Pengalaman adalah guru terbaik. Ngomong-ngomong tentang pemilu,
terkadang banyak yang kecewa terhadap wakil-wakil rakyat yang telah mereka
pilih di tahun 2009 dulu. Kecewa karena yang mereka pilih banyak yang tidak amanah
dan bertanggung jawab, terlibat korupsi, penyelewengan anggaran, perselingkuhan
antar anggota dewan, penipuan dan lain sebagainya. Semuanya terjadi karena
salah pilih.
Nah sob, agar sobat semua yang -mungkin- baru pertama kali memilih
jangan sampai salah pilih ya. Jangan pilih mereka yang tidak akan bisa
bertanggung jawab ke depannya apalagi tidak amanah. Siapa sih mereka yang
jangan sampai sobat pilih di pemilu 2014 nanti? Saya ada sedikit gambaran
tentang siapa2 saja yang jangan dipilih. Berikut :
1. Jangan pilih dari partai yang sudah banyak
terlibat korupsi.
Partai dengan jumlah caleg atau
kader-kadernya yang terlibat korupsi sangat-sangat mengecewakan, apalagi ia
sudah terkenal sebagai partai besar. Mereka telah mengkhianati amanah rakyat
yang memilihnya. Menyelewengkan uang yang seharusnya menjadi hak rakyat malahan
dinikmati oleh dirinya sendiri atau bersama kelompoknya. Partai-partai seperti
ini sesungguhnya tidak layak lagi untuk dipilih.
Ini terjadi disebabkan dari awal
partai menjaring para caleg. Penjaringan/rekriutmen yang sembarangan dilakukan
oleh partai yang hanya mengandalkan popularitas sang caleg. Yang penting
baginya menang. Kemudian tidak adanya pembinaan yang baik dari partai terhadap
kadernya dan para calegnya, sehingga para kader dan anggota legislatif yang
sudah duduk di parlemen melakukan korupsi.
2. Jangan
pilih caleg yang melakukan praktik “politik Uang (money Politik)”
“Politik uang” adalah cara yang
tidak dibenarkan oleh semua pihak yang pro pada kebenaran. “politik uang” adalah
cara memaksakan pemilih untuk memilih dirinya, padahal dia tidak memiliki
kualitas untuk dipilih, makanya dia gunakan cara yang salah. Bagi dia
prinsipnya yang penting masyarakat mau pilih dia.
Caleg yang melakukan “politik
uang” yakni memberikan beberapa uang ke tiap orang tapi harus memilih sang
caleg adalah caleg yang dari awal sudah memiliki jalan tidak baik. Dengan uang
50.000 per orang dengan harapan orang tersebut memilih sang caleg tersebut.
Sayang sekali sobat, dengan uang 50.000 kita memilih orang yang akan tidak
amanah ke depan. Dengan uang 50.000 kita akan memilih orang yang tidak tepat
untk melakukan perubahan ketika mereka telah jadi.
Praktik “politik Uang” adalah
jalan awal ketidakbaikan dari para caleg yang melakukannya. Dia harus memerlukan
berapa banyak uang coba untuk dia jadi, misalnya ketika ia butuh suara sebanyak
10.000? Apakah cukup gajinya nanti untuk menggantinya. “politik uang” ini lah
yang akan memicu sang caleg untuk melakukan korupsi jika dia jadi. Ya jelas
untuk mengembalikan modal ketika dia kampanye dahulu.
Jadi, cara yang salah akan
menghasilkan yang salah pula di akhirnya.
3. Jangan
pilih caleg dari latar belakang kepribadian yang tidak baik.
Bagi pemilih sangat penting
melihat latar belakang kepribadian caleg yang akan dipilih nantinya. Jangan
pilih mereka yang memiliki akhlak tidak baik karena ketika ia jadi nantinya
sangat memalukan dengan akhlaknya yang tidak baik tersebut. Jangan pilih caleg
yang tidak rajin ibadah karena dia tidak senantiasa diingatkan kepada sang pencipta,
sehingga dengan ringan dia untuk melakukan dosa. Jangan pilih mereka caleg yang
tidak memiliki pemahaman agama yang baik. Ini sangat penting, pemahaman agama
akan membentengi dirinya dari perbuatan-perbuatan dosa.
4. Jangan
pilih caleg yang tidak memiliki visi perubahan.
Caleg yang seperti ini mau
melakukan apa nanti ketika dia jadi. Jangan mentang-mentang banyak uang dan
populer secara ketokohan saja, tapi tidak memiliki sebuah konsep untuk
melakukan perbaikan... yaa kerjanya pasti hanya diam saja nanti. Seorang caleg
harus memiliki konsep atau gagasan upaya perbaikan dari masalah yang ada di
dalam masyarakat, dia haru punya visi ketika dia jadi. Caleg yang tidak punya
itu semua nantinya dia hanya ikut saja dengan yang paling kuat, ambil posisi
aman. Atau kerjanya nanti tidur ketika rapat, bolos rapat, sukanya jalan jalan,
main proyek dan kenakalan2 anggota dewan lainnya.
5. Jangan
pilih caleg/partai yang terlalu berlebihan dalam pencitraan.
Pencitraan melalui iklan di TV, di koran
atau melalui baliho-baliho itu boleh saja agar masyarakat juga tahu. Akan
tetapi kalo berlebihan dia akan mengeluarkan dana yang besar sekali. Kita ambil
contoh iklan di TV... dia itu suma 15 detik saja harganya sekitar 10-15 juta
an.. wow..gimana kalo dia muncul terus setiap jeda komersil? Berapa banyak uang
yang dikeluarkan? pakai uang siapa? Itu nanti akan berefek pada bagaimana cara
mengembalikan modal iklannya ketika dia telah jadi. Jangan pilih mereka caleg
yang hanya mengandalkan pencitraan semata, obral janji tapi malas nemui
masyarakat, malas kerja. Mau kerja ketika ada media yang akan memunculkan dia
di TV ataupun koran. Sedikit kerja tapi koar-koar tentang kerjanya sedikit.
Nah itu mungkin sobat yang bisa saya berikan gambaran siapa aja caleg
yang patut tidak untuk dipilih. Jangan berikan amanah besar perbaikan negeri
ini kepada mereka-mereka yang nantinya tidak bisa menjalankannya dengan baik.
Untuk caleg yang cocok dipilih nantikan di tulisan selanjutnya.. :D
Yudhi Prasetyo
Jambi 08 maret 2014


Tidak ada komentar:
Posting Komentar