Kamis, 13 Maret 2014

Contoh Teks Wawancara

Berikut contoh teks wawancara mengenai kenakalan Remaja yang bisa dijadikan contoh untuk wawancara-wawancara lainnya.

Kenakalan Remaja di Sekolah
  • Pewawancara: Selamat pagi pak, boleh saya minta waktunya sebentar?
  • Nara Sumber: Oh..iya selamat pagi, ada apa?
  • Pewawancara: Begini pak, kami sedang melakukan penelitian tentang kenakalan di sekolah. boleh saya mewawancarai bapak sebagai narasumber kami?
  • Nara Sumber: Oh...iya boleh, silahkan.
  • Pewawancara: Em.... menurut bapak apakah kenakalan remaja di sekolah-sekolah khususnya sekolah kita ini telah memprihatinkan karena akhir-akhir ini banyak kasus siswa membolos?
  • Nara Sumber: Em... iya kenakalan remaja khususnya di lingkungan sekolah memang sepertinya menjadi masalah banyak sekolah seperti sekolah kita. Meski begitu di sekolah kita saya rasa belum sampai ke kategori parah.
  • Pewawancara: Lantas, kalau seperti kasus-kasus tersebut belum dikatakan parah menurut bapak parahnya bagaimana?
  • Nara Sumber: Kalau masalah membolos hal itu bisa dikatakan masih wajar sebab di usia sekolah seperti kalian ini emosi siswa masih bergejolak dan banyak ikut-ikutan kawan.
  • Pewawancara: Selain membolos kenakalan apa lagi yang biasa remaja sekolah lakukan biasanya pak, apakah ada kenakalan lain?
  • Nara Sumber: Ya, ada yang lain seperti kebiasaan mencontek, berangkat terlambat, tidak mengerjakan tugas, merokok di lingkungan sekolah untuk pria misalnya dan masih banyak lainnya.
  • Pewawancara: Melihat banyaknya hal buruk yang biasa dilakukan tersebut menurut bapak apa yang seharusnya siswa lakukan agar terhindar dari kenakalan-kenakalan tersebut.
  • Nara Sumber: Semua hal tersebut jika dilakukan tentunya akan merugikan siswa itu sendiri jadi alangkah baiknya jika setiap siswa dapat memupuk keyakinan bahwa melakukan kenakalan-kenakalan tersebut hanya akan mendatangkan masalah dan kerugian bagi diri sendiri baik sekarang maupun nantinya. Bisa kamu bayangkan, alangkah ruginya bagi mereka yang membolos sehingga tidak ikut belajar padahal orang tua mereka di rumah banting tulang agar anaknya dapat belajar di sekolah. Sudah bayar mahal terus membolos, bodoh bukan?
  • Pewawancara: Iya..saya sependapat dengan bapak. Selain itu, apakah pihak sekolah memiliki strategi-strategi khusus untuk mencegah hal-hal tersebut pak?
  • Nara Sumber: Sebagai instansi yang bertanggungjawab terhadap anak didik tentu saja sekolah memiliki beberapa solusi untuk mencegah kenakalan-kenakalan tersebut. Sebagai contoh anak yang terlambat dikenakan hukuman agar menimbulkan efek jera kepada mereka.
  • Pewawancara: Lalu selain menghukum apakah ada langkah lain untuk mencegah kenakalan tersebut?
  • Nara Sumber: Ya tentu...pada tahap selanjutnya siswa akan dibimbing untuk meningkatkan kesadarannya akan keburukan dan kerugian yang ditimbulkan dari prilaku buruk tersebut dengan demikian siswa akan memahami mengapa mereka dilarang membolos dan berprilaku buruk di sekolah.
  • Pewawancara: Bagaimana dengan murid-murid yang katakanlah bandel atau sangat bandel yang tidak juga jera dan sadar akan kesalahannya tersebut?
  • Nara Sumber: Jika memang tidak berubah, pihak sekolah tentunya akan berkomunikasi lebih lanjut dengan orang tua siswa agar orang tuanya juga ikut berperan dalam mendidik dan menasehati anaknya. Kalau memang sudah terlalu dalam artian melanggar hukum tentunya akan diserahkan pada pihak terkait.
  • Pewawancara: Melanggar hukum yang seperti apa yang bapak maksud, apakah ada siswa yang sampai se nekat itu?
  • Nara Sumber: Ya sebagai contoh kasus mencuri yaitu mencuri uang temannya misalnya, jika tidak ada solusi dan tidak mau berubah tentunya akan diserahkan ke polisi. 
  • Pewawancara: Apakah di sekolah kita ada yang seperti itu pak?
  • Nara Sumber: Alhamdulillah belum ada yang separah itu, kenakalan siswa remaja di sekolah kita hanya sebatas membolos dan tidak mengerjakan tugas saja. Dan semoga mereka lebih dapat meningkatkan sifat-sifat terpuji ketimbang perbuatan tercela.
  • Pewawancara: Alhamdulillah kalau begitu... Baiklah pak, saya rasa cukup banyak yang sudah saya dapatkan dari penjelasan bapak. Saya sangat berterimakasih atas informasi dan kesediaan bapak berbincang dengan saya.
  • Nara Sumber: Iya sama-sama... 
  • Pewawancara: Baiklah pak, kalau begitu saya permisi dulu, terimakasih atas waktunya, selamat pagi..
  • Nara Sumber: Iya selamat pagi...
Dari naskah wawancara tersebut tentunya kita semua dapat belajar baik mengenai isi maupun mengenai bagaimana melakukan wawancara dengan seorang narasumber. Lain waktu saya akan berbagi teks wawancara lain sebagai bahan belajar.


Dengan beberapa koleksi contoh di atas saya berharap sobat pengunjung semua dapat lebih mudah dalam memahami materi mengenai wawancara sehingga apabila diperlukan akan tahu bagaimana melakukan wawancara dengan narasumber. 

Dalam contoh wawancara dengan narasumber yang benar, pasti dicantumkan unsur-unsur dasar 5W + 1H agar semua pertanyaan dasar dapat terjawab, contoh wawancara dengan narasumber juga semestinya dibuat dengan bahasa yang sopan dan teratur. Pada intinya wawancara dengan narasumber merupakan tanya jawab dalam bentuk kronologi peristiwa, konflik, hingga terjadi kesimpulan. Demikian contoh wawancara dengan narasumber, semoga bermanfaat untuk Anda.

*sumber teks dari "http://kumpulan-tugas-sekolahku.blogspot.com/2013/09/contoh-teks-wawancara-tentang-kenakalan.html"

Jumat, 07 Maret 2014

Jangan Pilih Mereka di PEMILU 2014...!!!

Pengalaman adalah guru terbaik. Ngomong-ngomong tentang pemilu, terkadang banyak yang kecewa terhadap wakil-wakil rakyat yang telah mereka pilih di tahun 2009 dulu. Kecewa karena yang mereka pilih banyak yang tidak amanah dan bertanggung jawab, terlibat korupsi, penyelewengan anggaran, perselingkuhan antar anggota dewan, penipuan dan lain sebagainya. Semuanya terjadi karena salah pilih.

Nah sob, agar sobat semua yang -mungkin- baru pertama kali memilih jangan sampai salah pilih ya. Jangan pilih mereka yang tidak akan bisa bertanggung jawab ke depannya apalagi tidak amanah. Siapa sih mereka yang jangan sampai sobat pilih di pemilu 2014 nanti? Saya ada sedikit gambaran tentang siapa2 saja yang jangan dipilih. Berikut :

1.   Jangan pilih dari partai yang sudah banyak terlibat korupsi.
Partai dengan jumlah caleg atau kader-kadernya yang terlibat korupsi sangat-sangat mengecewakan, apalagi ia sudah terkenal sebagai partai besar. Mereka telah mengkhianati amanah rakyat yang memilihnya. Menyelewengkan uang yang seharusnya menjadi hak rakyat malahan dinikmati oleh dirinya sendiri atau bersama kelompoknya. Partai-partai seperti ini sesungguhnya tidak layak lagi untuk dipilih.
Ini terjadi disebabkan dari awal partai menjaring para caleg. Penjaringan/rekriutmen yang sembarangan dilakukan oleh partai yang hanya mengandalkan popularitas sang caleg. Yang penting baginya menang. Kemudian tidak adanya pembinaan yang baik dari partai terhadap kadernya dan para calegnya, sehingga para kader dan anggota legislatif yang sudah duduk di parlemen melakukan korupsi.


     2.   Jangan pilih caleg yang melakukan praktik “politik Uang (money Politik)”
“Politik uang” adalah cara yang tidak dibenarkan oleh semua pihak yang pro pada kebenaran. “politik uang” adalah cara memaksakan pemilih untuk memilih dirinya, padahal dia tidak memiliki kualitas untuk dipilih, makanya dia gunakan cara yang salah. Bagi dia prinsipnya yang penting masyarakat mau pilih dia.
Caleg yang melakukan “politik uang” yakni memberikan beberapa uang ke tiap orang tapi harus memilih sang caleg adalah caleg yang dari awal sudah memiliki jalan tidak baik. Dengan uang 50.000 per orang dengan harapan orang tersebut memilih sang caleg tersebut. Sayang sekali sobat, dengan uang 50.000 kita memilih orang yang akan tidak amanah ke depan. Dengan uang 50.000 kita akan memilih orang yang tidak tepat untk melakukan perubahan ketika mereka telah jadi.
Praktik “politik Uang” adalah jalan awal ketidakbaikan dari para caleg yang melakukannya. Dia harus memerlukan berapa banyak uang coba untuk dia jadi, misalnya ketika ia butuh suara sebanyak 10.000? Apakah cukup gajinya nanti untuk menggantinya. “politik uang” ini lah yang akan memicu sang caleg untuk melakukan korupsi jika dia jadi. Ya jelas untuk mengembalikan modal ketika dia kampanye dahulu.
Jadi, cara yang salah akan menghasilkan yang salah pula di akhirnya.

     3.   Jangan pilih caleg dari latar belakang kepribadian yang tidak baik.
Bagi pemilih sangat penting melihat latar belakang kepribadian caleg yang akan dipilih nantinya. Jangan pilih mereka yang memiliki akhlak tidak baik karena ketika ia jadi nantinya sangat memalukan dengan akhlaknya yang tidak baik tersebut. Jangan pilih caleg yang tidak rajin ibadah karena dia tidak senantiasa diingatkan kepada sang pencipta, sehingga dengan ringan dia untuk melakukan dosa. Jangan pilih mereka caleg yang tidak memiliki pemahaman agama yang baik. Ini sangat penting, pemahaman agama akan membentengi dirinya dari perbuatan-perbuatan dosa.

     4.   Jangan pilih caleg yang tidak memiliki visi perubahan.
Caleg yang seperti ini mau melakukan apa nanti ketika dia jadi. Jangan mentang-mentang banyak uang dan populer secara ketokohan saja, tapi tidak memiliki sebuah konsep untuk melakukan perbaikan... yaa kerjanya pasti hanya diam saja nanti. Seorang caleg harus memiliki konsep atau gagasan upaya perbaikan dari masalah yang ada di dalam masyarakat, dia haru punya visi ketika dia jadi. Caleg yang tidak punya itu semua nantinya dia hanya ikut saja dengan yang paling kuat, ambil posisi aman. Atau kerjanya nanti tidur ketika rapat, bolos rapat, sukanya jalan jalan, main proyek dan kenakalan2 anggota dewan lainnya.

     5.   Jangan pilih caleg/partai yang terlalu berlebihan dalam pencitraan.
Pencitraan melalui iklan di TV, di koran atau melalui baliho-baliho itu boleh saja agar masyarakat juga tahu. Akan tetapi kalo berlebihan dia akan mengeluarkan dana yang besar sekali. Kita ambil contoh iklan di TV... dia itu suma 15 detik saja harganya sekitar 10-15 juta an.. wow..gimana kalo dia muncul terus setiap jeda komersil? Berapa banyak uang yang dikeluarkan? pakai uang siapa? Itu nanti akan berefek pada bagaimana cara mengembalikan modal iklannya ketika dia telah jadi. Jangan pilih mereka caleg yang hanya mengandalkan pencitraan semata, obral janji tapi malas nemui masyarakat, malas kerja. Mau kerja ketika ada media yang akan memunculkan dia di TV ataupun koran. Sedikit kerja tapi koar-koar tentang kerjanya sedikit.

Nah itu mungkin sobat yang bisa saya berikan gambaran siapa aja caleg yang patut tidak untuk dipilih. Jangan berikan amanah besar perbaikan negeri ini kepada mereka-mereka yang nantinya tidak bisa menjalankannya dengan baik. Untuk caleg yang cocok dipilih nantikan di tulisan selanjutnya.. :D

Yudhi Prasetyo

Jambi 08 maret 2014

Panduan Memilih agar tak Salah Pilih di PEMILU 2014.



Memilih adalah keiscayaan, karena sejatinya hidup kita diliputi dari pilihan demi pilihan. Setiap pilihan sepaket dengan konsekuensinya, maka jangan salah pilih agar tak menyesal di kemudian hari. Sekarang lagi heboh membicarakan pemilu 2014 dimana akan dipilihnya wakil-wakil rakyat yang akan membawa bangsa Indonesia ini ke depannya. Sebagai salah satu bentuk kontribusi kita sebagai warga Indonesia demi kemajuan Indonesia, maka turut dalam memilih dalam pemilu nanti adalah salah satu bentuk kontribusi kita.

“Semua partai sama saja saat ini”, oh belum tentu. Dari yang sama-sama baik, pilihlah yang terbaik. Dari yang dianggap sama-sama jelek belum tentu semuanya jelek. Karena memang kita tetap harus memilih dari sekian banyak yang disajikan. Buat sobat muda, yang mungkin- baru pertama kali memilih, berikut saya coba kasih sedikit tips agar pilihan sobat semua tepat pada orang-orang yang bertanggung jawab. Berikut :

1. Cari informasi partai peserta pemilu
Tahun ini ada berapa partai yang ikut, ini penting agar kita bisa membandingkan antara satu partai dengan partai yang lainnya. Informasi bisa didapatkan dari diskusi, ikut seminar KPU, browsing di Internet. Dari partai-partai inilah nantinya akan kita pilih caleg mana yang akan kita pilih juga di kemudian harinya.

2. Cari Informasi partai lebih dalam
Kemudian cari informasi tentang partai-partai yang ada dan selanjutnya bandingkan masing-masingnya.Misal tentang prestasi-prestasinya di 5 tahun belakang sejak mereka diamanahkan di tahun 2014. Prestasi apa yang sudah dibuat oleh para calegnya. MAKA YANG BERPRESTASI BANYAK ITU YANG AKAN DIPILIH.
Atau bandingkan pula tentang kebobrokan partainya. Korupsi yang paling banyak dari partai apa, ketidakbaikan caleg-calegnya dari partai apa dan atau yang lainnya. Karena kondisi caleg yang buruk karena sistem partai yang buruk pula. Maka JANGAN PILIH PARTAI YANG BANYAK JELEKNYA, BANYAK KORUPSI KADER2/CALEG2NYA.

3. Lihat kader-kadernya.
Partai yang baik adalah partai yang bisa membina kader-kadernya untuk menjadi baik pula. Kader partai yang terbina dengan baik pasti ia akan memberikan kebaikan pula pada masyarakat sekitarnya. 
Kenapa ada partai yang kadernya banyak yang korupsi atau melakukan tindakan yang tidak baik? Faktor utamanya karena sistem di partai itu yang tidak baik juga. Maka Partai yang Baik adalah KADER-KADERNYA yang baik Pula.

4. Jangan langsung percaya pada media
Ketika mendengar informasi dari media mengenai satu partai, maka jangan langsung percaya dengan berita media terbut sehingga langsung menarik satu kesimpulan. Cari berita dari sumber-sumber lainnya. Bertanya pada yang lebih paham. Agar berita yang kita dengar bisa berimbang. Karena memang media sudah ada kepentingan dari sebagian partai, digunakan untuk menyerang partai lawan. Maka jadilah orang cerdas dalam menghadapi informasi media. Kondisi di masyarakat tentang partai tersebut itu yang harusnya lebih dipercaya dibandingkan dengan pemberitaan di media.

Yudhi Prasetyo
Jambi, 07 Maret 2014

Kamis, 06 Maret 2014

Spion Masa Lalu


Jika dengan melihat masa lalumu itu bisa membuatmu lebih baik lagi ke depan, maka lihatlah masa lalumu itu. Renungilah masa lalumu itu. Kesalahan di masa lalu engkau jadikan sebagai sebuah pelajaran untuk menjadi lebih baik lagi di masa depan. Engkau tidak akan mengulangi kesalahan masa lalumu itu, dikarenakan engkau telah sadar saat ini bahwa itu adalah salah dan jika dilakukan terus menerus akan merugikan dirimu.

Namun, Jika dengan melihat masa lalu malah membuatmu tidak menjadi lebih baik atau stagnan, maka lupakanlah masa lalumu. Kesalahan masa lalu terkadang membuat minder diri. Merasa seolah-olah diri ini tidak bisa diperbaiki lagi. Terlalu besar perasaan bersalah ketika mengingat masa lalu sehingga dengan begitu engkau tak mau bergerak maju karena kakimu ditahan oleh perasaan masa lalu. Lupakan saja, yang lalu biar berlalu. Dan kesalahan masa lalu bisa dibayar dengan kebaikan hari ini dan akan mendatang.

Melihat spion itu sekali-kali di saat kau mengendarai kendaraanmu, Jangan terus-terus melihat spion. Yang harus kamu lakukan saat ini, detik ini adalah maju ke depan menjadi lebih baik.