Kata panitia kita sedang berada di
Kabupaten Lembang, tempat yang akan digunakan untuk pertemuan nantinya. Dan setelah
dilihat melalui plang namanya ternyata benar, aku dan teman-teman lainnya
sedang berada di Lembang tepatnya di Cikole Jaya Giri Resort, dan ternyata lagi
panitianya tidaklah bohong, he...ya iya lah. Sebuah tempat yang indah,
sejuk udaranya di saat siang dan sangat dingin ketika malam, karena ini tempat
berada di dataran tinggi tepatnya di bawah gunung Tangkuban Perahu.
Lembang merupakan daerah pertanian. Sebagian
besar masyarakat lembang memiliki mata pencaharian sebagai petani. Dengan suhu
yang pas memanglah cocok untuk ditanami berbagai macam produk pertanian
terutama sayur-sayuran. Sehingga dikatakan bahwa daerah lembang inilah yang
menjadi daerah penyedia hasil-hasil pertanian bagi daerah lain di sekitarnya. Sangatlah
besar peran daerah Lembang sebagai penyedia hasil pertanian terutama
sayur-sayuran bagi daerah lain di sekitarnya.
Satu jam, waktu yang dibutuhkan untuk menempuh
perjalanan dari Bandung menuju Cikole Lembang. Udara segar langsung terhirup
dari rongga-rongga hidung ketika keluar dari pintu bus. Udara yang sangat sejuk
sekali, lebih sejuk dibandingkan di dalam mobil meskipun mobilnya pakai AC. Sebuah
tempat yang sangat indah, sangat cocok dijadikan tempat rekreasi bagi keluarga,
instansi ataupun masyarakat umumnya. Tempat ini dilengkapi dengan arena
outbond, sehingga sangat cocok digunakan oleh sebuah instansi untuk melepaskan
penatnya kerjaan dengan bermain di arena ini. Selain itu ada aula sebagai
tempat pertemuan, dan juga sekaligus rumah penginapannya.
Selama dua hari satu malam berada di
tempat ini untuk menjalan sebuah pertemuan dengan teman-teman perwakilan se-Indonesia
yang berjumlah kurang lebih 150 orang. Udara yang sejuk di siang hari dan
sangat dingin ketika malam ini membuat kita membutuhkan selimut yang tebal
ketika hendak tidur supaya tidak kedinginan. Udara yang dingin juga berefek
pada air yang dingin pula. Di siang hari saja ketika berwudhu seperti
menggunakan air es apalah lagi ketika malam hari.
Meskipun dingin ketika malam hari, tetap
harus memberanikan diri mengambil air wudhu untuk melaksanakan qiyamul lail
secara berjamaah di aula pertemuan. Meskipun tempatnya bagus dan luas tapi
mushala yang disediakan tidaklah besar. Mushalanya sangatlah kecil, mungil,
imut-imut, he.... palingan hanya cukup 8 orang ketika sholah berjamaah. Sehingga
dengan kondisi mushala yg seperti itu maka panitia berinisiatif melaksanakan
Qiyamul lail di aula pertemuan.
Kemudian, supaya bisa benar-benar
merasakan suasana Lembang, dengan semua yang ada di dalamnya, maka semuanya
akan dinikmati secara alami sebagaimana yang diberikan oleh daerah ini. Termasuk
memberanikan diri untuk mandi di pagi hari menggunakan air dingin. Yaa..h meskipun
air hangat juga tersedia di kamar mandi akan tetapi aku ingin merasakan semua
suasana tempat ini secara natural. Air pun aku guyurkan ke atas kepala untuk
memulai mandi di pagi hari, kurasakan dinginnya air langsung ke kulit kepala
dan sekujur kulit tubuh ini. Seperti air es yang kurasakan saat air merambat ke
seluruh badanku, tapi memang menjadikan badan ini segar dan setelah berpakaian
tidak merasakan dingin lagi.
Meskipun begitu, udara yang dingin tidak menjadikan
semua suasana menjadi dingin. Pertemuan dengan saudara-saudara seluruh
indonesia, perwakilan dari tiap-tiap provinsi merubah suasana menjadi lebih
hangat.
Merasakan hangatnya ukhuwah islamiyah
dalam dinginnya bandung,
Merasakan hangatnya bercengkerama dalam
dinginnya Bandung
Merasakan hangatnya diskusi dalam
dinginnya Bandung
Merasakan hangatnya sorak sorai dalam
dinginnya Bandung
Merasakan hangatnya pekikan takbir dalam
dinginnya Bandung
Dalam dinginnya Bandung, merasakan
hangatnya canda tawa.
Dalam dinginnya Bandung, merasakan
hangatnya saling berkenalan
Dalam dinginnya bandung, merasakan
hangatnya saling follow akun twitter
Dalam dinginnya Bandung, merasakan
hangatnya semangat yang menggelora.
Semangat yang menggelora dalam satu
perjuangan, satu gerak, satu tujuan untuk melawan arus liberalisasi agama yang disasarkan kepada generasi muda khususnya. Dalam sebuah acara SILATURRAHIIM NASIONAL #INDONESIA TANPA JIL.
Salam satu Jari... Allahu akbar..!
Yudhi Prasetyo,
Bandung, 12 Nopember 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar