Selasa, 05 November 2013

DM2 Awal tekad Perubahanku.



Gak tahu juga apa yang membuatku dulu termotivasi untuk ikut jenjang pengkaderan tingkat 2 di KAMMI, Daurah Marhalah II KAMMI. Mungkin awalnya hanya ikut-ikutan saja, selagi ada temen-temen sekelas (lagi) yang mengajak tuk ikut sertifikasi sebagai tahap penyeleksian mengikuti DM 2. Serasa gak PD mau ikut DM2 KAMMI mengingat aku yang belum ada apa-apanya di KAMMI dibandingkan dengan teman-teman yang lain, yang telah aktif dan masuk dalam kepengurusan. Lah aku...? habis DM1 aja kagak begitu aktif. Dijadikan panitia sebagai staf seksi perlengkapan DM1 gelombang III juga gak aktif dan gak hadir ketika acaranya. Ada lah diundang MK, sekali-kali datang. Mungkin termasuk tidak diperhitungkan kali yaa dulu sehingga tidak nian-nian tuk diajaknya.

Pasca DM1 juga lum merasa sudah menjadi AB1, jadi pas ada acara adventure yang diperuntukan untuk AB1, aku pun bingung mau ikut tapi itu untuk AB1... “aku sudah AB1 belum ya...” Pikirku. Tapi karena diajak teman lagi bahwa itu untuk yang sudah ikut DM1 ya akhirnya ikut juga adventure yang seru-seruan itu dari UNJA mendalo menuju ke Kampus IAIN..tidak hanya jalan kaki aja, tapi ada saatnya ditutup matanya, ada saatnya harus merayap, ada juga saatnya nyebur ke kolam.

Masuk sebagai pengurus pun gak dari awal seperti temen-temen lainnya, yaa karena tadi mungkin namaku belum termasuk satu yang dipertimbangkan kali sama senior-senior di komisariat...he.. Baru masuk kepengurusan ketika masa PAW (Pergantian Antar Waktu) sebagai staf biro Dana dan Usaha (Danus) untuk waktu kurang lebih 3 bulan saja menjelang Muskom dilaksanakan. Selama 3 bulan itu gak pernah rapat internal, karena kalo mau rapat yang datang Cuma berdua aja sama koordinatornya. Jadi ya sudah, siap terima tugas aja deh. Buka bazar, ambil barang di daniyah simpang kawat di bawa ke mendalo simpan dulu di sekre FOKUS (secara CO nya dulu anak ekonomi) besoknya bawa ke depan perpustakaan, buka lapak di sana. Ada beberapa kali di danus angkut2 barang bazar begitu. Selain itu, mengkoordinir pemesanan kaos KAMMI komsat, PJ untuk yang ikhwannya. Seperti itu yang baru bisa dilakukan selama 3 bulan akhir. Ketika laporan surplus lho dari danus, artinya menghasilkan uang juga tuk nambah-nambah uang kas komsat. Alhamdulillah...agak bangga lah dikit ketua komsatnya pas LPJ...he...

Itu awal terlibat di kepengurusan. Setelah kepengurusan berganti setelah Musyawarah Komisariat akhirnya aku ditunjuk lagi sebagai staf danus. Wah...kedua kali nya nih, biar lebih maksimal kali ya tugas yang dahulu yang hanya 3 bulan saja. Tapi ketika di awal aku tahunya masuk di danus hanya dari SK milik temanku, sedangkan aku gak dikasih SK nya, dikonfirmasi pun tidak sepertinya bahwa aku diminta sebagai staf danus. Mau minta ke ketua Komsatnya segan. Tapi yaa sudahlah... karena melihat di bagian akhir SK itu tertulis kapan pelantikannya. Akhirnya datang juga di pelantikan dan  pembekalan pengurus Komisariat meski belum dapat SK. Dan setelah itu bekerja menjalankan program bersama Co baru dan anggota baru yang semuanya baru aku kenal. Dengan program masih angkut-angkut barang bazar, pemesanan baju, buat Gantungan Kunci UNJA yang waktu itu belum ada yang buat dari wajihah manapun dan lainnya lupa...he..

Akhirnya aku pun ikut sertifikasi yang pertama yakni tes tertulis. Yaa ampun...banyak buanget soal yang harus dikerjakan. Ya sudah ku kerjakan mana yang bisa saja dengan maksimal. Kemudian dilanjutkan dengan sertifikasi tahap 2 berupa wawancara di waktu yang berbeda. Janjian dengan teman-teman yang sertifikasi tentang kapan bisa sama-sama menghadap tim sertifikasinya. Akhirnya berlangsunglah tahap wawancara dengan waktu yang sudah ditetapkan. Lumayan juga jawab soalnya meski sebetulnya yang ditanyakan tidak jauh-jauh amat dari soal yang ada di tes tertulisnya. Dan akhirnya selesai pula tahap wawancara, selanjutnya ninggal tunggu pengumuman layak atau tidak layak untuk mengikuti DM2.

Taraaa.... pengumuman sudah dikeluarkan oleh tim sertifikasi yang ditanda tangani oleh ketua kaderisasi dan ketua umum KAMMI daerah Jambi. Wah wah... namaku ternyata ada di sana, berarti aku lulus sertifikasi dan direkomendasikan mengikuti DM2. Masih gak yakin dan gak PD karena ternyata ada yang enggak lulus yang menurutku dia sangat layak tuk ikut, apalagi dia seniorku satua angkatan di atasku...waduh. Bahkan dia yang nantinya jadi Ketua KAMMI Komisariat meski harus menyandang status masih AB1. Satu-satunya AB1 yang bisa jadi ketua komisariat dengan bantuan intervensi pengurus KAMMI daerah yang banyak turun ketika Muskom..he.

Masih dengan ketidakyakinan dan ketidak-PD-anku, aku harus ikut DM2? Secara waktu itu masih sebagai staf danus yang masuk di masa PAW tadi. Belum banyak berbuat, belum banyak kemampuan, belum banyak banyak lainnya. Berkat semangat dari teman-teman yang juga diumumkan lulus, akhirnya akupun ikut DM2 yang diadakan di kampus UNJA juga. Meski persyaratan belum terpenuhi berupa membuat makalah sesuai dengan tema yang sudah ditentukan karena kata kakak2 panitia yang penting datang dan ikut dulu. Ikut acaranya, daftarkan diri waktu itu pembukaannya di aula KOPMA UNJA bayar Rp.50.000,- lumayan besar juga waktu itu untuk dikeluarkan bagiku. Dan makalahnya dipaksa oleh panitia diselesaikan ketika acara...terpaksa dibuatnya pas malam (kurangi waktu tidur demi terselesaikannya sebuah makalah) karena siang harinya full acara.

Selama acara berlangsung perasaan tidak PD masih menggelayuti pikiranku, karena terbebani bayangan ke belakang. Aku seorang yang belum apa-apa..berbicara di depan forum aja gak berani apalagi mengungkapkan sebuah ide, gagasan atau wacana. Tapi ya sudahlah, aku sudah berada di acara jadi harus ku selesaikan sampai akhir, malu donk jika harus ijin keluar meninggalkan tuh acara. Meskipun termasuk peserta paling kalem, gak banyak omong ketika di forum diskusi kecil apalagi di diskusi besar. Ada lah ngomong sekali-kali karena sepertinya dipaksa instruktur agar semua pesertaa bisa ngomong semua. Malu dengan teman-teman yang sudah pandai berwacana apalagi pesertanya tidak hanya dari satu kelas atau satu kampus saja. Ada yang dari IAIN dan dari palembang. Perasaan bingung dengan materi-materi yang disajikan, apalagi dengan diskusinya teman-teman peserta. Ngomong ngalor ngidul gua gak paham, jadi lebih baik diam dan mengalir mengikuti seluruh rangkaian acara DM2.

Tapi, dari sinilah yang membuatku termotivasi untuk berubah. Diamnya aku juga sambil berfikir kenapa aku tidak bisa seperti yang lain, pasti sesungguhnya aku pun bisa seperti mereka. Diakhir acara disuruh buat kesan dan pesan. Kesan ku yang kutekankan waktu itu adalah aku harus bisa menjadi seperti yang lain, bisa berwacana, bisa mengungkapkan gagasan, berani berbicara di hadapan forum. Itu yang aku tekankan, yang harus bisa kucapai pasca DM2. DM2 pun berakhir dengan hasil tekad bagi diriku untuk menjadi sesuatu yang berbeda dari yang sebelumnya, apapun hasil penilaian panitia terhadapku selama acara berlangsung, mau lulus atau tidak. Yang sebelumnya diam, harus bisa berani berbicara. Harus bisa berwacana dan mengeuluarkan ide maupun sebuah gagasan.

Belum selesai ceritane. Yang lebih mengejutkan lagi, terkejut nih  ceritanya dengan sebuah tawaran. Tawaran apa itu. Ada yang menghubungiku, kakak akhwat 2001 Fakultas pertanian juga. Tawarannya adalah bisa gak aku dimagangkan di departemen kaderisasi KAMMI Daerah Jambi. Waduh.... Secara gua belum tau kondisi lulus tidaknya DM2 sudah ditawari langsung ke KAMMI Daerah. Dengan nada yang meyakinkan aku yang katanya hanya magang tidak seperti ketika jadi pengurus beneran ya akhirnya tak apa lah ku terima. Gak tau sih apa pertimbangan mereka, mereka melihat apa dari diriku. Apakah benar pandangan mereka tentangku dan keputusannya menarik diriku. Dari mana pula mereka tahu tentangku. Mungkin karena secara MR ku waktu itu Ketua Kaderisasi nya kali ya...he.

Akhirnya aku diajak tuk datang rapat internal Kaderisasinya dengan membawa ketidak-PD-anku. Masuk ke sekretariat KAMMDA. Semua berkumpul dan dimulailah rapatnya. Gimana mau PD ketika harus rapat bersama orang-orang yang kuanggap sangat senior di KAMMI mereka rata-rata angkatan 2002 dan 2001. Jadi paling junior, newbie. Kembali ngalir aja deh ikut pembahasan mereka. Tau gak apa yang ternyata dibahas. Waduh lagi... Yang dibahas adalah kelulusan DM2 yang aku sebagai pesertanya kemarin. Menilai satu persatu peserta. Bener aja nih... aku gak banyak komentar aja deh akhirnya.

Waktu terus berjalan yang aku sebagai staf kaderisasi KAMMDA (magang yaa) yang ternyata meskipun magang bebannya juga sama dengan yang lain..huhu.. Tetap sudah dianggap sebagai bagian dari kaderisasi. Tanggung jawab dan beban yang sama dengan yang lain.

Aku jadi punya 2 amanah di KAMMI, pertama sebagai staf danus di komisariat (pasca muskom yang ketuanya masih AB1..he) dan yang kedua sebagai staf (magang) di kaderisasi KAMMI Jambi. Saking gak PD nya aku karena sudah ditarik ke kammda karena merasa diri ini tak sehebat dari yang lulusan DM2 lainnya aku pun tak memberi tahu ke teman-teman yang lain bahwa aku juga dimagangkan di Kaderisasi KAMMDA. Sampai batas waktu tertentu teman-teman di komisariat tidak tahu tentang amanahku di KAMMDA. Hingga pada suatu saat pas rapat BPH Komisariat ada yang memberitahunya, yakni koordinator Pengkom KAMMDA (kalo gak salah) yang secara rutin hadir di BPH komisariat. Terkejut lah pasti teman-teman yang lain, dan aku hanya diam saja sambil malu juga. Bayangkan saja, yang lain saja masih harus di komisariat, sedangkan aku yang anak kemarin sore sudah masuk di kammda aja.

Dua amanah tetap jalan semuanya dengan kapasitas yang berbeda lebih besar all out di Danus Komsatnya. Untuk yang dikamda aku tetap ikut juga kalo ada rapat yang tidak bertabrakan dengan agenda-agendaku. Dan sejak di tarik sebagai staf (magang) kaderisasi itulah sampai akhirnya aku selalu dapat amanah di KAMMI. 2 tahun pun terjalankan dengan full amanah sebagai staf kaderisasinya. Mengikuti dinamika internal kaderisasi maupun dinamika KAMMI daerah secara umum. Dinamika pergantian koordinator Kaderisasi sebanyak 3 kali selama 2 tahun itu. Koordinator pertama awalnya mau cuti sebentar tapi akhirnya tidak muncul lagi, sepertinya ada kesibukan dan amanah lain beliaunya waktu itu. Akhirnya di PJS kan ke CO salah satu divisi, berjalan selama beberapa waktu yang akhirnya karena ada sesuatu hal yang mengharuskan dia tidak bisa melanjutkan amanahnya akhirnya diganti lagi dengan yang ketiga, seorang akhwat kakak yang mengajakku magang di kaderisasi dulu. Hingga MUSDA co Kaderisasi bersama dia. Banyak belajar yang pasti aku dari itu semua.

Sejak dari sana, aku pun tidak pernah lepas dari kaderisasi. Berbagai suplemen kekaderisasian selalu diberikan oleh senior2 di KAMMI selama di kepengurusan. Terima kasih untuk semuanya. Untuk sebuah motivasi tekad perubahan.

Jambi, 06 Nopember 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar