itu yang aku tekankan, yang harus bisa kucapai pasca DM2. DM2
pun berakhir dengan hasil tekad bagi diriku untuk menjadi sesuatu yang berbeda
dari yang sebelumnya, apapun hasil penilaian panitia terhadapku selama acara
berlangsung, mau lulus atau tidak. Yang sebelumnya diam, harus bisa berani
berbicara. Harus bisa berwacana dan mengeuluarkan ide maupun sebuah gagasan.
Belum selesai ceritane. Yang lebih mengejutkan lagi, terkejut nih ceritanya dengan sebuah tawaran. Tawaran apa
itu. Ada yang menghubungiku, kakak akhwat 2001 Fakultas pertanian juga.
Tawarannya adalah bisa gak aku dimagangkan di departemen kaderisasi KAMMI
Daerah Jambi. Waduh.... Secara gua belum tau kondisi lulus tidaknya DM2 sudah
ditawari langsung ke KAMMI Daerah. Dengan nada yang meyakinkan aku yang katanya
hanya magang tidak seperti ketika jadi pengurus beneran ya akhirnya tak apa lah
ku terima. Gak tau sih apa pertimbangan mereka, mereka melihat apa dari diriku.
Apakah benar pandangan mereka tentangku dan keputusannya menarik diriku. Dari
mana pula mereka tahu tentangku. Mungkin karena secara MR ku waktu itu Ketua
Kaderisasi nya kali ya...he.
Akhirnya aku diajak tuk datang rapat internal Kaderisasinya dengan
membawa ketidak-PD-anku. Masuk ke sekretariat KAMMDA. Semua berkumpul dan
dimulailah rapatnya. Gimana mau PD ketika harus rapat bersama orang-orang yang
kuanggap sangat senior di KAMMI mereka rata-rata angkatan 2002 dan 2001. Jadi
paling junior, newbie. Kembali ngalir aja deh ikut pembahasan mereka. Tau gak
apa yang ternyata dibahas. Waduh lagi... Yang dibahas adalah kelulusan DM2 yang
aku sebagai pesertanya kemarin. Menilai satu persatu peserta. Bener aja nih...
aku gak banyak komentar aja deh akhirnya.
Waktu terus berjalan yang aku sebagai staf kaderisasi KAMMDA (magang
yaa) yang ternyata meskipun magang bebannya juga sama dengan yang lain..huhu..
Tetap sudah dianggap sebagai bagian dari kaderisasi. Tanggung jawab dan beban yang
sama dengan yang lain.
Aku jadi punya 2 amanah di KAMMI, pertama sebagai staf danus di
komisariat (pasca muskom yang ketuanya masih AB1..he) dan yang kedua sebagai
staf (magang) di kaderisasi KAMMI Jambi. Saking gak PD nya aku karena sudah
ditarik ke kammda karena merasa diri ini tak sehebat dari yang lulusan DM2
lainnya aku pun tak memberi tahu ke teman-teman yang lain bahwa aku juga
dimagangkan di Kaderisasi KAMMDA. Sampai batas waktu tertentu teman-teman di
komisariat tidak tahu tentang amanahku di KAMMDA. Hingga pada suatu saat pas
rapat BPH Komisariat ada yang memberitahunya, yakni koordinator Pengkom KAMMDA
(kalo gak salah) yang secara rutin hadir di BPH komisariat. Terkejut lah pasti
teman-teman yang lain, dan aku hanya diam saja sambil malu juga. Bayangkan
saja, yang lain saja masih harus di komisariat, sedangkan aku yang anak kemarin
sore sudah masuk di kammda aja.
Dua amanah tetap jalan semuanya dengan kapasitas yang berbeda lebih
besar all out di Danus Komsatnya. Untuk yang dikamda aku tetap ikut juga kalo
ada rapat yang tidak bertabrakan dengan agenda-agendaku. Dan sejak di tarik
sebagai staf (magang) kaderisasi itulah sampai akhirnya aku selalu dapat amanah
di KAMMI. 2 tahun pun terjalankan dengan full amanah sebagai staf
kaderisasinya. Mengikuti dinamika internal kaderisasi maupun dinamika KAMMI
daerah secara umum. Dinamika pergantian koordinator Kaderisasi sebanyak 3 kali
selama 2 tahun itu. Koordinator pertama awalnya mau cuti sebentar tapi akhirnya
tidak muncul lagi, sepertinya ada kesibukan dan amanah lain beliaunya waktu
itu. Akhirnya di PJS kan ke CO salah satu divisi, berjalan selama beberapa
waktu yang akhirnya karena ada sesuatu hal yang mengharuskan dia tidak bisa
melanjutkan amanahnya akhirnya diganti lagi dengan yang ketiga, seorang akhwat
kakak yang mengajakku magang di kaderisasi dulu. Hingga MUSDA co Kaderisasi
bersama dia. Banyak belajar yang pasti aku dari itu semua.
Sejak dari sana, aku pun tidak pernah lepas dari kaderisasi. Berbagai
suplemen kekaderisasian selalu diberikan oleh senior2 di KAMMI selama di
kepengurusan. Terima kasih untuk semuanya. Untuk sebuah motivasi tekad
perubahan.
Jambi, 06 Nopember 2013
Damainya Embun, Silaunya Mentari
Selamat
pagi, pagi yang cerah. Di saat embun yang menenangkan hampir hilang
digantikan dengan indahnya sang surya. Kesejukan embun pagi membuat kita
damai untuk bertafakkur, dan bermuhasabah. Dia adalah keindahan meski
tak ada sinar yang terang menderang. Dia yang membawa jiwa pada sebuah
kedamaian, menjadikan diri termotivasi untuk melakukan perubahan dan
perbaikan. Embun pagi yang hanya didampingi
oleh cahaya fajar memaksa kita bermunajat kepada-Nya, untuk memohon
ampunan dan mengharap sebuah kebaikan. Damainya embun sebelum cahaya.
Indahnya sinar kehangatan sang mentari mau tak mau harus menggantikan damainya embun pagi, karena diapun mengikuti aturan dari sang Maha Pengatur. Sang mentari yang mencoba memberikan cahayanya untuk manusia agar manusia melihat bagaimana keindahan dunia. Langit yang ditinggikan, bumi yang dihamparkan.
Namun Indahnya cahaya sang mentari kadang membuat manusia lupa akan kedamaian embun pagi. Keindahan mentari membuatnya terlena untuk hanyut dalam kehidupan dunia. Melupakan tafakkurnya, muhasabahnya ketika bersama embun pagi.
Indahnya sinar kehangatan sang mentari mau tak mau harus menggantikan damainya embun pagi, karena diapun mengikuti aturan dari sang Maha Pengatur. Sang mentari yang mencoba memberikan cahayanya untuk manusia agar manusia melihat bagaimana keindahan dunia. Langit yang ditinggikan, bumi yang dihamparkan.
Namun Indahnya cahaya sang mentari kadang membuat manusia lupa akan kedamaian embun pagi. Keindahan mentari membuatnya terlena untuk hanyut dalam kehidupan dunia. Melupakan tafakkurnya, muhasabahnya ketika bersama embun pagi.
MUKERNAS KAMMI
MUKERNAS
KAMMI. Teringat waktu ku dulu juga pernah mengikutinya tepatnya zamanya
bang Rohman Thoha (amang) yang sebagai ketua PP KAMMI nya. MUKERNAS
dahulu dilaksanakan di Jogja. Wah...sebenernya gak nyangka kenapa aku
yang dipilih sebagai perwakilan KAMMI Jambi sebagai peserta MUKERNAS
KAMMI. PAdahal masih banyak yang lain yang sepertinya lebih pantas untuk
ikut.
Tiba-tiba aku dihubungi via telepon menanyakan apakah aku bisa mengikuti MUKERNAS KAMMI di Jogja sebagai utusan peserta dari Jambi. Sedikit senang secara ini adalah acara Nasional yang aku sebagai salah satu pesertanya. Pasti di sana akan bertemu dengan banyak kader yang luar biasa. Awalnya mencoba untuk menolak dan menawarkan kenapa harus aku dan tidak orang lain saja. Tapi, setelah di yakinkan oleh senior di kepengurusan KAMMI daerah waktu itu, jadilah aku mengikuti tuh acara. Setelah itu, ditentukan kapan berangkat dan segera mempersiapkannya. Perjalanan yang luar biasa ditempuh dengan mengggunakan bus, kurang lebih 2 hari 2 malam lah. Capek di perjalanan euy...
Agenda MUKERNAS KAMMI di jogja ini pertama acara nasional yang ku ikuti untuk di KAMMI dan setelahnya ada beberapa lagi acara KAMMI yang beeersifat nasional yang selalu aku jadi salah satu pesertanya. Ini juga yang membuat semangatku selalu ada di KAMMI. Semangat pasca pulang dari acara-acara nasional KAMMI. Yang dengan begitu membuat semangat pula untuk selalu aktif di KAMMI. Secara aku yang dahulu sebelum di KAMMI adalah pribadi yang tidak memiliki kemampuan sedikitpun. Tidak memiliki kemampuan untuk berbicara di depan forum, jangankan forum terbesar dan terbuka, forum diskusi kecil saja aku terkadang hanya diam. Tidak memiliki kemampuan untuk mengeluarkan sebuah ide, gagasan, tanggapan ataupun wacana-wacana terkait suatu tema. Namun setelah mengikuti beberapa tingkat pembinaan di KAMMI bs membuatku semakin meningkat saja kemampuannya dari yang sebelumnya. yaa meskipun mungkin masih jauh juga dibandingkan dengan teman-teman yang lain.
haha...lucu emang, sepertinya sebelumnya aja aku yang tidak punya kemampuan demikian tapi kenapa harus dipilih sbg utusan MUKERNAS. DM2 barusan saja, dan prestasi ketika DM2 juga mungkin para senior KAMMI daerah tentang diriku pasti dah tau sendiri. Mungkin ada juga kader lain yang lebih berharap untuk pergi ke MUKERNAS KAMMI tersebut, tetapi kenapa bukan dia saja...
Melalui sarana KAMMI yang membuatku bisa jadi seperti sekarang. Pelibatannya yang sering terhadapku menjadi pembinaan tersendiri bagi diriku untuk menjadi individu kader yang terbaik. Individu yang harus berubah dari yang sebelumnya.
Tiba-tiba aku dihubungi via telepon menanyakan apakah aku bisa mengikuti MUKERNAS KAMMI di Jogja sebagai utusan peserta dari Jambi. Sedikit senang secara ini adalah acara Nasional yang aku sebagai salah satu pesertanya. Pasti di sana akan bertemu dengan banyak kader yang luar biasa. Awalnya mencoba untuk menolak dan menawarkan kenapa harus aku dan tidak orang lain saja. Tapi, setelah di yakinkan oleh senior di kepengurusan KAMMI daerah waktu itu, jadilah aku mengikuti tuh acara. Setelah itu, ditentukan kapan berangkat dan segera mempersiapkannya. Perjalanan yang luar biasa ditempuh dengan mengggunakan bus, kurang lebih 2 hari 2 malam lah. Capek di perjalanan euy...
Agenda MUKERNAS KAMMI di jogja ini pertama acara nasional yang ku ikuti untuk di KAMMI dan setelahnya ada beberapa lagi acara KAMMI yang beeersifat nasional yang selalu aku jadi salah satu pesertanya. Ini juga yang membuat semangatku selalu ada di KAMMI. Semangat pasca pulang dari acara-acara nasional KAMMI. Yang dengan begitu membuat semangat pula untuk selalu aktif di KAMMI. Secara aku yang dahulu sebelum di KAMMI adalah pribadi yang tidak memiliki kemampuan sedikitpun. Tidak memiliki kemampuan untuk berbicara di depan forum, jangankan forum terbesar dan terbuka, forum diskusi kecil saja aku terkadang hanya diam. Tidak memiliki kemampuan untuk mengeluarkan sebuah ide, gagasan, tanggapan ataupun wacana-wacana terkait suatu tema. Namun setelah mengikuti beberapa tingkat pembinaan di KAMMI bs membuatku semakin meningkat saja kemampuannya dari yang sebelumnya. yaa meskipun mungkin masih jauh juga dibandingkan dengan teman-teman yang lain.
haha...lucu emang, sepertinya sebelumnya aja aku yang tidak punya kemampuan demikian tapi kenapa harus dipilih sbg utusan MUKERNAS. DM2 barusan saja, dan prestasi ketika DM2 juga mungkin para senior KAMMI daerah tentang diriku pasti dah tau sendiri. Mungkin ada juga kader lain yang lebih berharap untuk pergi ke MUKERNAS KAMMI tersebut, tetapi kenapa bukan dia saja...
Melalui sarana KAMMI yang membuatku bisa jadi seperti sekarang. Pelibatannya yang sering terhadapku menjadi pembinaan tersendiri bagi diriku untuk menjadi individu kader yang terbaik. Individu yang harus berubah dari yang sebelumnya.
Aku dan Jalan menuju sebuah Jalan
Berawal
dari tertarik dengan organisasi itu ketika di masa program orientasi.
Ketertarikannya dikarenakan ini adalah masa yang berbeda dengan
sebelum2nya. Pengen suasana baru dari yang dahulu ketika sekolah paling malas tuk ikut-ikutan kegiatan sekolah. Sholat sudah mulai rutin 5 kali per-hari semenjak tamat
sekolah tingkat atas. Karena sebelum tamat, sholatnya sangat tidak terjaga meski bersekolah yang berlatarbelakang islam. Itulah yang membuat ketertarikannya pada sebuah komunitas yang
bernuansa islam.
Awalnya menghimpun banyak informasi bagaimana cara bs bergabung dengan organisasi itu, dengan mendekati teman yang sepertinya telah bergabung di sana. Yaa secara mereka emang berada di lingkungan kost yang dihuni oleh anak2 organisasi itu, jadi wajar mereka telah dekat dg para seniornya.
Sulit emang untuk mendapatkan banyak informasi agar bisa menjadi bagian dari komunitas bernuansa islam itu. Hari demi hari tak dapat info gimana caranya biar bisa gabung. Karena fikirannya jika ingin menjadi anggotanya maka harus lewat jalur formal yaitu dengan mendaftarkan diri melalui formulir atau kegiatan yang diadakan oleh organisasi tersebut untuk anggota barunya.
Hingga pada suatu ketika melihat sebuah pengumuman bahwa organisasi tersebut mengadakan acara di bulan ramadhan yang kata teman-teman jika ingin bergabung dengan tuh organisasi harus mengikuti acara itu dahulu. Sip, akhirnya janjian dengan teman sekelas tuk ikut acara tersebut. Tidak terlalu perhatian dengan pamflet yang di sebar oleh panitia penyelenggara membuat tidak tahu bagaimana mau konfirmasi supaya bisa ikut acara tersebut.
Sampai kira2 H-2 acara belum tahu kejelasan tentang boleh tidaknya ikut tuh acara. Kata teman sekelas tadi, bisa ikut tinggal datang aja ke sana.Selain ada teman yang sepertinya dah akrab dengan panitia mengajak tuk ikut tuh acara ada juga senior satu alumni tingkat SMA dulu yang juga mengajak. Yaa sudah besok harus sudah siap-siap mengikuti tuh acara. Dari rumah dah ijin dengan orang tua bahwa akan menginap di kampus karena ada acara.
Keesokan harinya, tiba saatnya mengikuti acara itu bersama teman sekelas yang berencana ikut juga. Akan tetapi dia akhirnya tidak jadi ikut karena alasannya yang ikut ternyata sedikit. Waah jadi ragu juga dalam hati nih...jadi ikut atau enggak.
teet.... jam belajar sudah tidak ada lagi, saatnya ikut acara itu atau pulang ke rumah tidak jadi ikut karena keraguan yang ditanamkan oleh teman yang tidak jadi ikut. Bawa motor menuju keluar gerbang kampus. Niatan sudah final tidak jadi ikut tuh acara. Namun, pas di tikungan jalan menuju gerbang keluar berjumpa dengan senior satu alumni tadi. Dia mengingatkan dan memastikan bahwa aku jadi mengikuti acaranya.Wahhh....seolah ada penguat kembali tuk ikut tuh acara, gak tau juga kenapa waktu itu jadi yakin kembali untuk mengikutinya. Karena mungkin sejak awal niatannya sudah kuat kali yaaa...
Akhirnya, yang tadinya ingin menuju gerbang keluar bersama motor baruku (eh udah baru belum ya waktu itu.#GakPenting) menjadi berbelok ke arah kanan (jalan kebaikan ternyata) menuju balairung Kampus Pinang Masak Universitas Jambi dimana di sana tempat di adakannya acara dari organisasi yang membuatku tertarik itu. Sesampainya di depannya, ternyata emang sedikit yang ikut dibandingkan dengan jumlah yang ikut OSPEK dulu... Tapi yaa sudahlah, tetap ikut saja. Matikan motor, parkir masuk ke ruangan lewat pintu (ya iyalah masak lewat jendela).
Dah, ikut sampai selesai tuh acaranya. Semenjak itulah aku selalu terlibat dengan komunitas organisasi yang bernuansa islam itu yang mereka beri nama UKM ROHIS Ar-Rahman UNJA.
Awalnya menghimpun banyak informasi bagaimana cara bs bergabung dengan organisasi itu, dengan mendekati teman yang sepertinya telah bergabung di sana. Yaa secara mereka emang berada di lingkungan kost yang dihuni oleh anak2 organisasi itu, jadi wajar mereka telah dekat dg para seniornya.
Sulit emang untuk mendapatkan banyak informasi agar bisa menjadi bagian dari komunitas bernuansa islam itu. Hari demi hari tak dapat info gimana caranya biar bisa gabung. Karena fikirannya jika ingin menjadi anggotanya maka harus lewat jalur formal yaitu dengan mendaftarkan diri melalui formulir atau kegiatan yang diadakan oleh organisasi tersebut untuk anggota barunya.
Hingga pada suatu ketika melihat sebuah pengumuman bahwa organisasi tersebut mengadakan acara di bulan ramadhan yang kata teman-teman jika ingin bergabung dengan tuh organisasi harus mengikuti acara itu dahulu. Sip, akhirnya janjian dengan teman sekelas tuk ikut acara tersebut. Tidak terlalu perhatian dengan pamflet yang di sebar oleh panitia penyelenggara membuat tidak tahu bagaimana mau konfirmasi supaya bisa ikut acara tersebut.
Sampai kira2 H-2 acara belum tahu kejelasan tentang boleh tidaknya ikut tuh acara. Kata teman sekelas tadi, bisa ikut tinggal datang aja ke sana.Selain ada teman yang sepertinya dah akrab dengan panitia mengajak tuk ikut tuh acara ada juga senior satu alumni tingkat SMA dulu yang juga mengajak. Yaa sudah besok harus sudah siap-siap mengikuti tuh acara. Dari rumah dah ijin dengan orang tua bahwa akan menginap di kampus karena ada acara.
Keesokan harinya, tiba saatnya mengikuti acara itu bersama teman sekelas yang berencana ikut juga. Akan tetapi dia akhirnya tidak jadi ikut karena alasannya yang ikut ternyata sedikit. Waah jadi ragu juga dalam hati nih...jadi ikut atau enggak.
teet.... jam belajar sudah tidak ada lagi, saatnya ikut acara itu atau pulang ke rumah tidak jadi ikut karena keraguan yang ditanamkan oleh teman yang tidak jadi ikut. Bawa motor menuju keluar gerbang kampus. Niatan sudah final tidak jadi ikut tuh acara. Namun, pas di tikungan jalan menuju gerbang keluar berjumpa dengan senior satu alumni tadi. Dia mengingatkan dan memastikan bahwa aku jadi mengikuti acaranya.Wahhh....seolah ada penguat kembali tuk ikut tuh acara, gak tau juga kenapa waktu itu jadi yakin kembali untuk mengikutinya. Karena mungkin sejak awal niatannya sudah kuat kali yaaa...
Akhirnya, yang tadinya ingin menuju gerbang keluar bersama motor baruku (eh udah baru belum ya waktu itu.#GakPenting) menjadi berbelok ke arah kanan (jalan kebaikan ternyata) menuju balairung Kampus Pinang Masak Universitas Jambi dimana di sana tempat di adakannya acara dari organisasi yang membuatku tertarik itu. Sesampainya di depannya, ternyata emang sedikit yang ikut dibandingkan dengan jumlah yang ikut OSPEK dulu... Tapi yaa sudahlah, tetap ikut saja. Matikan motor, parkir masuk ke ruangan lewat pintu (ya iyalah masak lewat jendela).
Dah, ikut sampai selesai tuh acaranya. Semenjak itulah aku selalu terlibat dengan komunitas organisasi yang bernuansa islam itu yang mereka beri nama UKM ROHIS Ar-Rahman UNJA.
Pendidikan yang seimbang, Lahirkan generasi yang Cerdas tangguh dan religius.
Semua agama mengajarkan sebuah nilai kebaikan. Baik itu agama samawi
maupun agama ardhi. Maka sebuah pendidikan yang mendekatkan peserta
didiknya kepada nilai-nilai religius nya dapat menjadikan anak bangsa
ini menjadi generasi yang lebih berkualitas. Selain kecerdasan yang
dicapai dengan banyaknya prestasi yang bisa diraih, mereka juga memiliki pribadi yang berkarakter sesuai dengan ajaran agamanya.
Percuma sekali jika anak negeri ini semuanya memiliki kecerdasan dan segudang prestasi, akan tetapi tidak memiliki jiwa yang religius. Bisa saja kecerdasannya tersebut malah akan membawanya kepada hal-hal yang tidak baik, karena tidak di seimbangkan dengan pendekatan untuk menjalankan ajaran agamanya. Keblinger, itu jadinya. Otak yang cerdas digunakan untuk berbuat buruk, menipu, korupsi, berakhlak tidak baik, dsb.
Banyak sekolah yang lebih menekankan kepada para siswanya untuk meraih prestasi sebanyak-banyaknya, penghargaan dari berbagai bidang ilmu dan jenis-jenis prestasi lainnya. Sehingga dengan begitu sekolah lebih mengarahkan siswa-siswinya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang lebih bisa membawa nama sekolahnya naik ketika sang siswa meraih sebuah penghargaan dari prestasi-prestasinya. Memacu siswa-siswinya pada kegiatan yang akan dilombakan saja.
Tidak salah, sekali lagi tidak salah. akan tetapi butuh sebuah kesimbangan yang harus diperhatikan oleh sekolah. Tidak hanya membangun siswa-siswinya dari sisi prestasinya semata, akan tetapi mengesampingkan kepribadian setiap siswa yang juga harus dibentuk. Menganggap remeh kegiatan-kegitan yang sifatnya membentuk kepribadian siswa-siswinya. Dan bersemangat pada kegiatan-kegiatan yang bersifat meningkatkan prestasi sekolah semata.
Memang, kegiatan yang bersifat pembentukan kepribadian siswa tidak tampak jika harus diprestasikan. Akan tetapi apakah tidak menjadi kebahagiaan bathin tersenidir bagi sekolah jika memiliki siswa-siswi yang sopan, santun, hormat terhadap guru, ibadahnya taat, dan kebaikan-kebaikan lainnya yang bisa ditunjukan oleh siswa di lingkungan sekolahnya.
Maka, keseimbangan itu sangat perlu dan semuanya harus menjadi titik tekan yang sama agar sistem pendidikan ini mampu melahirkan generasi-generasi negeri ini yang Cerdas, tangguh dan Religius.
jambi, 04 Nopember 2013
Percuma sekali jika anak negeri ini semuanya memiliki kecerdasan dan segudang prestasi, akan tetapi tidak memiliki jiwa yang religius. Bisa saja kecerdasannya tersebut malah akan membawanya kepada hal-hal yang tidak baik, karena tidak di seimbangkan dengan pendekatan untuk menjalankan ajaran agamanya. Keblinger, itu jadinya. Otak yang cerdas digunakan untuk berbuat buruk, menipu, korupsi, berakhlak tidak baik, dsb.
Banyak sekolah yang lebih menekankan kepada para siswanya untuk meraih prestasi sebanyak-banyaknya, penghargaan dari berbagai bidang ilmu dan jenis-jenis prestasi lainnya. Sehingga dengan begitu sekolah lebih mengarahkan siswa-siswinya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang lebih bisa membawa nama sekolahnya naik ketika sang siswa meraih sebuah penghargaan dari prestasi-prestasinya. Memacu siswa-siswinya pada kegiatan yang akan dilombakan saja.
Tidak salah, sekali lagi tidak salah. akan tetapi butuh sebuah kesimbangan yang harus diperhatikan oleh sekolah. Tidak hanya membangun siswa-siswinya dari sisi prestasinya semata, akan tetapi mengesampingkan kepribadian setiap siswa yang juga harus dibentuk. Menganggap remeh kegiatan-kegitan yang sifatnya membentuk kepribadian siswa-siswinya. Dan bersemangat pada kegiatan-kegiatan yang bersifat meningkatkan prestasi sekolah semata.
Memang, kegiatan yang bersifat pembentukan kepribadian siswa tidak tampak jika harus diprestasikan. Akan tetapi apakah tidak menjadi kebahagiaan bathin tersenidir bagi sekolah jika memiliki siswa-siswi yang sopan, santun, hormat terhadap guru, ibadahnya taat, dan kebaikan-kebaikan lainnya yang bisa ditunjukan oleh siswa di lingkungan sekolahnya.
Maka, keseimbangan itu sangat perlu dan semuanya harus menjadi titik tekan yang sama agar sistem pendidikan ini mampu melahirkan generasi-generasi negeri ini yang Cerdas, tangguh dan Religius.
jambi, 04 Nopember 2013
Minggu, 03 November 2013
Bersyukur Masih Diberi Hidup
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah
dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari
esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Q.S : Al-Hasyr : 18)
Sempat terfikir bagaimana jadinya ketika kita
tidur kemudian oleh Allah tidak dihidupkan kembali di pagi harinya. Bagaimana
jadinya ketika sebelum tidur kita belum sempat untuk memuhasabah diri dan
bertaubat atas dosa yang pernah dilakukan. Bagaimana jadinya ketika kita mati
dalam keadaan sedang melakukan dosa dan sepatah kata taubatpun tak sanggup
untuk diucapkan.
Kematian mengingatkan kita tentang bagaimana
kehidupan setelah mati. Kehidupan setelah mati yang kondisinya akan ditentukan
berdasarkan amal kebaikan yang telah manusia lakukan selama hidup di dunia.
Wahai manusia, Bersyukurlah hari ini masih
diberi hidup. Karena dengannya engkau masih bisa bertaubat atas dosa yg telah
kau lakukan dahulu. Sebaik-baiknya manusia yang berbuat dosa adalah
mereka yang mau bertaubat. Allah maha pengampun, sebesar apapun dosa yang
manusia lakukan ketika mereka bertaubat insya Allah akan diampuni semua dosanya
tersebut. Dan menjadi bersih semua dosa yang telah dilakukan dahulu dengan
taubat, niat dan mengamalkannya.
Bersyukurlah masih diberi hidup. Karena dengannya
engkau masih diberi kesempatan tuk beramal lebih banyak lagi. Karena kita pun
tak tahu amal mana yg pahalanya masih bertahan sampai yaumul hisab, dan amal2
apa saja yang menguap hilang. Jangan sampai kita terlalu PD dengan amal yg telah
kita lakukan, merasa telah banyak beramal akan tetapi ternyata kosong.
Kosong dikarenakan ada yang membuatnya hilang setelah kita beramal, mungkin
karena niatnya yang tidak ikhlas.
Maka ketika kita masih diberi hidup hari ini
dan ke depannya, bagaimana kita bisa menggunakannya untuk sebanyak-banyaknya
beramal. Jangan terhenti karena merasa telah banyak beramal. Jangan merasa puas
karena merasa amal yang kita lakukan lebih banyak dan baik dibandingkan manusia
lainnya. Beramal lah tanpa menghitung-hitungnya. Berhitunglah, sebagai sarana
muhasabah diri untuk melakukan lebih banyak lagi amal ke depannya. Berhentilah
merasa puas dengan amal-amal yg sudah dilakukan, apalagi merasa bangga. Karena
dengannya bisa menimbulkan sifat riya atau ujub yang akan menerbangkan
amal-amalmu.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti
(perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya
kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan
orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah, kemudian batu itu
ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak
menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi
petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (Al- Baqarah:264)
Bersyukurlah masih diberi hidup setelah begitu
banyak dosa yang tlah kita lakukan. Bayangkan saja ketika kita asik dalam
perbuatan dosa kemudian di matikan sebelum sempat bertaubat. Mau jadi apa?
Kita pun tak tahu dari daun-daun yang ada di
pohon itu mana yang duluan gugur. Yang pasti setiap daun akan gugur, dan
semuanya telah diatur kapan daun-daun itu gugur. Kita hanya tahu
dedaunan itu semuanya akan gugur, akan tetapi kita tidak tahu kapan waktunya
setiap daun itu gugur. Memang kebanyakan
daun yang gugur adalah daun yang tlah menguning. Akan tetapi, tidak menutup
kemungkinan ada daun yang masih hijau pun bisa gugur.
Sebelum daun gugur, tugasnya adalah bagaimana
dia bisa bermanfaat bagi satu pohon itu sendiri. Atau bermanfaat bagi makhluk
yang lain. Tugasnya adalah beramal sebelum waktu gugurnya tiba. Waktu gugur
sebagai batas baginya untuk berhenti beramal.
Cukuplah kematian sebagai pengingat. Cukuplah
kehidupan seperti apa yang kita inginkan setelah mati menjadi pengingat buat
kita semua.
Jambi, 04 Nopember 2013
Langganan:
Postingan (Atom)



