Peristiwa gaza, palestina akan memberikan
ujian bagi bangsa palestina sendiri khususnya. Memberikan ujian bagi mereka
untuk terus bertahan dalam berjihad melawan zionis israel. Karena hanya merekalah
yang harus mampu menjaga kemuliaan mereka atas penjajahan dan penghinaan yang
dilakukan oleh israel. Pengorbanan yang besar telah/sedang diberikan oleh
anak-anak gaza demi kemuliaan diri dan bangsa mereka. Mereka pertahankan
kemuliaannya tersebut dengan harta dan jiwa mereka. Ini lah jihad yang sesungguhnya
bagi mereka, tidak lagi pada ranah-ranah konsep semata mengenai jihad. Mereka telah
berada di medan jihad, yang akan membawa mereka pada kemuliaan di dunia dan di
akhirat. Mereka adalah orang-orang pemberani, orang-orang yang kuat. Bahkan mereka
bangga bisa dilahirkan di tanah palestina karena mereka akan bisa merasakan
syahid dengan yang sebenar-benarnya.
Telah nyata bagi mereka disana untuk
membedakan mana orang-orang yang beriman dan mana orang-orang yang kafir, dan
mana pula orang-orang munafik. Orang beriman ialah mereka yang berjuang atas
penjajahan israel dan orang kafir ialah mereka yang telah terang-terangan
memerangi umat islam semuanya, baik itu orang tua, ana-anak, perempuna semuanya
mereka bunuh tanpa belas kasihan. Sedangkan orang munafik ialah mereka yang
takut untuk berperang padahal ia merupakan bagian dari bangsa paletina sendiri.
Mereka pasti akan bersembunyi dibalik alasan-alasan kepenakutannya.
Penjajahan di palestina bukan saja
menjadi ujian bagi warga bangsa palestina saja secara khusus, akan tetapi juga
merupakan ujian bagi masyarakat dunia lainnya secara umum. Ujian tersebut
berupa sikap melihat penjajahan yang terjadi di gaza, palestina. Menurut penulis
ada beberapa sikap yang akan terlihat dari masyarakat dunia sekarang ini (dengan
tidak melihat latar belakang agamanya), yakni :
1. 1. Sikap peduli/simpatik.
Peperangan atau lebih
tepatnya disebut penjajahan israel atas bangsa palestina akan menimbulkan sikap
simpatik dari sebagian orang atau negara. Sebagian orang atau negara tersebut
tentunya bersikap simpatik dikarenakan mereka masih memiliki hati nurani
sebagai manusia melihat penjajahan yang tidak berkesudahan tersebut. Tidak hanya
umat muslim saja yang bersimpatik, akan tetapi sikap simpatik itu juga
ditunjukkan dari berbagai latar belakang agama, aktifis kemanusiaan. Karena memang
penjajahan ini bukan lagi menjadi masalah agama akan tetapi telah menjadi isu HAM dan pelanggaran keamanan dunia. Kemudian
tidak hanya sebatas sikap simpatik dihati, bahkan mereka melakukan aksi nyata
di lapangan di daerahnya masing-masing. Mereka melakukan aksi dukungan atas
bangsa palestina dan galang dana untuk membantu palestina.
2. 2. Sikap tak peduli.
Banyak
juga golongan yang menunjukkan sikap tak peduli akan kejadian yang terjadi di
palestina. Meskipun mereka telah mengetahui, melihat dan mendengarnya melalui
media massa, untuk menimbulkan sikap peduli ini pun tidak bisa ditimbulkan
dalam hatinya. Apalah lagi untuk turun dalam aksi dukungan terhadap palestina. Ini
lah mereka yang tidak memiliki hati atas apa yang dirasakan oleh bangsa lain
yang sedang dijajah.
3. 3. Sikap munafik.
Mereka
adalah segolongan orang yang menutupi sebuah kebenaran, mereka tahu bahwa bangsa
palestina adalah bangsa yang terjajah. Akan tetapi mereka memutar balikkan
fakta. Membuat pemberitaan bahwa sesungguhnya yang bersalah itu adalah bangsa
palestina sendiri sedangkan israel melakukan serangan hanya sebagai bentuk
pertahanan mereka. Hm,,,,yang benar saja.
4. 4. Sikap mendukung penjajahan.
Sikap ini pun
tampak dari beberapa orang dan negara yang dengan jelas-jelas menyatakan
dirinya mendukung penjajahan yang dilakukan israel atas bangsa palestina. Entah
dimana hati nurani orang-orang atau negara yang memiliki sikap seperti ini....
Sedangkan ujian bagi umat muslim sedunia adalah
bagaimana umat muslim sekarang ini diuji tentang makna ukhuwah islamiyah. Sejauh
mana persaudaraan muslim itu dirasakan pada setiap diri. Apakah kita turut
merasakan bahwa bangsa palestina adalah bagian dari tubuh kita yang satu. Ketika
mereka sakit kita pun turut merasakan sakit. Ketika mereka dihinakan, kitapun
turut merasa terhinakan. Ketika mereka dikucilkan kita pun turut merasa
dikucilkan. Inilah yang hanya sebatas perasaan saja. Lebih dari itu ketika kita
emang benar-benar merasakannya ia akan merubah yang tadinya hanya sebatas
perasaan menjadi sebuah aksi nyata untuk menyatakan dukungan kepada mereka.
Maka, jika dilihat lagi dari sikap umat
muslim sedunia, menurut penulis ada beberapa sikap yang mereka tunjukkan atas
penjajahan palestina tersebut, yakni :
1. 1. Sikap Peduli/Simpatik.
Yang pasti bagi muslim yang
memiliki sikap peduli/simpatik ini dikarenakan memang mereka yang telah
mengetahui tentang bagaimana ukhuwah islamiyah. Persaudaraan akidah yang tidak
terbatas akan teritorial. Memahami benar akan pesan Al-qur’an tentang
persaudaraan seorang muslim dengan muslim lainnya. Memahami benar dengan pesan
Rasulullah SAW bahwa seorang muslim yang satu dengan yang lainnya bersaudara,
ibarat tubuh yang satu, ketika ada bagian yang merasakan sakit maka bagian yang
lain turut merasakan pula sakitnya. Terlebih lagi palestina yang merupakan
tempat suci bagi umat muslim. Di palestina terdapat masjid al-aqsha yang
merupakan kiblat umat muslim pertama sebelum dipindahkan ke ka’bah. Pasti sudah
menjadi kemuliaan tersendiri bagi Allah tanah palestina tersebut sehingga
pernah dijadikan kiblat sholat. Maka, yang dilakukan selanjutnya bagi golongan
orang yang mempunyai sikap ini, mereka tidak akan mau kalah dengan kelompok non
muslim yang telah aksi nyata untuk menunjukan bahwa mereka benar-benar peduli
palestina. Golongan ini akan lebih bersemangat untuk melakukan aksi-aksi nyata
untuk mendukung palestina, meskipun tidak bisa turut langsung terjun ke tanah
jihad palestina.
2. 2. Sikap Tak Peduli.
Ternyata memang ada segolongan muslim yang mempunyai sikap tak perduli terhadap
penjajahan palestina oleh israel. Meskipun ia telah mendengar melihat saudara
muslimnya telah dijajah seperti itu untuk menimbulkan sikap peduli itu sangat
sulit baginya. Mungkin hal ini disebabkan oleh pengaruh-pengaruh media supaya
mereka tidak perlu memikirkan palestina, atau pengaruh-pengaruh lainnya yang
membuat mereka hanya ingin memikirkan diri mereka sendiri sedangkan yang
terjadi dengan orang lain biarlah dipikirkan oleh orang lain itu sendiri.
3. 3. Sikap Munafik.
Ini merupakan golongan yang
mengaku muslim akan tetapi ia tidak mau menunjukkan kepedulianya terhadap
kejadian yang terjadi terhadap saudaranya seakidah di palestina. Mereka malah
membuat kesan bahwa yang bersalah adalah bangsa palestina sendiri, sehingga
dengan tersirat ia mendukung penjajahan yang dilakukan oleh israel. Bukan sikap
peduli yang mereka tunjukkan, malah sikap menjadikan penjajahan palestina dan
perjuangan bangsa palestina sebagai bahan lelucon bagi mereka melalui
perkataan-perkataan mereka ataupun tulisan mereka. Selain itu, golongan ini
pula yang sering mencemooh terhadap golongan yang peduli terhadap palestina. Mencemooh
dan mengejek golongan yang memperlihatkan sikap pedulinya dengan berupa aksi
nyata dilapangan maupun melalui tulisan-tulisannya. Pernyataan-pernyata “untuk
apa sih ente peduli palestina. Untuk apa siah kalian aksi, toh aksi kalian
tidaklah berefek pada israel dan palestina” pun terlontar dari mereka. Ataupun perkataan-perkataan lain yang bersifat
mencemooh sikap kepedulian orang lain. Pernyataan-penyataan ini biasanya
terlontar dari kaum liberal, dia muslim akan tetapi jauh dari kemuslimannya
itu.
Kemudian, sikap media massa yang sangat
berpengaruh dalam membangun opini publik masyarakat umum. Media massa yang
berupa televisi maupun media cetak tak luput juga menunjukkan sikap mereka
terhadap kejadian di palestina. Ada media yang memang benar-benar memberitakan
kondisi palestina dengan yang sesungguh-sungguhnya. Mereka memberitakan fakta
yang sesungguhnya bahwa palestina sekarang sedang terjajah oleh israel.
Akan tetapi banyak pula media yang
mencoba untuk memutar balikkan fakta kejadian di palestina. Ini mungkin
dikarenakan media tersebut memang berafiliasi atau bahkan pro zionis. Mereka memberitakan
yang sebaliknya atas kejadian yang terjadi di palestina. Meskipun tidak terlalu
vulgar dukungannya terhadap penjajahan di palestina, akan tetapi secara
tersirat sesungguhnya menunjukkan bahwa mereka adalah medianya zionis. Media yang
mencoba menggiring opini publik bahwa sesungguhnya yang bersalah itu adalah
bangsa palestina sendiri. Mengundang kelompok-kelompok liberal dalam
dialog-dialog palestina. Padahal mereka tidak tahu menau tentang palestina,
meskipun mereka tahu akan tetapi mereka menutupinya. Sehingga pada akhir kesimpulan
dialog tersebut secara tersirat menggambarkan bahwa kesalahan itu berada di
pihak palestina. Dan banyak lagi sarana-sarana media tersebut untuk menggiring
opini publik pada kebohongan publik. Sungguh menyedihkan media yang seperti
ini.
Mereka bangsa palestina memang tidak
memerlukan pengasihan dari kita, karena mereka adalah anak-anak yang kuat dan
tegar. Hanya saja kita sendirilah yang secara sadar harus menimbulkan sikap
peduli kita terhadap mereka. Karena kita sebagai seorang manusia yang memiliki
hati nurani, dan bahkan sebagai seorang muslim yang memiliki sikap bersaudara
terhadap muslim yang lainnya. Lakukan apa saja yang bisa kita lakukan saat ini.
Aksi turun ke jalan untuk dukung palestina. Aksi turun jalan untuk menggalang
dana supaya bisa disalurkan ke pejuang-pejuang palestina, yang dengan uang
tersebut mungkin bisa mereka gunakan untuk bahan pengobatan, bahan makanan atau
melengkapi/menambah perlengkapan perang mereka. Jadi meskipun kita jauh dari
sana, jauh dari peperangan kita pun turut berperang melawan penjajah zionis
israel melalui uang-uang yang kita kirimkan.
Selain aksi turun ke jalan, mari pula
kita tunjukan aksi kita di dunia maya atau sosial media. Karena melalui media
sosial ini juga lah para kaum pendukung dan munafik menggelontorkan
pernyataan-pernyataan yang akan mempengaruhi masyarakat. Jadi jika tidak kita
imbangi maka mereka akan berhasil membentuk opini masyarakat bahwa yang
bersalah itu adalah bangsa palestina sendiri. Kaum-kaum liberalis sangat rajin
menggunakan media sosial ini baik di facebook terutama lagi mereka gencar di
twitter. Maka menjadi kewajiban pula bagi kita untuk melawan mereka melalui
media yang sama pula. Jangan sampai mereka berhasil mempengaruhi masyarakat
dengan pernyataan-pernyataan salah mereka.
Yudhi Prasetyo
Pagi Rabu, 21 Nopember 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar