Senin, 12 November 2012

Lebih Dekat dengan Aagym

Alhamdulillah ketika penulis selesai mengikuti acara silaturrahiim Nasional #IndonesiaTanpaJIL, bisa menyempatkan mampir dan i’tikaf di masjid Daarut Tauhid Bandung milik da’i kondang Aa Gymastiar pada hari ahad, 11 Nopember 2012. Beruntung sekali bisa mendengarkan secara langsung tausyiah yang disampaikan aagyim ba’da shubuhnya senin, 12 nopember 2012. Tausyiah tersebut merupakan program Manajemen Qolbu yang disiarkan langsung di radio secara Nasional dari jam 05.00 – 06.00 WIB. Beruntung bisa bertemu karena biasanya aagym lebih banyak tidak di tempat dikarenakan banyak agenda yang harus dihadirinya.

Tausyiah dari aagym pada pagi itu mengenai jangan bersikap berlebih-lebihan. Dengan  diawali membaca Q.S At-Takatsur oleh seorang santrinya. Dalam surat tersebut yang artinya
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Di dalam hidup, janganlah kita sebagai seorang makhluk bersikap berlebih-lebihan.  Karena dalam setiap apa yang ada pada diri kita akan dimintai pertanggung jawabannya. Semuanya akan dihisab oleh Allah SWT ketika di yaumil akhir kelak. Semuanya tersebut akan memberikan kesaksiannya atas kita. Orang yang kaya akan di hisab lebih lama dibandingkan dengan orang miskin, ia harus mempertanggung jawabkan atas apa yang menjadi hartanya. Orang yang serba ada akan lebih banyak dihisabnya dibandingkan dg orang yang serba kekurangan.

Itulah sulitnya ketika kita memiliki barang yang banyak yang melekat pada diri kita. Semuanya akan di hisab satu persatu secara terperinci pastinya. Semua barang akan memberikan kesaksiannya terhadap kita. Apalagi jika ditambah rasa sombong yang tinggi terhadap kepemilikan barang tersebut. Akan makin berat tanggung jawab kita selaku pemiliknya. Padahal apa yang kita punya tersebut bukanlah milik kita yang sesungguhnya.

Aagym memberikan kita pelajaran dengan sebuah analogi seorang tukang parkir. Seorang tukang parkir tidaklah sombong ketika ia mempunyai banyak mobil, banyak motor dengan berbagai macam keistimewaannya masing-masing. Ia tahu bahwa itu sesungguhnya bukanlah miliknya, itu semua hanyalah titipan dari sang pemiliknya. Sehingga ketika mobil atau motor itu diambil oleh pemiliknya ia pun merasa tidak sedih karena memang ia merasa itu semua bukanlah miliknya. Bahkan sampai habis pun motor dan mobilnya ia tidak akan merasa sedih, karena memang pada hakekatnya ia tidak memiliki apa-apa.

Seperti itulah dengan kita sebagai manusia, apapun yang kita miliki ketika di dunia ini semunya hanyalah titipan dari Allah SWT. Maka tidaklah pantas kita menyombongkan diri dengan apa yang telah kita miliki. Kita hanyalah orang yang dipercaya oleh Allah untuk menerima titipan dari-Nya, yang suatu saat Allah akan mengambilnya kembali. Jadi kenapa harus bersedih ketika Allah mengambil satu persatu dari apa yang kita miliki jika kita sadar bahwa memang semuanya itu adalah milik Allah dan menjadi hak Allah jika ia ingin mengambilnya dari kita. Dan setiap apapun yang dititipkan kepada seorang manusia semuanya akan dimintakan pertanggung jawabanya.

Menjadi beban yang sangat berat bagi orang-orang yang memiliki kelebihan tentang sesuatu di muka bumi ini. Apalagi kelebihan tersebut didapatkan dari cara-cara yang tidak baik seperti korupsi, menipu, mencuri dan cara-cara jelek lainnya. Na’udzubbillahi min dzalik, kita pasti akan termasuk orang yang merugi dan menyesal nanti kenapa kita melakukan hal-hal tersebut.

Maka kesederhanaan itu dituntut kepada kita, ketika kita tidak memerlukan sesuatu maka janganlah kita berusaha untuk memilikinya. Ketika kita butuh baju 2 atau 3 pasang kenapa harus beli 10 pasang, ketika dengan 2 sepatu cukup kenapa harus beli 10 pasang. Karena setiap apa yang kita miliki tersebut akan kita pertanggung jawabkan semuanya. Begitu juga dengan harga suatu barang yang ingin kita miliki, tidaklah semuanya harus mahal. Semuanya tergantung kebutuhan yang kita miliki agar kita mudah memberikan pertanggung jawabannya kepada Allah.

Nggak masalah kita memiliki barang yang bagus ketika kita memang membutuhkannya dan benar-benar berguna bagi kita untuk menunjang kerja-kerja kita. Bahkan rasulullah pun memiliki kuda yang sangat bagus, karena rasulullah ingin dalam perjalanannya atau dalm perperangangannya ia memiliki kendaraan yang baik yang tidak menghambatnya dalm menyelesaikan tugasnya tersebut.

Yudhi Prasetyo
Jakarta, 13 Nopember 2012 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar