Selasa, 05 November 2013

Damainya Embun, Silaunya Mentari

Selamat pagi, pagi yang cerah. Di saat embun yang menenangkan hampir hilang digantikan dengan indahnya sang surya. Kesejukan embun pagi membuat kita damai untuk bertafakkur, dan bermuhasabah. Dia adalah keindahan meski tak ada sinar yang terang menderang. Dia yang membawa jiwa pada sebuah kedamaian, menjadikan diri termotivasi untuk melakukan perubahan dan perbaikan. Embun pagi yang hanya didampingi oleh cahaya fajar memaksa kita bermunajat kepada-Nya, untuk memohon ampunan dan mengharap sebuah kebaikan. Damainya embun sebelum cahaya.

Indahnya sinar kehangatan sang mentari mau tak mau harus menggantikan damainya embun pagi, karena diapun mengikuti aturan dari sang Maha Pengatur. Sang mentari yang mencoba memberikan cahayanya untuk manusia agar manusia melihat bagaimana keindahan dunia. Langit yang ditinggikan, bumi yang dihamparkan.

Namun Indahnya cahaya sang mentari kadang membuat manusia lupa akan kedamaian embun pagi. Keindahan mentari membuatnya terlena untuk hanyut dalam kehidupan dunia. Melupakan tafakkurnya, muhasabahnya ketika bersama embun pagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar