Jumat, 07 Maret 2014

Jangan Pilih Mereka di PEMILU 2014...!!!

Pengalaman adalah guru terbaik. Ngomong-ngomong tentang pemilu, terkadang banyak yang kecewa terhadap wakil-wakil rakyat yang telah mereka pilih di tahun 2009 dulu. Kecewa karena yang mereka pilih banyak yang tidak amanah dan bertanggung jawab, terlibat korupsi, penyelewengan anggaran, perselingkuhan antar anggota dewan, penipuan dan lain sebagainya. Semuanya terjadi karena salah pilih.

Nah sob, agar sobat semua yang -mungkin- baru pertama kali memilih jangan sampai salah pilih ya. Jangan pilih mereka yang tidak akan bisa bertanggung jawab ke depannya apalagi tidak amanah. Siapa sih mereka yang jangan sampai sobat pilih di pemilu 2014 nanti? Saya ada sedikit gambaran tentang siapa2 saja yang jangan dipilih. Berikut :

1.   Jangan pilih dari partai yang sudah banyak terlibat korupsi.
Partai dengan jumlah caleg atau kader-kadernya yang terlibat korupsi sangat-sangat mengecewakan, apalagi ia sudah terkenal sebagai partai besar. Mereka telah mengkhianati amanah rakyat yang memilihnya. Menyelewengkan uang yang seharusnya menjadi hak rakyat malahan dinikmati oleh dirinya sendiri atau bersama kelompoknya. Partai-partai seperti ini sesungguhnya tidak layak lagi untuk dipilih.
Ini terjadi disebabkan dari awal partai menjaring para caleg. Penjaringan/rekriutmen yang sembarangan dilakukan oleh partai yang hanya mengandalkan popularitas sang caleg. Yang penting baginya menang. Kemudian tidak adanya pembinaan yang baik dari partai terhadap kadernya dan para calegnya, sehingga para kader dan anggota legislatif yang sudah duduk di parlemen melakukan korupsi.


     2.   Jangan pilih caleg yang melakukan praktik “politik Uang (money Politik)”
“Politik uang” adalah cara yang tidak dibenarkan oleh semua pihak yang pro pada kebenaran. “politik uang” adalah cara memaksakan pemilih untuk memilih dirinya, padahal dia tidak memiliki kualitas untuk dipilih, makanya dia gunakan cara yang salah. Bagi dia prinsipnya yang penting masyarakat mau pilih dia.
Caleg yang melakukan “politik uang” yakni memberikan beberapa uang ke tiap orang tapi harus memilih sang caleg adalah caleg yang dari awal sudah memiliki jalan tidak baik. Dengan uang 50.000 per orang dengan harapan orang tersebut memilih sang caleg tersebut. Sayang sekali sobat, dengan uang 50.000 kita memilih orang yang akan tidak amanah ke depan. Dengan uang 50.000 kita akan memilih orang yang tidak tepat untk melakukan perubahan ketika mereka telah jadi.
Praktik “politik Uang” adalah jalan awal ketidakbaikan dari para caleg yang melakukannya. Dia harus memerlukan berapa banyak uang coba untuk dia jadi, misalnya ketika ia butuh suara sebanyak 10.000? Apakah cukup gajinya nanti untuk menggantinya. “politik uang” ini lah yang akan memicu sang caleg untuk melakukan korupsi jika dia jadi. Ya jelas untuk mengembalikan modal ketika dia kampanye dahulu.
Jadi, cara yang salah akan menghasilkan yang salah pula di akhirnya.

     3.   Jangan pilih caleg dari latar belakang kepribadian yang tidak baik.
Bagi pemilih sangat penting melihat latar belakang kepribadian caleg yang akan dipilih nantinya. Jangan pilih mereka yang memiliki akhlak tidak baik karena ketika ia jadi nantinya sangat memalukan dengan akhlaknya yang tidak baik tersebut. Jangan pilih caleg yang tidak rajin ibadah karena dia tidak senantiasa diingatkan kepada sang pencipta, sehingga dengan ringan dia untuk melakukan dosa. Jangan pilih mereka caleg yang tidak memiliki pemahaman agama yang baik. Ini sangat penting, pemahaman agama akan membentengi dirinya dari perbuatan-perbuatan dosa.

     4.   Jangan pilih caleg yang tidak memiliki visi perubahan.
Caleg yang seperti ini mau melakukan apa nanti ketika dia jadi. Jangan mentang-mentang banyak uang dan populer secara ketokohan saja, tapi tidak memiliki sebuah konsep untuk melakukan perbaikan... yaa kerjanya pasti hanya diam saja nanti. Seorang caleg harus memiliki konsep atau gagasan upaya perbaikan dari masalah yang ada di dalam masyarakat, dia haru punya visi ketika dia jadi. Caleg yang tidak punya itu semua nantinya dia hanya ikut saja dengan yang paling kuat, ambil posisi aman. Atau kerjanya nanti tidur ketika rapat, bolos rapat, sukanya jalan jalan, main proyek dan kenakalan2 anggota dewan lainnya.

     5.   Jangan pilih caleg/partai yang terlalu berlebihan dalam pencitraan.
Pencitraan melalui iklan di TV, di koran atau melalui baliho-baliho itu boleh saja agar masyarakat juga tahu. Akan tetapi kalo berlebihan dia akan mengeluarkan dana yang besar sekali. Kita ambil contoh iklan di TV... dia itu suma 15 detik saja harganya sekitar 10-15 juta an.. wow..gimana kalo dia muncul terus setiap jeda komersil? Berapa banyak uang yang dikeluarkan? pakai uang siapa? Itu nanti akan berefek pada bagaimana cara mengembalikan modal iklannya ketika dia telah jadi. Jangan pilih mereka caleg yang hanya mengandalkan pencitraan semata, obral janji tapi malas nemui masyarakat, malas kerja. Mau kerja ketika ada media yang akan memunculkan dia di TV ataupun koran. Sedikit kerja tapi koar-koar tentang kerjanya sedikit.

Nah itu mungkin sobat yang bisa saya berikan gambaran siapa aja caleg yang patut tidak untuk dipilih. Jangan berikan amanah besar perbaikan negeri ini kepada mereka-mereka yang nantinya tidak bisa menjalankannya dengan baik. Untuk caleg yang cocok dipilih nantikan di tulisan selanjutnya.. :D

Yudhi Prasetyo

Jambi 08 maret 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar