Sabtu, 24 November 2012

ITJ Jambi Sebar Flyer

Merupakan agenda perdana dari Indonesia Tanpa JIL (ITJ) Chapter Jambi pada hari Minggu (25 Nopember 2012) berupa agenda sebar Flyer. Sebar Flyer yang dilaksanakan  di lapangan gubernuran ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Kota Jambi yang ada di tempat. Edukasi yang dimaksud adalah berupa memberikan pemahaman tentang bahaya pemikiran Jaringan Islam Liberal (JIL) yang kini telah banyak beredar di sekitar masyarakat.  Pemaparan yang disampaikan oleh anggota ITJ ini menggunakan media flyer berupa selembar kertas yang terdbagi dalam empat halaman. Flyer tersebut berisi tentang gerakan Indonesia Tanpa JIL itu sendiri sekaligus maksud dan tujuan dari gerakan ini dan juga berupa contoh-contoh pernyataan-pernyataan dari Kaum JIL yang menyimpang dari pemahaman islam yang sesungguhnya.

Lapangan gubernur memang sudah menjadi rutinitas bagi masyarakat sekitar perkantoran Gubernuran ketika hari minggu pagi dijadikan sebagai tempat untuk olah raga pagi atau jalan-jalan pagi. Mereka terdiri dari satu keluarga, para remaja, pemuda-pemudi, dan elemen masyarakat lainnya. Selain tebar Flyer anggota ITJ Jambi juga melakukan agenda galang dana sekaligus untuk bantuan Gaza, Palestina.
















Rabu, 21 November 2012

Sudah berapa Banyak ISRAEL???



Sudah berapa puluh tahunkah israel menyerang pasukkan mujahidin palestina? Tetap saja mereka tidak bisa menaklukan palestina hingga hari ini.

Sudah berapa banyakkah perlengkapan perang yang israel siapkan untuk menggempur pertahanan Mujahidin Palestina? Tetap saja mereka tidak bisa menaklukkan palestina hingga hari ini.

Sudah berapa banyakkah strategi yang dibuat israel untuk melemahkan mujahidin palestina? Tetap saja mereka tidak bisa menaklukkan palestina hingga hari ini.

Sudah berapa banyakkah pasukan militer yang dikerahkan israel untuk mengalahkan Mujahidin Palestina? Tetap saja mereka tidak bisa menaklukkan palestina hingga hari ini.

Sudah berapa banyakkah teror yang dilancarkan israel untuk menakut-nakuti Mujahidin dan rakyat Palestina? Tetap saja mereka tidak bisa menaklukan Palestina hingga hari ini.

Sudah berapa banyakkah Israel membunuh syahid Mujahidin dan Rakyat Palestina untuk menggentarkan perjuangan mujahidin palestina? Tetap saja mereka tidak bisa menaklukan Palestina hingga hari ini.

Sudah berapa banyakkah tenaga, pemikiran, uang yang Israel curahkan untuk menaklukkan Mujahidin palestina? Tetap saja Mereka tidak bisa menaklukan palestina hingga hari ini.

Sudah berapa banyakkah kebohongan-kebohongan publik yang israel ciptakan untuk melumpuhkan mujahidin palestina? Tetap saja mereka tidak bisa menaklukan Palestina hingga hari ini.

Seluruh dunia telah menjadi saksi atas perjuangan yang dilakukanoleh mujahidin dan rakyat palestina. Mereka yang begitu kuat dan tegar untuk mempertahankan tanahnya dan kemuliaannya atas bangsa penjajah Israel. Sudah begitu banyak usaha yang dilakukan israel untuk menaklukan Palestina, akan tetapi semuanya sia-sia. Kemarin (waktu setempat) telah dilakukan gencatan senjata antara Israel dan Palestina. Ini sebagai bukti bahwa sesungguhnya Israel telah kalah, mereka takut untuk melanjutkan pertempuran. Mereka lebih takut untuk mati jika dibandingkan Mujahidin Palestina yang malah mencari mati.

Mungkin ini merupakan salah satu strategi israel untuk berhenti sejenak dalam perang. Mereka akan meredam ketakutan militernya dahulu dalam menghadapi Mujahidin Palestina. Karena sesungguhnya pasti mereka tidak akan puas sebelum palestina benar-benar kalah dan tanah palestina menjadi miliknya. Dan serangan Israel akan tercetus kembali di kemudian hari.

Pertarungan Israel vs Palestina merupakan pertarungan akidah. Masing-masing memiliki akidah untuk menang dalam pertarungan tersebut dan atas pendudukan negeri palestina itu. Israel memiliki akidah menang dalam kitabnya dan begitu pula dengan rakyat Palestina memiliki akidah kemenangan melalui Al-Qur’an dan Al-Hadits. Sehingga ini akan membuktikan pula akidah siapa yang benar atas kemenangan yang sesungguhnya di masa depan. Bangsa Israel yang sesungguhnya adalah bangsa pembangkang. Bangsa yang sesungguhnya tidak mau menerima apa yang telah dikabarkan dalam alkitabnya mengenai kenabian Muhammad yang kemudian diperintahkan untuk beriman kepada Muhammad sekaligus apa yang dibawanya.

Palestina, bukan hanya Mujahidin dan rakyat Palestina saja yang mempertahankannya. Akan tetapi, Kita semua umat muslim meyakini bahwa Palestina adalah tanah para nabi yang mendapat perlindungan pula dari Allah sang Maha kuasa. Tanah yang telah dijanjikan oleh Rasulullah sebagai tanahnya kaum muslimin. Maka sampai kapanpun Palestina tidak akan jatuh kepada kaum zionis Israel. Jadi berapapun banyaknya usaha bangsa israel mencoba untuk menaklukkannya mereka tidak akan mampu. Allahu Akbar....!!!!

Yudhi Prasetyo,
Kamis, 22 Nopember 2012.

Selasa, 20 November 2012

PALESTINA, UJIAN BAGINYA DAN MANUSIA SE-DUNIA.




Peristiwa gaza, palestina akan memberikan ujian bagi bangsa palestina sendiri khususnya. Memberikan ujian bagi mereka untuk terus bertahan dalam berjihad melawan zionis israel. Karena hanya merekalah yang harus mampu menjaga kemuliaan mereka atas penjajahan dan penghinaan yang dilakukan oleh israel. Pengorbanan yang besar telah/sedang diberikan oleh anak-anak gaza demi kemuliaan diri dan bangsa mereka. Mereka pertahankan kemuliaannya tersebut dengan harta dan jiwa mereka. Ini lah jihad yang sesungguhnya bagi mereka, tidak lagi pada ranah-ranah konsep semata mengenai jihad. Mereka telah berada di medan jihad, yang akan membawa mereka pada kemuliaan di dunia dan di akhirat. Mereka adalah orang-orang pemberani, orang-orang yang kuat. Bahkan mereka bangga bisa dilahirkan di tanah palestina karena mereka akan bisa merasakan syahid dengan yang sebenar-benarnya.

Telah nyata bagi mereka disana untuk membedakan mana orang-orang yang beriman dan mana orang-orang yang kafir, dan mana pula orang-orang munafik. Orang beriman ialah mereka yang berjuang atas penjajahan israel dan orang kafir ialah mereka yang telah terang-terangan memerangi umat islam semuanya, baik itu orang tua, ana-anak, perempuna semuanya mereka bunuh tanpa belas kasihan. Sedangkan orang munafik ialah mereka yang takut untuk berperang padahal ia merupakan bagian dari bangsa paletina sendiri. Mereka pasti akan bersembunyi dibalik alasan-alasan kepenakutannya.

Penjajahan di palestina bukan saja menjadi ujian bagi warga bangsa palestina saja secara khusus, akan tetapi juga merupakan ujian bagi masyarakat dunia lainnya secara umum. Ujian tersebut berupa sikap melihat penjajahan yang terjadi di gaza, palestina. Menurut penulis ada beberapa sikap yang akan terlihat dari masyarakat dunia sekarang ini (dengan tidak melihat latar belakang agamanya), yakni :

1.   1. Sikap peduli/simpatik. 
  Peperangan atau lebih tepatnya disebut penjajahan israel atas bangsa palestina akan menimbulkan sikap simpatik dari sebagian orang atau negara. Sebagian orang atau negara tersebut tentunya bersikap simpatik dikarenakan mereka masih memiliki hati nurani sebagai manusia melihat penjajahan yang tidak berkesudahan tersebut. Tidak hanya umat muslim saja yang bersimpatik, akan tetapi sikap simpatik itu juga ditunjukkan dari berbagai latar belakang agama, aktifis kemanusiaan. Karena memang penjajahan ini bukan lagi menjadi masalah agama akan tetapi telah menjadi  isu HAM dan pelanggaran keamanan dunia. Kemudian tidak hanya sebatas sikap simpatik dihati, bahkan mereka melakukan aksi nyata di lapangan di daerahnya masing-masing. Mereka melakukan aksi dukungan atas bangsa palestina dan galang dana untuk membantu palestina.

2.    2. Sikap tak peduli. 
   Banyak juga golongan yang menunjukkan sikap tak peduli akan kejadian yang terjadi di palestina. Meskipun mereka telah mengetahui, melihat dan mendengarnya melalui media massa, untuk menimbulkan sikap peduli ini pun tidak bisa ditimbulkan dalam hatinya. Apalah lagi untuk turun dalam aksi dukungan terhadap palestina. Ini lah mereka yang tidak memiliki hati atas apa yang dirasakan oleh bangsa lain yang sedang dijajah.

3.    3. Sikap munafik. 
   Mereka adalah segolongan orang yang menutupi sebuah kebenaran, mereka tahu bahwa bangsa palestina adalah bangsa yang terjajah. Akan tetapi mereka memutar balikkan fakta. Membuat pemberitaan bahwa sesungguhnya yang bersalah itu adalah bangsa palestina sendiri sedangkan israel melakukan serangan hanya sebagai bentuk pertahanan mereka. Hm,,,,yang benar saja.

4.   4. Sikap mendukung penjajahan. 
    Sikap ini pun tampak dari beberapa orang dan negara yang dengan jelas-jelas menyatakan dirinya mendukung penjajahan yang dilakukan israel atas bangsa palestina. Entah dimana hati nurani orang-orang atau negara yang memiliki sikap seperti ini....

Sedangkan ujian bagi umat muslim sedunia adalah bagaimana umat muslim sekarang ini diuji tentang makna ukhuwah islamiyah. Sejauh mana persaudaraan muslim itu dirasakan pada setiap diri. Apakah kita turut merasakan bahwa bangsa palestina adalah bagian dari tubuh kita yang satu. Ketika mereka sakit kita pun turut merasakan sakit. Ketika mereka dihinakan, kitapun turut merasa terhinakan. Ketika mereka dikucilkan kita pun turut merasa dikucilkan. Inilah yang hanya sebatas perasaan saja. Lebih dari itu ketika kita emang benar-benar merasakannya ia akan merubah yang tadinya hanya sebatas perasaan menjadi sebuah aksi nyata untuk menyatakan dukungan kepada mereka.

Maka, jika dilihat lagi dari sikap umat muslim sedunia, menurut penulis ada beberapa sikap yang mereka tunjukkan atas penjajahan palestina tersebut, yakni :
1.  1. Sikap Peduli/Simpatik. 
     Yang pasti bagi muslim yang memiliki sikap peduli/simpatik ini dikarenakan memang mereka yang telah mengetahui tentang bagaimana ukhuwah islamiyah. Persaudaraan akidah yang tidak terbatas akan teritorial. Memahami benar akan pesan Al-qur’an tentang persaudaraan seorang muslim dengan muslim lainnya. Memahami benar dengan pesan Rasulullah SAW bahwa seorang muslim yang satu dengan yang lainnya bersaudara, ibarat tubuh yang satu, ketika ada bagian yang merasakan sakit maka bagian yang lain turut merasakan pula sakitnya. Terlebih lagi palestina yang merupakan tempat suci bagi umat muslim. Di palestina terdapat masjid al-aqsha yang merupakan kiblat umat muslim pertama sebelum dipindahkan ke ka’bah. Pasti sudah menjadi kemuliaan tersendiri bagi Allah tanah palestina tersebut sehingga pernah dijadikan kiblat sholat. Maka, yang dilakukan selanjutnya bagi golongan orang yang mempunyai sikap ini, mereka tidak akan mau kalah dengan kelompok non muslim yang telah aksi nyata untuk menunjukan bahwa mereka benar-benar peduli palestina. Golongan ini akan lebih bersemangat untuk melakukan aksi-aksi nyata untuk mendukung palestina, meskipun tidak bisa turut langsung terjun ke tanah jihad palestina.
2.  2. Sikap Tak Peduli. 
   Ternyata memang ada segolongan muslim yang mempunyai sikap tak perduli terhadap penjajahan palestina oleh israel. Meskipun ia telah mendengar melihat saudara muslimnya telah dijajah seperti itu untuk menimbulkan sikap peduli itu sangat sulit baginya. Mungkin hal ini disebabkan oleh pengaruh-pengaruh media supaya mereka tidak perlu memikirkan palestina, atau pengaruh-pengaruh lainnya yang membuat mereka hanya ingin memikirkan diri mereka sendiri sedangkan yang terjadi dengan orang lain biarlah dipikirkan oleh orang lain itu sendiri.
3.  3. Sikap Munafik. 
  Ini merupakan golongan yang mengaku muslim akan tetapi ia tidak mau menunjukkan kepedulianya terhadap kejadian yang terjadi terhadap saudaranya seakidah di palestina. Mereka malah membuat kesan bahwa yang bersalah adalah bangsa palestina sendiri, sehingga dengan tersirat ia mendukung penjajahan yang dilakukan oleh israel. Bukan sikap peduli yang mereka tunjukkan, malah sikap menjadikan penjajahan palestina dan perjuangan bangsa palestina sebagai bahan lelucon bagi mereka melalui perkataan-perkataan mereka ataupun tulisan mereka. Selain itu, golongan ini pula yang sering mencemooh terhadap golongan yang peduli terhadap palestina. Mencemooh dan mengejek golongan yang memperlihatkan sikap pedulinya dengan berupa aksi nyata dilapangan maupun melalui tulisan-tulisannya. Pernyataan-pernyata “untuk apa sih ente peduli palestina. Untuk apa siah kalian aksi, toh aksi kalian tidaklah berefek pada israel dan palestina” pun terlontar dari mereka. Ataupun  perkataan-perkataan lain yang bersifat mencemooh sikap kepedulian orang lain. Pernyataan-penyataan ini biasanya terlontar dari kaum liberal, dia muslim akan tetapi jauh dari kemuslimannya itu.

Kemudian, sikap media massa yang sangat berpengaruh dalam membangun opini publik masyarakat umum. Media massa yang berupa televisi maupun media cetak tak luput juga menunjukkan sikap mereka terhadap kejadian di palestina. Ada media yang memang benar-benar memberitakan kondisi palestina dengan yang sesungguh-sungguhnya. Mereka memberitakan fakta yang sesungguhnya bahwa palestina sekarang sedang terjajah oleh israel.

Akan tetapi banyak pula media yang mencoba untuk memutar balikkan fakta kejadian di palestina. Ini mungkin dikarenakan media tersebut memang berafiliasi atau bahkan pro zionis. Mereka memberitakan yang sebaliknya atas kejadian yang terjadi di palestina. Meskipun tidak terlalu vulgar dukungannya terhadap penjajahan di palestina, akan tetapi secara tersirat sesungguhnya menunjukkan bahwa mereka adalah medianya zionis. Media yang mencoba menggiring opini publik bahwa sesungguhnya yang bersalah itu adalah bangsa palestina sendiri. Mengundang kelompok-kelompok liberal dalam dialog-dialog palestina. Padahal mereka tidak tahu menau tentang palestina, meskipun mereka tahu akan tetapi mereka menutupinya. Sehingga pada akhir kesimpulan dialog tersebut secara tersirat menggambarkan bahwa kesalahan itu berada di pihak palestina. Dan banyak lagi sarana-sarana media tersebut untuk menggiring opini publik pada kebohongan publik. Sungguh menyedihkan media yang seperti ini.

Mereka bangsa palestina memang tidak memerlukan pengasihan dari kita, karena mereka adalah anak-anak yang kuat dan tegar. Hanya saja kita sendirilah yang secara sadar harus menimbulkan sikap peduli kita terhadap mereka. Karena kita sebagai seorang manusia yang memiliki hati nurani, dan bahkan sebagai seorang muslim yang memiliki sikap bersaudara terhadap muslim yang lainnya. Lakukan apa saja yang bisa kita lakukan saat ini. Aksi turun ke jalan untuk dukung palestina. Aksi turun jalan untuk menggalang dana supaya bisa disalurkan ke pejuang-pejuang palestina, yang dengan uang tersebut mungkin bisa mereka gunakan untuk bahan pengobatan, bahan makanan atau melengkapi/menambah perlengkapan perang mereka. Jadi meskipun kita jauh dari sana, jauh dari peperangan kita pun turut berperang melawan penjajah zionis israel melalui uang-uang yang kita kirimkan.

Selain aksi turun ke jalan, mari pula kita tunjukan aksi kita di dunia maya atau sosial media. Karena melalui media sosial ini juga lah para kaum pendukung dan munafik menggelontorkan pernyataan-pernyataan yang akan mempengaruhi masyarakat. Jadi jika tidak kita imbangi maka mereka akan berhasil membentuk opini masyarakat bahwa yang bersalah itu adalah bangsa palestina sendiri. Kaum-kaum liberalis sangat rajin menggunakan media sosial ini baik di facebook terutama lagi mereka gencar di twitter. Maka menjadi kewajiban pula bagi kita untuk melawan mereka melalui media yang sama pula. Jangan sampai mereka berhasil mempengaruhi masyarakat dengan pernyataan-pernyataan salah mereka.


Yudhi Prasetyo
Pagi Rabu, 21 Nopember 2012

Jumat, 16 November 2012

Amalan antara Riya dan Ujub


Menjaga hati merupakan hal yang sangat penting ketika selesai melakukan sebuah atau banyak amal sholeh, agar amal sholeh tersebut tidak hilang seperti debu yang ditiup angin. Alangkah meruginya orang yang telah beramal akan tetapi sesungguhnya ia tidak mendapatkan apa-apa, dikarenakan ia tidak bisa menjaga hatinya. Ia merasa telah banyak  beramal ketika di dunia akan tetapi setelah ditimbang kelak ternyata amalan-amalannya tersebut telah hilang dikarenakan adanya sifat riya dan ujub yang mengiringi amalannya tersebut.

Riya karena ketika ia beramal ingin dilihat orang. Ia akan bertentangan dengan ikrarnya dalam setiap sholatnya yang mengatakan “iyya ka na’budu” hanya kepada-Mu lah kami beribadah. Yang seharusnya beramalnya manusia itu diniatkan sebagai bentuk ibadah untuk Allah SWT malah ia beramal hanya karena ingin dilihat dan dipuji manusia. Maka Allah SWT tidak akan menerima amalan manusia yang diiringi dengan sifat Riya’, amalan yang dicampuri dengan sesuatu yang bukan karena Allah. Dan Rasulullah pun sangat khawatir para sahabatnya melakukan riya’ Diriwayatkan dari Abu Said Radhiallahu’anhu dalam hadits marfu’ bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“Maukah kalian aku beritahu tentang sesuatu yang bagiku lebih aku khawatirkan terhadap kamu dari  ada Al Masih Ad dajjal ([2])?”, para sahabat menjawab : “baik, ya Rasulullah.”, kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “syirik yang tersembunyi, yaitu ketika seseorang berdiri melakukan sholat, ia perindah sholatnya itu karena mengetahui ada orang lain yang melihatnya” (HR. Ahmad)

Ketika ia berhasil untuk tidak mengiringi amalannya dengan riya, sebenarnya belum tentu ia sudah terbebas dari sifat-sifat buruk lain yang bisa merusak amalannya. Selanjutnya  jangan sampai ia terjebak dengan sikap ujub. Ujub adalah berbangga diri setelah melakukan suatu amal sholih. Ia tersembunyi di dalam hati. Ia akan memuji-muji dirinya sendiri dikarenakan telah melakukan amal sholeh, atau beramal paling banyak, atau beramal tanpa ingin dilihat orang lain. Ia selalu merasa-rasa dirinya lah yang paling hebat dibandingkan orang lain. Dan tanpa dirasakannya pula sifat tersebut dapat menghilangkan nilai pahala dari apa yang telah ia lakukan. Inilah yang dituntut dari kita yang melakukan amal sholeh yakni menjaga hati agar tetap ikhlas karena Allah baik itu ketika tampak dihadapan manusia ataupun disembunyikan di hadapan diri kita sendiri.
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Tiga sifat yang dapat menghancurkan seseorang; Kikir yang selalu diikuti, Hawa nafsu yang selalu dituruti, dan merasa bangga terhadap dirinya sendiri.” (HR: Thabrani)

Memang sulit menjaga amalan yang telah kita lakukan agar tetap mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT kelak. Ketika diperlihatkan akan lebih dekat pada riya, jika disembunyikan akan lebih dekat dengan ujub. Sepertinya memang serba salah. Tidaklah serba salah, yang dituntut ketika kita beramal adalah tetap menjaga hati agar tetap ikhlas karena Allah bukan untuk dilihat manusia maupun untuk terjebak dengan memuji-muji diri sendiri. Jadi setelah beramal jagalah hati agar tidak jatu pada riya maupun ujub. Mau diperlihatkan ataupun disembunyikan ketika kita mampu menjaga keikhlasan karena Allah, maka insya Allah amalan tersebut akan mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT.

Menjaga keikhlasan setiap amal-amal yang kita lakukan itu dilakukan pada saat beramal sampai maut menjemput kita. Karena bisa saja meskipun ketika beramal kita bisa menjaga hati untuk tidak riya dan ujub akan tetapi jauh-jauh hari kedepan sifat tersebut tiba-tiba muncul dalam hati kita terhadap amalan yang dilakukan pada masa lampau, tetap ia akan menghapus amalan kita yang di masa lampau itu. Maka hanya kematianlah yang menjadi batas waktu untuk melihat keikhlasan amal sholeh yang telah kita lakukan, apakah ia benar-benar terhindar dari sifat riya dan ujub atau tidak, agar mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT.

Wallahu a’lam bishshowab.

Dari Abi Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Dia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya : 'Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?' Ia menjawab : 'Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.' Allah berfirman : 'Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).' Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka.

Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al Qur`an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah menanyakannya: 'Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?' Ia menjawab: 'Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya, serta aku membaca al Qur`an hanyalah karena engkau.' Allah berkata : 'Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al Qur`an supaya dikatakan (sebagai) seorang qari' (pembaca al Qur`an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).' Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.

Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya). Allah bertanya : 'Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?' Dia menjawab : 'Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.' Allah berfirman : 'Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).' Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.’”
( HR. Muslim, An-Nasa'i, Ahmad )

Yudhi Prasetyo
Jambi, 17 Nopember 2012

Kamis, 15 November 2012

Semalam di Daarut Tauhid


Minggu, 11 Nopember 2012 setelah usai mengikuti Silaturrahim Nasional Indonesia Tanpa JIL (SILATNAS ITJ) aku berencana untuk mampir ke Pondok Pesantren Daarut Tauhid milik da’i kondang Aa’ Gymastiar. Turunlah kami di simpang Gerlong, jalan menuju ke arah Daarut Tauhid. Kami jalan kaki menuju ke dalam bersama-sama, kira-kira 1 Km sampai ke pondok pesantren Daarut Tauhid. Waktu itu menunjukkan kira-kira pukul 16.00.  Akan tetapi kami tidak langsung menuju ke Daarut Tauhid melainkan hendak bersilaturrahiim terlebih dahulu ke tempat Mas Sukarno. Mas Sukarno adalah alumni Aktifis Dakwah Kampus (ADK) Universitas Jambi yang sedang melanjutkan studi S3 di UPI. Tempat kostnya tidaklah terlalu jauh dari Daarut Tauhid maupun Kampus UPI sendiri. Jalan menuju ke rumah beliau dilewati melalui jalan-jalan kecil  di antara padatnya rumah di sana, maklum memang biasanya sekitaran kampus pasti dipenuhi dengan rumah-rumah kost untuk mahasiswa. Sampailah kami di rumah Mas Sukarno. Beruntung beliau ada di rumah karena katanya beliau juga baru pulang dari berpergian (dari mana gitu,,,lupa, hehe). Pada awalnya kami hanya ada 4 orang yang bersilaturrahim ke tempat beliau yakni, penulis sendiri, Sholahudin, Risdalina dan Ima. Akan tetapi akan ada yang menyusul diajak sekalian bersilaturrahiim di rumah Mas Sukarno yakni anak UNJA juga yang kebetulan ada acara pertemuan BEM di UPI, mereka adalah Nila, Ides, dan Sita.

Tidak lama setelah kami berada di dalam rumah sambil duduk dan bincang-bincang, eh ada tukang bakso lewat di depan rumah. Lalu ditawari lah kami oleh mas Sukarno untuk dipesankan sesuai dengan jumlah kami termasuk yang akan datang nanti. Pada awalnya kami menolak tapi karena terus di paksa ya sudah gak papa lah diterima saja, rizki berarti (hehe, padahal mau juga tuuh....ssssttt). Mas sukarno pun memesan sebanyak 7 porsi sekaligus temen-temen yang akan menyusul nanti, meskipun sekarang mereka belum datang akan tetapi sedang dijemput. Berbincanglah kami semua dengan Mas Sukarno, mulai dari bertanya kabar sampai pesan-pesan yang ia sampaikan kepada kami terutama yang masih jadi mahasiswa agar cepat lulusnya....(untung gua dah lulus). Cerita demi derita, canda demi canda mewarnai ruangan rumah mas sukarno waktu itu. Tanpa terasa seiring baksonya telah habis akan tetapi waktu menunjukan telah hampir memasuki waktu maghrib. Yah  meskipun masih banyak yang ingin kita sama-sama share,  kami harus  berpamitan sama mas sukarno untuk menuju ke masjid untuk sholat Maghrib berjamaah.

Kami bertujuh pun langsung menuju masjid Daarut Tauhid untuk. Sesampainya di masjid Daarut Tauhid saya n sholahudin menitipkan tas-tas kami kepada petugas penitipan barang masjid, sedangkan yang akhwat menuju temapt akhwat di belakang. Setelah dititipkan barang-barang kami, kami mengambil air wudhu bersama para santri lainnya yang semakin banyak berdatangan ke tempat wadhu. Setelah adzan selesai tidak langsung iqomat tapi melaksanakan sholat sunnah terlebih dahulu, sambil menunggu jamaah lain datang juga sepertinya. Subhanallah luar biasa, jamaahnya sangat ramai sekal, penuh sampai shaf paling belakang. Masjid daarut tauhid berlantai 3 dan sholat berjamaahnya dilaksanakan di lantai 2 untuk yang laki-laki dan perempuan di belakang dengan dibatasi hijab dan ada juga tempat sholat untuk yang perempuan di atas lantai 3 karena memang yang lantai 2 tempat untuk yang perempuannya juga kecil. Para santri tidak ribut ketika mau melaksanakan sholat, mungkin ini hasil dari pola pendidikan yang diterapkan di daarut Tauhid.

                                                   (gak papa lah ya ada gua nya...he)

Setelah selesai sholat maghrib selesai, semua jamaah diam sejenak melakukan dzikir sendiri-sendiri. Kemudian ada tausyiah dari Aa’Gym yang sebelumnya juga sebagai imam sholat maghrib. Pada awalnya aku tidak mengira bahwa yang menyampaikan tausyiah tersebut adalah aagym, karena kalo di lihat dari wajahnya gak terlalu sama seperti yang kulihat di layar televisi. Kalo dari suaranya sih emang mirip dengan suaranya AaGym, atau mungkin aku melihatnya dari jarak yang agak jauh karena aku berada di shaf yang agak di belakang ditambah dengan lampu yang tidak terlalu terang. Dia tidak memakai kacamata dan sorban. Aku mengira itu orang lain, yang suaranya sama dengan AaGym yang lembut. Ternyata emang beliau adalah aagym setelah berdiri dan memakai kacamatanya. Senang sekali bisa mendengarkan tausyiahnya secara langsung dari beliau. Karena biasanya beliau sering berada di luar kota. Tausyiah yang disampaikan beliau ba’da maghrib yakni tentang selalu mengingat Allah.

Setelah tausyiah selesai, kami tetap berada di dalam masjid menunggu sholat Isya dengan tilawah Qur’an bersama beberapa santri lainnya. Sampailah masuk waktu sholat isya dengan ditandai adzan berkumandang seiring jamaah sholat memenuhi masjid. Jamaah sholatnya masih tetap banyak sampai shaf paling belakang. Selesai sholat dilanjutkan dengan tausyiah dari Aagym lagi yang pada waktu Beliau hanya sebagai makmum saja mengenai ketenangan hati. Memang kebanyakkan tausyiah yang disampaikan oleh aagym adalah berkaitan dengan hati.

Setelah tausyiah selesai kami berencana untuk keluar pergi jalan-jalan melihat di lingkungan pesantren Daarut Tauhid. Sebelum keluar kami bertanya kepada petugas masjid, apakah kami bisa menginap di dalam masjid untuk malam ini. Dan ia menjawab bisa yang penting ijin dengan pengurus DKM dan memberikan identitas diri kepadanya. Akhirnya kami keluar dari masjid Daarut Tauhid. Pertama kami menuju ke dalam gerbang kompleks pondok pesantren. Kompleks pondok pesantren merupakan kompleks yang bergabung dengan rumah warga sekitar. Melihat-lihat di sekitaran kompleks pondok pesantren, ada minimarket, galery jualan buku, pakaian, klinik Daarut Tauhid, Penginapan dan rumah warga yang tidak dibatasi dengan sekat apapun.

Sampai malam pukul 22.00 WIB kami kembali ke masjid Daarut Tauhid, yang sebelumnya kami juga jalan-jalan ke kampus UPI dan sebentar duduk-duduk di sana. Sesampainya di masjid kami ambil tas-tas kami kemudian naik ke lantai dua. Ketika di lantai dua ada salah satu pengurus DKM yang menghampiri kami lalu menanyakan apakah kami mau i’tikaf  di sana, jika ia kami harus mengisi absen terlebih dahulu dan menyerahkan identitas diri. Maka kami pun mengisi absen dan menyerahkan identitas diri, aku menyerahkan SIM dan akh Shola menyerahkan KTP.  Kami pun siap untuk i’tikaf dan mabit di masjid tersebut setelah itu. Sebelum tidur kami tilawah sebentar, setelah usai tilawah beberapa halaman kami duduk-duduk sebentar. Aku main HP sambil mencharge HP dan akh shola membuka laptop belajar Screen Shoot.  Lagi asyiknya main HP dan Laptop seorang pengurus DKM menghampiri dan mengingatkan kami untuk menjaga barang berharganya ketika hendak tidur nanti, kami pun menjawab “iya, insya Allah”. Rasa kantuk pun datang, kami pun beranjak ambil posisi tidur di tempat yang telah di sediakan dengan dibentangkannya tikar di atas karpet masjid. Kami tidur bersama orang-orang lain yang kebetulan sama-sama menginap di sana. Kira-kira waktu itu ada belasan orang yang turut menginap di sana. Setelah badan ini terbaring aku pun tertidur.

Tidurku sangat nyenyak, sepertinya gak mimpi. Jam 03.00  aku pun bangun dari tidurku dan telah ada beberapa orang yang telah melakukan sholat tahajjud secara infirodhi. Setelah membangunkan badan dari berbaring, aku sibuk mencari HP ku yang sudah tidak ada di sekitar tempat aku tidur. Beberapa kali aku mengecek sekitar tempat tidurku maupun di dalam tas, ternyata tetap tidak ada. Aku mengira di awal HP ku telah hilang yang mungkin diambil orang. Setelah capek mencarinya dan tidak menemukannya, ya sudahlah aku pasrah saja kalo memang benar-benar hilang. Aku beranjak  mengambil air wudhu saja di bawah untuk ikut melaksanakan Qiyamul Lail. Sebelum sampai ke tempat wudhu aku bertemu dengan akh shola, langsung aku tanyakan kepada beliau apakah ia melihat HP ku, ternyata dia juga tidak tahu. Ya sudahlah aku terus menuju tempat wudhu sambil bergumam dalam hati “mungkin hilangnya HP ku di karenakan HP tersebut membuat aku terlena dengan selalu memainkannya”.

Di tempat wudhu aku mengambil air wudhu yang sebelumnya aku pergi ke kamar dahulu, airnya dingin sekali. Setelah mengambil air wudhu tiba-tiba akh shola turun lagi ke tempat wudhu, ternyata ia sedang mencari HPnya juga. Padahal katanya setelah bangun tidur tadi HPnya masih ada karena ia melihat jam dari HPnya. Setelah dicarinya di bawah di beberapa kamar mandi ia tidak juga menemukan HP nya. Pada saat itu ada rasa kelegaan tersendiri dalam hatiku karena mungkin Hp kami berdua telah diselamatkan oleh pengurus masjid. Akhirnya kami sama-sama beranggapan bahwa yang menyelamatkan HP kami adalah pengurus masjid supaya tidak hilang diambil orang karena HP kami tergeletak begitu saja. Kami pun agak tenang dengan beranggapan seperti itu.

Kami melanjutkan sholat tahajjud tanpa memikirkan lagi dimana Hpnya. Sholat qiyamul lail sampai masuk waktu sholat shubuh. Berkumandanglah adzan shubuh seiring dengan berdatangan para santri masuk ke dalam masjid. Berlangsunglah sholat subuh berjamaah dengan jumlah jamaah yang masih tetap banyak. Seusai sholat subuh, para jamaah diarahkan untuk dzikir al-matsurat secara berjamaah yang dipimpin oleh satu orang. Dzikir al-matsurat pun selesai para jamaah diam sejenak sambil menungggu kajian subuh yang akan di sampaikan oleh aagym, ada yang mengantuk, ada yang tilawah, macam-macamlah. Aku tidak tahu kalo habis subuh itu kajian subuh yang akan disiarkan langsung di radio yang diisi oleh aagym. Akhirnya aagym pun muncul dari depan tempat imam dengan diawali seruan kepada para santrinya yang ngantuk,”...hssshhh bangun” beberapa dengan logat sundanya. Suaranya tidak membentak tapi dengan kelembutan, menunjukkan kasih sayang beliau terhadap para santrinya. Sepertinya metode pembelajaran yang diterapkan di pesantren ini penuh dengan kasih sayang, sehingga menimbulkan kesadaran sendiri pada jiwa santri. Sebelum membuka kajian nya, aagym mengajak para hadirin senam sederhana terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa kantuk yang ada. Anggkat tangan ke kanan ke kiri, kepala ke kanan ke kiri, lalu barulah dimulai kajiannya.

Setelah selesai mendengarkan kajian subuh bersama aagym dari pukul 05.00 – 06.00 aku dan akh shola berniat langsung mengambil identitasku di kantor masjid  Daarut Tauhid yang berada di bawah. Sampailah kami di kantor pengurus DKM, telah ada satu pengurus DKM yang ada di sana. Dialah yang menyerahkan identitas masing-masing kami. Setelah identitas kami sudah diberikan, ia menanyakan kepada kami, “merasa kehilangan sesuatu?” katanya. Langsung kami jawab dengan rasa senang “iya”. Akhirnya dia mengambil HP kami dari sebuah laci tempat untuk menyimpan HP kami. Kami pun merasa ternyata benar bahwa HP kami telah diselamatkan oleh pengurus agar tidak hilang diambil orang lain yang juga menginap di masjid. Sebelum meninggalkan ruangan tersebut pengurus DKM itu memberi pengingatan kepada kami “besok-besok kalo menginap di sini lagi, barang-barangnya di simpan sendiri dengan aman, karena banyak yang datang ketika malam”. Kami jawab” iya, insya allah...terima kasih ya sudah menyimpan HP kami”.

Setelah itu, kami tetap berada di dalam masjid sampai pukul kira-kira  07.00 WIB, karena pada jam tersebut ada acara lagi yang khusus untuk para santri. Akhirnya kami pun berangkat keluar meninggalkan masjid Daarut Tauhid. Rencana selanjutnya adalah kami mau pergi ke pasar toko buku dan pasar membeli oleh-oleh sebelum pulang. Sebelum berangkat kami sarapan terlebih dahulu di depan masjid Daarut Tauhid. Karena tempat dan arah pasarnya kami tidak tahu maka mau perginya akan serempak dengan risdalina dan ima. Sementara menunggu mereka yang akan sarapan dahulu sebelum pergi, kami jalan pergi ke masjid UPI dahuhu untuk sholat dhuha sambil menunggu mereka selesai sarapan dan siap untuk pergi serempak. Akhirnya setelah selesai menunggu dan mereka sudah siap kemudian kita bertemu untuk menuju ke pasar toko buku dengan menunggu mobil di depan kampus UPI.

Yudhi Prasetyo
Jambi, 15 Nopember 2012

Selasa, 13 November 2012

SILATURRAHIM NASIONAL #INDONESIA TANPA JIL


Sabtu – ahad, 10 – 11 Nopember 2012 berkumpulah perwakilan pemuda dari seluruh provinsi di Indonesia. Pemuda yang terdiri dari mahasiswa, pegawai, ibu rumah tangga, guru, dosen, pengusaha dan umum lainnya bertemu dalam satu acara Silaturrahim Nasional Indonesia Tanpa JIL (SILATNAS ITJ) yang bertempat di Cikole Jaya Giri Resort Lembang Jawa Barat. Pertemuan ini didasarkan atas keprihatinan melihat ancaman liberalisasi agama islam pada saat ini. Pemikiran liberal akan merusak akidah umat islam terutama pada generasi muda jika terus dibiarkan merajalela. Maka diperlukan sebuah gerakan untuk melawan gerakan liberal tersebut. Sehingga pada dasarnya gerakan ini lahir akibat adanya aksi terlebih dahulu yang dianggap sangat mengancam pemahaman akidah umat.

Bermula dari sebuah hastag di twitter, hingga menjadi gerakan nasional yang mengakar. Ribuan pemuda merespon dengan seruan #IndonesiaTanpaJIL, mulai dari twitter hingga facebook. Tidak kurang dari tiga ribu orang memberikan dukungan pada hari pertama gerakan ini dikumandangkan di facebook; jumlah yang berlipat menjadi 7.000 di hari kedua,  10.000 di hari ketiga dan saat ini mencapai 33 ribu lebih. Dari gerakan di twitter kemudian terbentuklah chapter-chapter di beberapa daerah dan disusul daerah-daerah lainnya. Dari sebuah chapter berinisiatif untuk melakukan koordinasi bagi semua chapter di Indonesia dalam bentuk Silaturrahiim Nasional Indonesia Tanpa JIL. Sungguh merupakan gerakkan yang cepat, bukan sekedar marathon tetapi sudah ibarat seperti lari sprint.

Sebagaimana yang disampaikan bang hafidz ary pada permulaan acara Silatnas bahwa pada masa sekarang banyak sekali ancaman-ancaman yang menyerang moral generasi muda bahkan pemahamannya terkait islam. Kasus pornografi sekarang tidak hanya terjadi di luar rumah, malahan ia bisa terjadi pada anak-anak di dalam rumahnya sendiri. Itu terjadi karena kemajuan teknologi, mereka dapat mengakses dengan mudah situs-situs pornografi melalui gadget yang diberikan orang tuanya. Pornografi merupakan salah satu produk dari liberalisasi yang sedang terjadi di Indonesia. Liberalisasi yang sengaja disebarkan oleh orang-orang yang ingin melihat generasi muda Indonesia menjadi hancur, secara moral bahkan pada pemahaman akidahnya. Liberalisasi ini bisa saja akan mempengaruhi anak-anak kita kelak ketika kita tidak membuat gerakan untuk membendung pemikiran tersebut dan membentengi anak-anak kita dengan pemahaman-pemahaman yang benar. Tidak hanya membendung akan tetapi jika memungkinkan untuk menghilangkan pemahaman liberal tersebut sehingga tidak lagi bisa berkembang dan menyebar bagai virus yang mematikan. Penyampaian yang penuh dengan penghayatan oleh bang hafidz sehingga membuatnya menitikan air mata dan membuat para hadirin pun turut larut dalam suasana tersebut. Tidak sedikit mata para hadirin yang berkaca-kaca bahkan ada yang ikut menangis. Tidak di duga emang, biasa bang hafidz yang sangat garang di tweet-tweet nya, kini ia pun menitikkan air mata dikarenakan penghayatannya terhadap kondisi yang harus diselamatkan.

Lanjut bang hafidz, maka dibutuhkan sebuah gerakan untuk melawan gerakan liberalisasi. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton saja, hanya melihat pemahaman liberal menghancurkan moral generasi muda, menggerogoti pemahaman akidahnya. Sebuah gerakan apapun itu yang bersifat melawan arus liberalisasi tersebut. Adakan seminar, kajian, sebar flyer pokoknya apa saja. Yaa minimal nge-tweet lah yang berisi perlawanan terhadap liberalisasi tersebut, dari pada Cuma nge-tweet yang sia-sia saja. Karena terbukti Cuma sekedar nge-tweet yang terus menerus menyerang pemikiran liberal tersebut. Mereka sudah khawatir terhadap misi yang mereka jalankan untuk menyebarkan pemikiran nyeleneh itu, apalah lagi ketika kita mampu bergerak di kehidupan nyata.

Mari bergabung dalam satu gerakan tanpa melihat latar belakang gerakan islam apa lah itu. Mau Tarbiyah, Salafi, HT, Jamaah Tabligh, NU, Muhammadiyah, DDII, Persis, dan sebagainya tidak menjadi masalah untuk melawan mereka. Musuh kita satu yakni liberasisasi yang akan mendestruksi pemahaman akidah islam kepada generasi-generasi muda kita. Ini lah gerakan Indonesia Tanpa JIL yang tidak berafilisasi kepada kelompok manapun. Kita adalah satu, satu akidah. Singkirkan perbedaan-perbedaan yang ada karena khilafiah semata untuk melawan musuh yang jelas-jelas menyerang kita melalui pemikiran sesatnya yang di bungkus dengan istilah-istilah indah. Kita harus lebih agressif dari mereka untuk menyelamatkan agama kita. Pekikan takbir pun melengking, Allahu Akbar....!!!

Kemudian penyampaian oleh bang Akmal mengenai spirit gerakan Indonesia Tanpa JIL. Beliau menyampaikan bahwa Indonesia Tanpa JIL ini merupakan :
1. Gerakan Pemuda, karena ia diusung oleh para pemuda dan memfokuskan kepada para pemuda.
2. Gerakan kepeloporan, karena ia membutuhkan pelopor dalam menggerakan komunitas ini. Tidak harus menunggu orang yang bergerak terlebih dahulu.
3. Gerakan intelektual, karena kita lebih mengedepankan intelektual dalam melawan gerakan liberaslisasi itu, bukan sembarangan.
4. Gerakan Dakwah, yang menyerukan kepada kebaikan dan mencegah kebatilan dan kemunkaran. Mengajak manusia seluas-luasnya untuk melakukan kebaikan.
5. Gerakan perlawanan, karena gerakan ini ada sebagai bentuk perlawanan atas gerakan yang mengancam umat yang telah ada sebelum gerakan ITJ ini ada. Jadi sebagai reaksi atas aksi yang orang-orang liberal lakukan.
6. Gerakan Mandiri, karena  gerakan ini dituntut untuk mandiri dalam segala hal baik dalam konsep maupun pembiayaan.
7. Gerakan penyatuan umat, karena ITJ tidak akan memandang latar belakan gerakan islam mana seseorang yang mau bergabung dengan ITJ ini. Kemudian harapannya dari ITJ ini bisa menyatukan umat untuk melawan musuh yang sama bagi umat islam secara keseluruhan.

Begitulah kira-kira penyemangat dari aktifis Indonesia Tanpa JIL untuk semua yang akan menjadi penggerak-penggerak gerakan ITJ ini di daerahnya masing-masing. Kemudian acara SILATNAS dilanjutkan dengan rapat komisi untuk fokus membahas masing-masing bagian yang sudah ditentukan. Komisi-komisi tersebut yakni :
a. Komisi pengembangan cahpter, yang membahas penguatan chapter masing-masing daerah agar bisa menjalankan program-program ITJ dengan leluasa.
b. Komisi media, yang membahas teknik penyampaian pemikiran-pemikiran ITJ untuk pencerdasan seluruh masyarakat luas, baik di media on line maupun off line.
c. Komisi creative campaign, membahas bentuk-bentuk kreasi dalam penyampaian pesan yang ingin disampaikan oleh ITJ kepada masyarakat luas sehingga mereka tidak bosan dengan cara penyampaian ITJ yang kreatif.
d. Komisi Kewirausahaan, membahas bagaimana supaya ITJ bisa mandiri dari segi financial.

Dengan pembahasan tersebut diharapkan bisa menjadikan ITJ menjadi lebih baik lagi, memiliki kesatuan gerak dalam melawan pemikiran orang-orang liberal. Dan di akhir acara SILATNAS ITJ ini diakhiri dengan konferensi pers yang dihadiri oleh media baik cetak maupun elektronik. Adapun tuntutan yang disampaikan Indonesia Tanpa JIL sebagai hasil musyawarah SILATNAS ITJ yakni sebagai berikut :

1. Kepada pemerintah, melalui Kemendikbud, untuk menghentikan liberalisasi agama dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.
2. Kepada para pendidik, utnuk berani menolak kurikulum pendidikan yang menjurus pada liberalisasi agama yg dipaksakan kepada mereka
3. Kepada media massa, untuk mendukung upaya penyelamatan generasi muda Indonesia. 
4. Kepada orangtua, untuk memperhatikan penanaman nilai-nilai agama kepada anak-anaknya, karena keluarga adalah benteng terakhir moralitas generasi

Mari bergabung dalam barisan Indonesia Tanpa JIL, melawan pemikiran liberalisasi agama dan menyelamatkan akidah umat supaya tidak terpudarkan akibat pengaruh pemikiran liberal tadi. Barisan Salam Satu Jari #IndonesiaTanpaJIL, Allahu Akbar.....!!!

Follow us on twitter : Yudhi Prasetyo (yudhi_pst), #IndonesiaTanpaJIL (@TanpaJIL), ITJ Jambi (@ITJJambi)


Yudhi Prasetyo
Jakarta, 13 Nopember 2012


Senin, 12 November 2012

Lebih Dekat dengan Aagym

Alhamdulillah ketika penulis selesai mengikuti acara silaturrahiim Nasional #IndonesiaTanpaJIL, bisa menyempatkan mampir dan i’tikaf di masjid Daarut Tauhid Bandung milik da’i kondang Aa Gymastiar pada hari ahad, 11 Nopember 2012. Beruntung sekali bisa mendengarkan secara langsung tausyiah yang disampaikan aagyim ba’da shubuhnya senin, 12 nopember 2012. Tausyiah tersebut merupakan program Manajemen Qolbu yang disiarkan langsung di radio secara Nasional dari jam 05.00 – 06.00 WIB. Beruntung bisa bertemu karena biasanya aagym lebih banyak tidak di tempat dikarenakan banyak agenda yang harus dihadirinya.

Tausyiah dari aagym pada pagi itu mengenai jangan bersikap berlebih-lebihan. Dengan  diawali membaca Q.S At-Takatsur oleh seorang santrinya. Dalam surat tersebut yang artinya
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Di dalam hidup, janganlah kita sebagai seorang makhluk bersikap berlebih-lebihan.  Karena dalam setiap apa yang ada pada diri kita akan dimintai pertanggung jawabannya. Semuanya akan dihisab oleh Allah SWT ketika di yaumil akhir kelak. Semuanya tersebut akan memberikan kesaksiannya atas kita. Orang yang kaya akan di hisab lebih lama dibandingkan dengan orang miskin, ia harus mempertanggung jawabkan atas apa yang menjadi hartanya. Orang yang serba ada akan lebih banyak dihisabnya dibandingkan dg orang yang serba kekurangan.

Itulah sulitnya ketika kita memiliki barang yang banyak yang melekat pada diri kita. Semuanya akan di hisab satu persatu secara terperinci pastinya. Semua barang akan memberikan kesaksiannya terhadap kita. Apalagi jika ditambah rasa sombong yang tinggi terhadap kepemilikan barang tersebut. Akan makin berat tanggung jawab kita selaku pemiliknya. Padahal apa yang kita punya tersebut bukanlah milik kita yang sesungguhnya.

Aagym memberikan kita pelajaran dengan sebuah analogi seorang tukang parkir. Seorang tukang parkir tidaklah sombong ketika ia mempunyai banyak mobil, banyak motor dengan berbagai macam keistimewaannya masing-masing. Ia tahu bahwa itu sesungguhnya bukanlah miliknya, itu semua hanyalah titipan dari sang pemiliknya. Sehingga ketika mobil atau motor itu diambil oleh pemiliknya ia pun merasa tidak sedih karena memang ia merasa itu semua bukanlah miliknya. Bahkan sampai habis pun motor dan mobilnya ia tidak akan merasa sedih, karena memang pada hakekatnya ia tidak memiliki apa-apa.

Seperti itulah dengan kita sebagai manusia, apapun yang kita miliki ketika di dunia ini semunya hanyalah titipan dari Allah SWT. Maka tidaklah pantas kita menyombongkan diri dengan apa yang telah kita miliki. Kita hanyalah orang yang dipercaya oleh Allah untuk menerima titipan dari-Nya, yang suatu saat Allah akan mengambilnya kembali. Jadi kenapa harus bersedih ketika Allah mengambil satu persatu dari apa yang kita miliki jika kita sadar bahwa memang semuanya itu adalah milik Allah dan menjadi hak Allah jika ia ingin mengambilnya dari kita. Dan setiap apapun yang dititipkan kepada seorang manusia semuanya akan dimintakan pertanggung jawabanya.

Menjadi beban yang sangat berat bagi orang-orang yang memiliki kelebihan tentang sesuatu di muka bumi ini. Apalagi kelebihan tersebut didapatkan dari cara-cara yang tidak baik seperti korupsi, menipu, mencuri dan cara-cara jelek lainnya. Na’udzubbillahi min dzalik, kita pasti akan termasuk orang yang merugi dan menyesal nanti kenapa kita melakukan hal-hal tersebut.

Maka kesederhanaan itu dituntut kepada kita, ketika kita tidak memerlukan sesuatu maka janganlah kita berusaha untuk memilikinya. Ketika kita butuh baju 2 atau 3 pasang kenapa harus beli 10 pasang, ketika dengan 2 sepatu cukup kenapa harus beli 10 pasang. Karena setiap apa yang kita miliki tersebut akan kita pertanggung jawabkan semuanya. Begitu juga dengan harga suatu barang yang ingin kita miliki, tidaklah semuanya harus mahal. Semuanya tergantung kebutuhan yang kita miliki agar kita mudah memberikan pertanggung jawabannya kepada Allah.

Nggak masalah kita memiliki barang yang bagus ketika kita memang membutuhkannya dan benar-benar berguna bagi kita untuk menunjang kerja-kerja kita. Bahkan rasulullah pun memiliki kuda yang sangat bagus, karena rasulullah ingin dalam perjalanannya atau dalm perperangangannya ia memiliki kendaraan yang baik yang tidak menghambatnya dalm menyelesaikan tugasnya tersebut.

Yudhi Prasetyo
Jakarta, 13 Nopember 2012