Selasa, 25 Januari 2022

Masjid Cheng Hoo, Destinasi Religi di Kota Jambi

Masjid Muhammad Cheng hoo, berada di Jalan Ibrahim Ripin kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi. Bangunan Masjid Muhammad Cheng Hoo ini, diresmikan pada tanggal 12 Februari 2021, atau bertepatan dengan tradisi imlek.  Desain masjid ini bentuknya seperti Kelenteng, rumah peribadatan warga Tionghoa, terutama umat Konghucu. Pembangunan masjid ini, terinspirasi dari Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, masjid pertama dengan arsitektur budaya Tionghoa di Indonesia.

Masjid ini memiliki luas 20x20 meter, di atas tanah seluas 2.380 meter persegi. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Gubernur Hasan Basri Agus ketika itu, tepatnya tanggal 22 Juli 2012.

Masjid Muhammad Cheng Hoo ini digagas oleh seorang mualaf yang dulunya merupakan mantan ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Provinsi Jambi, yaitu bapak Haji Rusli.



Arsitektur masjid Cheng Hoo ini pastinya sangat kental dengan budaya Tionghoa. Undak-undakan pada Kubah utamanya menyerupai pagoda yang menjadi ciri khas rumah ibadah warga Tionghoa. Sementara atap masjidnya, di setiap ujungnya berbentuk sanding tunggal dengan tingkat kemiringan yang menjuntai ke atas, yang juga khas arsitektur bangunan Tionghoa.

Dua tiang yang cukup besar dengan dilengkapi lampion pada sisi kiri dan kanan pada atap bagian depan masjid, makin membuatnya elok dipandang. Sebagaimana umumnya warga juga memilih berswafoto di depan pintu utama masjid ini.

Masjid ini memiliki tiga pintu utama yang berbentuk bulat yang dibalut warna hijau tua. Begitu pula tempat imam salat di dalam masjid juga berbentuk bulat. Perpaduan warna hijau tua dan kuning makin membuat masjid ini tampak khas.

Penamaan Laksamana Cheng Ho pada masjid ini merupakan bentuk penghormatan pada sosok Cheng Hoo. Laksamana Cheng Ho adalah seorang penjelajah terkenal dari China yang mengembara antara 1405-1433. Selama kurang lebih 28 tahun melakukan ekspedisi ke berbagai negeri di Afrika dan Asia, termasuk Indonesia. Saat itu, armadanya terdiri 307 kapal yang membawa sekitar 27.000 pelaut. Bahkan hingga saat ini, belum ada yang dapat melebihi armada yang dimiliki Laksamana Cheng Ho. Namanya pun tidak asing di Indonesia, karena diyakini turut menyebarkan agama Islam di nusantara. Awal kehidupan

Penjelasan singkat tentang masjid Muhammad Cheng Hoo ini dibuat oleh panitia pembangunan dalam bentuk lukisan dinding di sisi kanan masjid, tepatnya berdampingan tempat wudhu bagi pengunjung laki-laki. Pengunjung juga dapat melihat lukisan laksamana yang bernama lengkap Muhammad Cheng Hoo bersama kapal yang digunakan saat mengarungi Samudera Hindia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar