Gak tahu juga apa yang membuatku dulu termotivasi untuk ikut jenjang
pengkaderan tingkat 2 di KAMMI, Daurah Marhalah II KAMMI. Mungkin
awalnya hanya ikut-ikutan saja, selagi ada temen-temen sekelas (lagi) yang
mengajak tuk ikut sertifikasi sebagai tahap penyeleksian mengikuti DM 2. Serasa
gak PD mau ikut DM2 KAMMI mengingat aku yang belum ada apa-apanya di KAMMI
dibandingkan dengan teman-teman yang lain, yang telah aktif dan masuk dalam
kepengurusan. Lah aku...? habis DM1 aja kagak begitu aktif. Dijadikan panitia
sebagai staf seksi perlengkapan DM1 gelombang III juga gak aktif dan gak hadir
ketika acaranya. Ada lah diundang MK, sekali-kali datang. Mungkin termasuk
tidak diperhitungkan kali yaa dulu sehingga tidak nian-nian tuk diajaknya.
Pasca DM1 juga lum merasa sudah menjadi AB1, jadi pas ada acara
adventure yang diperuntukan untuk AB1, aku pun bingung mau ikut tapi itu untuk
AB1... “aku sudah AB1 belum ya...” Pikirku. Tapi karena diajak teman lagi bahwa
itu untuk yang sudah ikut DM1 ya akhirnya ikut juga adventure yang seru-seruan
itu dari UNJA mendalo menuju ke Kampus IAIN..tidak hanya jalan kaki aja, tapi
ada saatnya ditutup matanya, ada saatnya harus merayap, ada juga saatnya nyebur
ke kolam.
Masuk sebagai pengurus pun gak dari awal seperti temen-temen lainnya,
yaa karena tadi mungkin namaku belum termasuk satu yang dipertimbangkan kali
sama senior-senior di komisariat...he.. Baru masuk kepengurusan ketika masa PAW
(Pergantian Antar Waktu) sebagai staf biro Dana dan Usaha (Danus) untuk waktu
kurang lebih 3 bulan saja menjelang Muskom dilaksanakan. Selama 3 bulan itu gak
pernah rapat internal, karena kalo mau rapat yang datang Cuma berdua aja sama
koordinatornya. Jadi ya sudah, siap terima tugas aja deh. Buka bazar, ambil
barang di daniyah simpang kawat di bawa ke mendalo simpan dulu di sekre FOKUS
(secara CO nya dulu anak ekonomi) besoknya bawa ke depan perpustakaan, buka
lapak di sana. Ada beberapa kali di danus angkut2 barang bazar begitu. Selain
itu, mengkoordinir pemesanan kaos KAMMI komsat, PJ untuk yang ikhwannya.
Seperti itu yang baru bisa dilakukan selama 3 bulan akhir. Ketika laporan
surplus lho dari danus, artinya menghasilkan uang juga tuk nambah-nambah uang
kas komsat. Alhamdulillah...agak bangga lah dikit ketua komsatnya pas
LPJ...he...
Itu awal terlibat di kepengurusan. Setelah kepengurusan berganti
setelah Musyawarah Komisariat akhirnya aku ditunjuk lagi sebagai staf danus.
Wah...kedua kali nya nih, biar lebih maksimal kali ya tugas yang dahulu yang
hanya 3 bulan saja. Tapi ketika di awal aku tahunya masuk di danus hanya dari
SK milik temanku, sedangkan aku gak dikasih SK nya, dikonfirmasi pun tidak
sepertinya bahwa aku diminta sebagai staf danus. Mau minta ke ketua Komsatnya
segan. Tapi yaa sudahlah... karena melihat di bagian akhir SK itu tertulis
kapan pelantikannya. Akhirnya datang juga di pelantikan dan pembekalan pengurus Komisariat meski belum
dapat SK. Dan setelah itu bekerja menjalankan program bersama Co baru dan
anggota baru yang semuanya baru aku kenal. Dengan program masih angkut-angkut
barang bazar, pemesanan baju, buat Gantungan Kunci UNJA yang waktu itu belum
ada yang buat dari wajihah manapun dan lainnya lupa...he..
Akhirnya aku pun ikut sertifikasi yang pertama yakni tes tertulis. Yaa
ampun...banyak buanget soal yang harus dikerjakan. Ya sudah ku kerjakan mana
yang bisa saja dengan maksimal. Kemudian dilanjutkan dengan sertifikasi tahap 2
berupa wawancara di waktu yang berbeda. Janjian dengan teman-teman yang
sertifikasi tentang kapan bisa sama-sama menghadap tim sertifikasinya. Akhirnya
berlangsunglah tahap wawancara dengan waktu yang sudah ditetapkan. Lumayan juga
jawab soalnya meski sebetulnya yang ditanyakan tidak jauh-jauh amat dari soal
yang ada di tes tertulisnya. Dan akhirnya selesai pula tahap wawancara,
selanjutnya ninggal tunggu pengumuman layak atau tidak layak untuk mengikuti
DM2.
Taraaa.... pengumuman sudah dikeluarkan oleh tim sertifikasi yang
ditanda tangani oleh ketua kaderisasi dan ketua umum KAMMI daerah Jambi. Wah
wah... namaku ternyata ada di sana, berarti aku lulus sertifikasi dan
direkomendasikan mengikuti DM2. Masih gak yakin dan gak PD karena ternyata ada
yang enggak lulus yang menurutku dia sangat layak tuk ikut, apalagi dia
seniorku satua angkatan di atasku...waduh. Bahkan dia yang nantinya jadi Ketua
KAMMI Komisariat meski harus menyandang status masih AB1. Satu-satunya AB1 yang
bisa jadi ketua komisariat dengan bantuan intervensi pengurus KAMMI daerah yang
banyak turun ketika Muskom..he.
Masih dengan ketidakyakinan dan ketidak-PD-anku, aku harus ikut DM2?
Secara waktu itu masih sebagai staf danus yang masuk di masa PAW tadi. Belum
banyak berbuat, belum banyak kemampuan, belum banyak banyak lainnya. Berkat
semangat dari teman-teman yang juga diumumkan lulus, akhirnya akupun ikut DM2
yang diadakan di kampus UNJA juga. Meski persyaratan belum terpenuhi berupa
membuat makalah sesuai dengan tema yang sudah ditentukan karena kata kakak2
panitia yang penting datang dan ikut dulu. Ikut acaranya, daftarkan diri waktu
itu pembukaannya di aula KOPMA UNJA bayar Rp.50.000,- lumayan besar juga waktu
itu untuk dikeluarkan bagiku. Dan makalahnya dipaksa oleh panitia diselesaikan
ketika acara...terpaksa dibuatnya pas malam (kurangi waktu tidur demi
terselesaikannya sebuah makalah) karena siang harinya full acara.
Selama acara berlangsung perasaan tidak PD masih menggelayuti
pikiranku, karena terbebani bayangan ke belakang. Aku seorang yang belum
apa-apa..berbicara di depan forum aja gak berani apalagi mengungkapkan sebuah
ide, gagasan atau wacana. Tapi ya sudahlah, aku sudah berada di acara jadi
harus ku selesaikan sampai akhir, malu donk jika harus ijin keluar meninggalkan
tuh acara. Meskipun termasuk peserta paling kalem, gak banyak omong ketika di
forum diskusi kecil apalagi di diskusi besar. Ada lah ngomong sekali-kali
karena sepertinya dipaksa instruktur agar semua pesertaa bisa ngomong semua.
Malu dengan teman-teman yang sudah pandai berwacana apalagi pesertanya tidak
hanya dari satu kelas atau satu kampus saja. Ada yang dari IAIN dan dari
palembang. Perasaan bingung dengan materi-materi yang disajikan, apalagi dengan
diskusinya teman-teman peserta. Ngomong ngalor ngidul gua gak paham, jadi lebih
baik diam dan mengalir mengikuti seluruh rangkaian acara DM2.
Tapi, dari sinilah yang membuatku termotivasi untuk berubah. Diamnya
aku juga sambil berfikir kenapa aku tidak bisa seperti yang lain, pasti
sesungguhnya aku pun bisa seperti mereka. Diakhir acara disuruh buat kesan dan
pesan. Kesan ku yang kutekankan waktu itu adalah aku harus bisa menjadi seperti
yang lain, bisa berwacana, bisa mengungkapkan gagasan, berani berbicara di
hadapan forum. Itu yang aku tekankan, yang harus bisa kucapai pasca DM2. DM2
pun berakhir dengan hasil tekad bagi diriku untuk menjadi sesuatu yang berbeda
dari yang sebelumnya, apapun hasil penilaian panitia terhadapku selama acara
berlangsung, mau lulus atau tidak. Yang sebelumnya diam, harus bisa berani
berbicara. Harus bisa berwacana dan mengeuluarkan ide maupun sebuah gagasan.
Belum selesai ceritane. Yang lebih mengejutkan lagi, terkejut nih ceritanya dengan sebuah tawaran. Tawaran apa
itu. Ada yang menghubungiku, kakak akhwat 2001 Fakultas pertanian juga.
Tawarannya adalah bisa gak aku dimagangkan di departemen kaderisasi KAMMI
Daerah Jambi. Waduh.... Secara gua belum tau kondisi lulus tidaknya DM2 sudah
ditawari langsung ke KAMMI Daerah. Dengan nada yang meyakinkan aku yang katanya
hanya magang tidak seperti ketika jadi pengurus beneran ya akhirnya tak apa lah
ku terima. Gak tau sih apa pertimbangan mereka, mereka melihat apa dari diriku.
Apakah benar pandangan mereka tentangku dan keputusannya menarik diriku. Dari
mana pula mereka tahu tentangku. Mungkin karena secara MR ku waktu itu Ketua
Kaderisasi nya kali ya...he.
Akhirnya aku diajak tuk datang rapat internal Kaderisasinya dengan
membawa ketidak-PD-anku. Masuk ke sekretariat KAMMDA. Semua berkumpul dan
dimulailah rapatnya. Gimana mau PD ketika harus rapat bersama orang-orang yang
kuanggap sangat senior di KAMMI mereka rata-rata angkatan 2002 dan 2001. Jadi
paling junior, newbie. Kembali ngalir aja deh ikut pembahasan mereka. Tau gak
apa yang ternyata dibahas. Waduh lagi... Yang dibahas adalah kelulusan DM2 yang
aku sebagai pesertanya kemarin. Menilai satu persatu peserta. Bener aja nih...
aku gak banyak komentar aja deh akhirnya.
Waktu terus berjalan yang aku sebagai staf kaderisasi KAMMDA (magang
yaa) yang ternyata meskipun magang bebannya juga sama dengan yang lain..huhu..
Tetap sudah dianggap sebagai bagian dari kaderisasi. Tanggung jawab dan beban yang
sama dengan yang lain.
Aku jadi punya 2 amanah di KAMMI, pertama sebagai staf danus di
komisariat (pasca muskom yang ketuanya masih AB1..he) dan yang kedua sebagai
staf (magang) di kaderisasi KAMMI Jambi. Saking gak PD nya aku karena sudah
ditarik ke kammda karena merasa diri ini tak sehebat dari yang lulusan DM2
lainnya aku pun tak memberi tahu ke teman-teman yang lain bahwa aku juga
dimagangkan di Kaderisasi KAMMDA. Sampai batas waktu tertentu teman-teman di
komisariat tidak tahu tentang amanahku di KAMMDA. Hingga pada suatu saat pas
rapat BPH Komisariat ada yang memberitahunya, yakni koordinator Pengkom KAMMDA
(kalo gak salah) yang secara rutin hadir di BPH komisariat. Terkejut lah pasti
teman-teman yang lain, dan aku hanya diam saja sambil malu juga. Bayangkan
saja, yang lain saja masih harus di komisariat, sedangkan aku yang anak kemarin
sore sudah masuk di kammda aja.
Dua amanah tetap jalan semuanya dengan kapasitas yang berbeda lebih
besar all out di Danus Komsatnya. Untuk yang dikamda aku tetap ikut juga kalo
ada rapat yang tidak bertabrakan dengan agenda-agendaku. Dan sejak di tarik
sebagai staf (magang) kaderisasi itulah sampai akhirnya aku selalu dapat amanah
di KAMMI. 2 tahun pun terjalankan dengan full amanah sebagai staf
kaderisasinya. Mengikuti dinamika internal kaderisasi maupun dinamika KAMMI
daerah secara umum. Dinamika pergantian koordinator Kaderisasi sebanyak 3 kali
selama 2 tahun itu. Koordinator pertama awalnya mau cuti sebentar tapi akhirnya
tidak muncul lagi, sepertinya ada kesibukan dan amanah lain beliaunya waktu
itu. Akhirnya di PJS kan ke CO salah satu divisi, berjalan selama beberapa
waktu yang akhirnya karena ada sesuatu hal yang mengharuskan dia tidak bisa
melanjutkan amanahnya akhirnya diganti lagi dengan yang ketiga, seorang akhwat
kakak yang mengajakku magang di kaderisasi dulu. Hingga MUSDA co Kaderisasi
bersama dia. Banyak belajar yang pasti aku dari itu semua.
Sejak dari sana, aku pun tidak pernah lepas dari kaderisasi. Berbagai
suplemen kekaderisasian selalu diberikan oleh senior2 di KAMMI selama di
kepengurusan. Terima kasih untuk semuanya. Untuk sebuah motivasi tekad
perubahan.
Jambi, 06 Nopember 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar