Jumat, 28 Januari 2022

Taman Hutan Kota Muhammad Sabki Kota Jambi.

Kali ini aku mau jalan-jalan ke Taman Hutan Kota Muhammad sabki, mau tau apa aja sekarang yang ada di sana, yuk ikut bersamaku.

Taman Hutan Kota yang termasuk Ruang Terbuka Hijau dengan luas mencapai 11 hektare ini cukup mudah diakses karena masih berada di tengah Kota Jambi tepatnya di Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi.

Yuk sama-sama kita eksplore taman hutan kota ini, sebelum masuk kita harus membayar tiket masuk dahulu. Harga tiketnya sangat terjangkau bagi semua kalangan yaitu anak-anak 3.000,- dan orang dewasa 5.000,- perorang

Sesuai peraturan daerah Kota Jambi No 12 Tahun 2009 tentang retribusi taman hutan kota muhammad sabki. Dari retribusi ini akan menjadi Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Provinsi Jambi lho teman-teman.

Taman Hutan Kota Muhammad Sabki atau secara singat masyarakat menyebutnya dengan Taman Hutan Kota merupakan gagasan dari Walikota Jambi terdahulu, Muhammad Sabki Walikota Jambi pada periode 1993 - 1997. Bapak Muhammad Sabki menetapkan kawasan seluas 10 hektar sebagai hutan kota dengan keputusan Walikota Jambi No. 607 tahun 1995 tanggal 12 Desember 1995, Kemudian Tahun 2003 Pemerintah Kota Jambi Menambah Luas Taman seluas 1 hektare untuk keperluan areal parkir dan kantor sehingga luas Taman Hutan Kota ini menjadi 11 hektare.

 


Taman hutan kota merupakan satu diantara tempat pariwisata outdoor di Kota Jambi yang multifungsi, sebagai tempat wisata alam, olahraga, taman arena bermain anak-anak, perkemahan, outbond. Serta juga sebagai sarana pendidikan dan penelitian, pelestarian plasma nutfah, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa serta ekosistem serta budidaya hasil hutan bukan kayu.

 

Di dalam hutan kota juga tersedia pendopo yang bisa digunakan sebagai tempat pertemuan. Dan juga ada podium pertunjukan yang sangat cocok digunakan untuk pementasan seni atau acara lainnya.

 

 

Taman Hutan Kota menjadi salah satu tempat wisata favorit tempat bagi keluarga maupun para anak muda. Karna nuansa alami yang ada dihutan kota, udara yang sejuk dan menyegarkan, juga sebagai penyumbang Oyang sehat ,mengingat Hutan Kota masih memiliki ratusan hingga ribuan pohon besar sebagai penyerap CO2 dari polusi kota.

 

 

 Selain itu kini di Taman Hutan Kota terdapat beberapa satwa yang dipelihara dan bisa dijadikan sebagai sarana edukasi bagi pengunjung terkait beberapa satwa yang ada.  Dan yang paling favorit sepertinya bagi para pengunjung yakni pengunjung bisa menikmati terapi ikan. Wahhh seru sekali dengan kita memasukan kaki kita ke dalam kolam, kemudian ikan-ikan akan berdatangan di kaki kita untuk menggigit2i kulit bagian luar kita,,,, seru deh sensasinya.

Terdapat beberapa jenis pohon yang telah tumbuh secara alami, diantaranya Gaharu, Sindur, Pinang Hutan, Durian Hutan, dan lain-lain. Selain sebagai pusat pelestarian keanekaragaman hayati, Taman Hutan Kota juga sebagai sarana edukasi sehingga Taman Hutan Kota Muhammad Sabki berusaha menyediakan informasi yang memadai mengenai tanaman yang ada.

Kini Taman Hutan Kota Muhammad Sabki telah memanfaatkan teknologi QR code untuk pelabelan tanaman. QR code yang dipasang di setiap pohon dapat dipindai menggunakan perangkat Android yang sudah dipasang QR code reader, selanjutnya secara otomatis memindai data yang telah tertanam pada QR code, maka berbagai informasi tentang pohon tersebut dengan mudah kita baca di HP.

 

Kamis, 27 Januari 2022

Tugu Keris Siginjai Kota Jambi, Icon Jambi

Hai teman-teman, kali ini aku ingin mengajak temen-temen semua untuk mengenal salah satu tempat yang juga menjadi icon kota jambi, ya Tugu Keris Namanya.

 Tugu keris ini letaknya tepat berada di pusat perkantoran Wali Kota Jambi, di kecamatan Kota Baru. diresmikan pada tahun 2018 langsung oleh Wali Kota Jambi Syarif Fasha.

 

Sebelum dirombak  menjadi Tugu Keris Siginjai, ornamen ini dinamakan Tugu Monas. Pemerintah kota jambi membuat kebijakan untuk merombak tugu yang lama, dikarenakan ornamen tersebut menyerupai monas yang ada di Jakarta. Perubahannya pun tidak semuanya, hanya mengganti bagian atas dari bentuk api monas menjadi keris siginjai, serta sedikit penambahan pipa galvanis untuk menghiasi tugu utama.

Keris Siginjai terbuat dari tembaga murni, Pemerintah Kota Jambi memesan langsung keris dari Yogyakarta, yang dibuat oleh para pengrajin seni berpengalaman di Pusat Kerajinan Tembaga dan Kuningan, Nursih Basuki Art Studio, Kotagede. Keris ini memiliki tinggi sekitar 9 meter. Sementara tinggi keseluruhannya sekitar kurang lebih 28 meter.

Tugu keris siginjai memiliki sembilan struktur besi pipa galvanis berbentuk spiral yang saling merangkai membentuk satu kesatuan. Sebagai Penopang keris siginjai dan menyelimuti patung angsa.


Hal ini melambangkan luas wilayah kerajaan Jambi dahulu yang meliputi sembilan buah lurah yang dialiri oleh anak-anak sungai yang masing-masing bernama Batang Asai, Batang Merangin, Batang Masurai, Batang Tabir, Batang Senamat, Batang Jujuhan, Batang Bungo, Batang Tebo dan Batang Tembesi.

Batang-batang ini merupakan anak sungai Batanghari yang keseluruhannya itu merupakan wilayah kerajaan Jambi sehingga sampai pada saat ini dikenal sebagai semboyan provinsi Jambi yaitu sepucuk Jambi sembilan lurah.

Penjelasan mengenai tugu keris siginjai dan beberapa sejarah tentang Jambi juga tergambar pada bagian dinding bawah tugu keris. Sehingga penjelasan ini dinilai sangat bermanfaat, karena para pengunjung tidak perlu repot lagi membuka sejarah Tugu Keris Siginjai di Internet. Sangat efektif untuk menambah wawasan tentang jambi selain menikmati keindahan tugu keris saja.

 

Kawasan Tugu Keris Siginjai saat ini menjadi kawasan yang multifungsi. Biasanya digunakan masyarakat untuk bersantai, olahraga, berswafoto dan lainnya. Setiap Minggu pagi kawasan ini dijadikan tempat Car Free Day (CFD) dan rutin digelar senam pagi. Kawasan ini juga dimanfaatkan pedagang kaki lima untuk berjualan.

 Jika dilihat pada malam hari, di sekitar kawasan Tugu Keris Siginjai dilengkapi dengan lampu yang berwarna-warni serta air mancur.

Bahkan pada Sabtu Malam Pemerintah kota juga menyelenggarakan acara rutin  Car Free Night (sebelum ditutup sementara dikarenakan masa pandemic covid 19).  Pada kegiatan Car Free Night  biasanya setiap kecamatan dan organisasi bergantian mengisi acara.

Pada sabtu malam tersebut, Kawasan tugu keris selalu ramai oleh masyarakat kota jambi khususnya, baik itu anak muda maupun yang sudah berkeluarga. Hanya untuk sekedar nongkrong, cerita-cerita sambil menikmati minuman dan makan ringan. Ataupun hanya sekedar jalan-jalan bersama teman ataupun keluarga melihat-lihat berbagai jualan dari pakaian, perlengkapan rumah, dan sebagainya. Pokoknya ramai deh kalo malam minggu ke sini…

Jangan lupa jika ingin datang ke Tugu Keris Siginjai pada Sabtu Malam dan Minggu Pagi agar menyiapkan sedikit uang untuk jajan. Karena berbagai jenis makanan ringan tersedia baik saat CFN maupunCFD.

Aktivitas malam minggu di sekitar tugu ini sempat ditutup beberapa bulan yang lalu karena adanya peningkatan kasus virus covid 19. Tetapi untuk saat ini terutama pada saat car free day maupun car free night di Tugu Keris Siginjai ini telah diadakan kembali.

 Tak hanya itu, di sekitar tugu juga terdapat banyak pedagang makanan. Mulai dari makanan ringan hingga makanan berat. Bagi teman brisik yang ingin nongkrong di sini tak perlu takut kelaparan atau takut telat makan karena di sini ada beragam makanan yang bisa kita nikmati. Mulai dari camilan seperti telur congkel, sosis goreng, pempek bakar hingga mie ayam, nasi goreng dan masih banyak lagi. Ada pula pertunjukan musik saat ada acara tertentu yang membuat nongkrong bersama teman atau keluarga makin menjadi asik.

Selain fungsinya yang lumayan penting, penggunaan keris siginjai sebagai ikon dari bundaran tersebut juga sangat penting bagi masyarakat Jambi. keris siginjai adalah nama keris yang ikut berperan dalam terbentuknya kerajaan Jambi. Awalnya keris siginjai ini bernama gonjai yang merupakan hadiah pernikahan dari raja mataram untuk Orang Kayo Hitam dan Puteri Mayang Mangurai.

 Orang Kayo Hitam sendiri adalah anak dari Datuk Paduka Berhalo dan Putri Selaras Pinang Masak yang memberontak atas otoriter kerajaan mataram. Gonjai tersebut sebenarnya adalah keris yang digunakan untuk membunuh Orang Kayo Hitam. Namun setelah negosiasi akhirnya Orang Kayo Hitam dan Raja Mataram memutuskan berdamai dengan pernikahannya dan pemberian wilayah kekuasaan Jambi. Orang Kayo Hitam lantas mendirikan kerajaan Jambi yang merupakan asal muasal provinsi Jambi. Gonjai kemudian berubah nama menjadi keris siginjai. Karena itulah tugu keris siginjai ini tidak hanya sekedar penghias tugu, tapi punya arti tersendiri dihati masyarakat Jambi. terutama masyarakat yang paham akan sejarahnya. 

Tugu Adipura, simbol Jambi Kota Bersih.

Taman Tugu Adipura, merupakan tugu yang menandakan bahwa kota jambi telah mendapatkan penghargaan Adipura yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Adipura sendiri adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan, dimana kegiatan ini merupakan program nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Penghargaan Piala adipura merupakan sebuah prestasi menggembirakan bagi setiap kota sekaligus kepala daerah yang meraihnya.

Kriteria penilaian Adipura terdiri dari 2 indikator pokok yakni yang pertama indikator kondisi lingkungan perkotaan (fisik) dalam hal ini mencakup kebersihan semua wilayah dalam kota dan keteduhan kota, yaitu kelestarian lingkungan dalam kota dengan representasi ruang hijau dan lainnya, yang kedua yakni indikator pengelolaan lingkungan perkotaan (non-fisik), yang meliputi institusi, manajemen, dan daya tanggap

Pada Tahun 2017 kota jambi telah menerima adipura kelima secara berturut-turut.



Dalam rangka mendapatkan dan atau mempertahankan piala adipura, pemerintah kota selalu mengupayakan berbagai cara agar terjaganya kebersihan lingkungan di Kawasan perkotaan.

Kota yang bersih dan teduh tidak akan pernah terealisasikan tanpa peran serta aktif dari warganya. Pemerintah hanya sanggup menyediakan dana dan fasilitas saja sementara seluruh elemen masyarakat yang akan menjaga dan memelihara

 

Taman tugu adipura kota jambi ini terletak di Jalan sukarno hatta yang bereseberangan langsung dengan patung tari sekapur sirih. Tari sekapur sirih sebagai simbol penyambutan bagi tamu yang baru dating di kota jambi, karena letaknya juga searah dengan jalan utama menuju bandaha sukarno hatta.

Selasa, 25 Januari 2022

Taman Arena Remaja merupakan salah satu tempat wisata yang berada di kota jambi, tepatnya di kecamatan Kota baru. Taman ini juga termasuk Ruang Terbuka Hijau dikarenakan  Taman Arena Remaja memiliki banyak pohon rindang di atas tanah seluas sekitar 2 Hektar.

Taman yang berada di Jl. H. Agus Salim ini sangat cocok untuk tempat bersantai, dengan pohon-pohon besar dan rindang membuat suasana menjadi sejuk dan nyaman, dan juga nikmatnya mata dengan melihat beberapa jenis bunga yang ditanam di sana.

Akses ke lokasi mudah dijangkau, karena berada dikawasan kota baru yang merupakan pusat pemerintahan Kota Jambi.  Taman ini hanya berjarak sekitar 300 meter dari Tugu Keris Siginjai

Pemerintah kota jambi telah banyak melakukan pembaharuan dalam pembangunan taman ini sehingga taman ini menjadi ramah terhadap anak-anak. Aneka ragam arena permainan untuk anak-anak tersedia di sini. Sangat cocok sekali untuk keluarga mengunjungi taman ini.



Pengunjung dapat bersantai dengan duduk dibangku-bangku kecil, ayunan dan arena permainan yang telah disediakan. Selain itu, taman arena remaja juga menyediakan beberapa fasilitas bermain, pendopo, dan juga panggung yang biasanya dijadikan sebagai tempat pertunjukan seni.

Suasana yang nyaman dengan banyaknya pepohonan juga bisa dijadikan untuk berswafoto dengan background yang sedikit aestetic.

Untuk memasuki Taman Arena Remaja, tidak dikenakan biaya, ya paling hanya biaya parkir kendaraan saja. Pengunjung bebas masuk dan bermain di sarana permainan sepuasnya secara gratis.

untuk bagian depan area Taman Remaja kini labih banyak diisi dengan banyaknya pedagang mainan anak-anak yang menyewakan wahana atau sarana bermainnya.

Masjid Cheng Hoo, Destinasi Religi di Kota Jambi

Masjid Muhammad Cheng hoo, berada di Jalan Ibrahim Ripin kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi. Bangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo ini, diresmikan pada tanggal 12 Februari 2021, atau bertepatan dengan tradisi imlek.  Desain masjid ini bentuknya seperti Kelenteng, rumah peribadatan warga Tionghoa, terutama umat Konghucu. Pembangunan masjid ini, terinspirasi dari Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, masjid pertama dengan arsitektur budaya Tionghoa di Indonesia.

Masjid ini memiliki luas 20x20 meter, di atas tanah seluas 2.380 meter persegi. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Gubernur Hasan Basri Agus ketika itu, tepatnya tanggal 22 Juli 2012.

Masjid Muhammad Cheng Hoo ini digagas oleh seorang mualaf yang dulunya merupakan mantan ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Provinsi Jambi, yaitu bapak Haji Rusli.



Arsitektur masjid Cheng Hoo ini pastinya sangat kental dengan budaya Tionghoa. Undak-undakan pada Kubah utamanya menyerupai pagoda yang menjadi ciri khas rumah ibadah warga Tionghoa. Sementara atap masjidnya, di setiap ujungnya berbentuk sanding tunggal dengan tingkat kemiringan yang menjuntai ke atas, yang juga khas arsitektur bangunan Tionghoa.

Dua tiang yang cukup besar dengan dilengkapi lampion pada sisi kiri dan kanan pada atap bagian depan masjid, makin membuatnya elok dipandang. Sebagaimana umumnya warga juga memilih berswafoto di depan pintu utama masjid ini.

Masjid ini memiliki tiga pintu utama yang berbentuk bulat yang dibalut warna hijau tua. Begitu pula tempat imam salat di dalam masjid juga berbentuk bulat. Perpaduan warna hijau tua dan kuning makin membuat masjid ini tampak khas.

Penamaan Laksamana Cheng Ho pada masjid ini merupakan bentuk penghormatan pada sosok Cheng Hoo. Laksamana Cheng Ho adalah seorang penjelajah terkenal dari China yang mengembara antara 1405-1433. Selama kurang lebih 28 tahun melakukan ekspedisi ke berbagai negeri di Afrika dan Asia, termasuk Indonesia. Saat itu, armadanya terdiri 307 kapal yang membawa sekitar 27.000 pelaut. Bahkan hingga saat ini, belum ada yang dapat melebihi armada yang dimiliki Laksamana Cheng Ho. Namanya pun tidak asing di Indonesia, karena diyakini turut menyebarkan agama Islam di nusantara. Awal kehidupan

Penjelasan singkat tentang masjid Muhammad Cheng Hoo ini dibuat oleh panitia pembangunan dalam bentuk lukisan dinding di sisi kanan masjid, tepatnya berdampingan tempat wudhu bagi pengunjung laki-laki. Pengunjung juga dapat melihat lukisan laksamana yang bernama lengkap Muhammad Cheng Hoo bersama kapal yang digunakan saat mengarungi Samudera Hindia.