Sabtu, 01 November 2014

Setan, sebaik-baik pembuat tipu daya.

Semakin kuat keimananmu bukan berarti setan berhenti untuk menggodamu. Bahkan semakin tertantang baginya untuk bisa menggoyahkan keimananmu sehingga engkau terjerumus kembali pada jalan kemaksiatan. 

Sepertinya setan memang sebaik-baiknya pembuat tipu daya, karena mungkin pengalaman yang sangat lama dalam menggoda manusia telah dimilikinya. 

Kita merasa keimanan kita sedang kuat, sehingga kita makin percaya diri bisa melawan godaan setan. Akan tetapi, setan tahu akan hal itu maka setan pun tak akan terlalu ekstrem dalam menggoda kita. 

Keimanan yang kuat dari seseorang tidak akan mungkin bs ditembus dengan godaan yang nampak jelas kepada maksiat. 

Apa yang dilakukan setan? Dia mungkin akan memperhalus tipu dayanya, membuat tipu muslihat yang tidak terlalu nampak bagi seseorang yang sedang tinggi imannya. 

Memperhalus tipuannya, sehingga tanpa  disadari seseorang yang imannya tinggi itu pada dasarnya telah masuk dalam perangkapnya. Satu pintu jalan menuju kemaksiatan yang halus dan tanpa disadari oleh seseorang yang kuat imannya akan menjadi modal bagi setan untuk melancarkan jalannya kepada jalan maksiat yang lebih besar lagi. 

Maka bagi seseorang yang hanyut dalam godaan yang tanpa disadarinya sedari awal maka tanpa disadari pula ia akan ikut dalam hanyutan setan, dan baru tersadar ketika ia telah melakukan kemaksiatannya.

Pernah mendengar cerita anak monyet yang dijatuhkan oleh angin yang semilirkan? ia terjatuh bukan karena angin badai.

Pernah mendengar cerita seorang yang ahli ibadah, yang mendapatkan amanah dari beberapa orang saudara untuk menjaga adik perempuannya yang ditinggalkannya karena urusan tertentu? 

Sebaik-baiknya tipu daya setan tetap saja ia adalah tipu daya yang lemah bagi orang-orang beriman dan bertakwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar