Masjid Muhammad Cheng hoo, berada di Jalan Ibrahim Ripin kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi. Bangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo ini, diresmikan pada tanggal 12 Februari 2021, atau bertepatan dengan tradisi imlek. Desain masjid ini bentuknya seperti Kelenteng, rumah peribadatan warga Tionghoa, terutama umat Konghucu. Pembangunan masjid ini, terinspirasi dari Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, masjid pertama dengan arsitektur budaya Tionghoa di Indonesia.
Masjid ini memiliki luas 20x20
meter, di atas tanah seluas 2.380 meter persegi. Peletakan batu pertama
dilakukan oleh Gubernur Hasan Basri Agus ketika itu, tepatnya tanggal 22 Juli
2012.
Masjid Muhammad Cheng Hoo ini
digagas oleh seorang mualaf yang dulunya merupakan mantan ketua Persatuan Islam
Tionghoa Indonesia (PITI) Provinsi Jambi, yaitu bapak Haji Rusli.
Arsitektur masjid
Cheng Hoo ini pastinya sangat kental dengan budaya Tionghoa. Undak-undakan pada
Kubah utamanya menyerupai pagoda yang menjadi ciri khas rumah ibadah warga
Tionghoa. Sementara atap masjidnya, di setiap ujungnya berbentuk sanding
tunggal dengan tingkat kemiringan yang menjuntai ke atas, yang juga khas
arsitektur bangunan Tionghoa.
Dua tiang yang
cukup besar dengan dilengkapi lampion pada sisi kiri dan kanan pada atap bagian
depan masjid, makin membuatnya elok dipandang. Sebagaimana umumnya warga juga memilih
berswafoto di depan pintu utama masjid ini.
Masjid ini
memiliki tiga pintu utama yang berbentuk bulat yang dibalut warna hijau tua.
Begitu pula tempat imam salat di dalam masjid juga berbentuk bulat. Perpaduan
warna hijau tua dan kuning makin membuat masjid ini tampak khas.
Penamaan
Laksamana Cheng Ho pada masjid ini merupakan bentuk penghormatan pada sosok
Cheng Hoo. Laksamana
Cheng Ho adalah seorang penjelajah terkenal dari China yang mengembara antara
1405-1433. Selama kurang lebih 28 tahun melakukan ekspedisi ke berbagai negeri
di Afrika dan Asia, termasuk Indonesia. Saat itu, armadanya terdiri 307 kapal
yang membawa sekitar 27.000 pelaut. Bahkan hingga saat ini, belum ada yang
dapat melebihi armada yang dimiliki Laksamana Cheng Ho. Namanya pun tidak asing
di Indonesia, karena diyakini turut menyebarkan agama Islam di nusantara. Awal
kehidupan
Penjelasan singkat tentang masjid Muhammad Cheng
Hoo ini dibuat oleh panitia pembangunan dalam bentuk lukisan dinding di sisi
kanan masjid, tepatnya berdampingan tempat wudhu bagi pengunjung laki-laki.
Pengunjung juga dapat melihat lukisan laksamana yang bernama lengkap Muhammad
Cheng Hoo bersama kapal yang digunakan saat mengarungi Samudera Hindia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar