Senin, 12 November 2012

Kehangatan Dalam Dinginnya Bandung

         Kata panitia kita sedang berada di Kabupaten Lembang, tempat yang akan digunakan untuk pertemuan nantinya. Dan setelah dilihat melalui plang namanya ternyata benar, aku dan teman-teman lainnya sedang berada di Lembang tepatnya di Cikole Jaya Giri Resort, dan ternyata lagi panitianya tidaklah bohong, he...ya iya lah. Sebuah tempat yang indah, sejuk udaranya di saat siang dan sangat dingin ketika malam, karena ini tempat berada di dataran tinggi tepatnya di bawah gunung Tangkuban Perahu.

Lembang merupakan daerah pertanian. Sebagian besar masyarakat lembang memiliki mata pencaharian sebagai petani. Dengan suhu yang pas memanglah cocok untuk ditanami berbagai macam produk pertanian terutama sayur-sayuran. Sehingga dikatakan bahwa daerah lembang inilah yang menjadi daerah penyedia hasil-hasil pertanian bagi daerah lain di sekitarnya. Sangatlah besar peran daerah Lembang sebagai penyedia hasil pertanian terutama sayur-sayuran bagi daerah lain di sekitarnya.

Satu jam, waktu yang dibutuhkan untuk menempuh perjalanan dari Bandung menuju Cikole Lembang. Udara segar langsung terhirup dari rongga-rongga hidung ketika keluar dari pintu bus. Udara yang sangat sejuk sekali, lebih sejuk dibandingkan di dalam mobil meskipun mobilnya pakai AC. Sebuah tempat yang sangat indah, sangat cocok dijadikan tempat rekreasi bagi keluarga, instansi ataupun masyarakat umumnya. Tempat ini dilengkapi dengan arena outbond, sehingga sangat cocok digunakan oleh sebuah instansi untuk melepaskan penatnya kerjaan dengan bermain di arena ini. Selain itu ada aula sebagai tempat pertemuan, dan juga sekaligus rumah penginapannya.

Selama dua hari satu malam berada di tempat ini untuk menjalan sebuah pertemuan dengan teman-teman perwakilan se-Indonesia yang berjumlah kurang lebih 150 orang. Udara yang sejuk di siang hari dan sangat dingin ketika malam ini membuat kita membutuhkan selimut yang tebal ketika hendak tidur supaya tidak kedinginan. Udara yang dingin juga berefek pada air yang dingin pula. Di siang hari saja ketika berwudhu seperti menggunakan air es apalah lagi ketika malam hari.

Meskipun dingin ketika malam hari, tetap harus memberanikan diri mengambil air wudhu untuk melaksanakan qiyamul lail secara berjamaah di aula pertemuan. Meskipun tempatnya bagus dan luas tapi mushala yang disediakan tidaklah besar. Mushalanya sangatlah kecil, mungil, imut-imut, he.... palingan hanya cukup 8 orang ketika sholah berjamaah. Sehingga dengan kondisi mushala yg seperti itu maka panitia berinisiatif melaksanakan Qiyamul lail di aula pertemuan.

Kemudian, supaya bisa benar-benar merasakan suasana Lembang, dengan semua yang ada di dalamnya, maka semuanya akan dinikmati secara alami sebagaimana yang diberikan oleh daerah ini. Termasuk memberanikan diri untuk mandi di pagi hari menggunakan air dingin. Yaa..h meskipun air hangat juga tersedia di kamar mandi akan tetapi aku ingin merasakan semua suasana tempat ini secara natural. Air pun aku guyurkan ke atas kepala untuk memulai mandi di pagi hari, kurasakan dinginnya air langsung ke kulit kepala dan sekujur kulit tubuh ini. Seperti air es yang kurasakan saat air merambat ke seluruh badanku, tapi memang menjadikan badan ini segar dan setelah berpakaian tidak merasakan dingin lagi.

Meskipun begitu, udara yang dingin tidak menjadikan semua suasana menjadi dingin. Pertemuan dengan saudara-saudara seluruh indonesia, perwakilan dari tiap-tiap provinsi merubah suasana menjadi lebih hangat.

Merasakan hangatnya ukhuwah islamiyah dalam dinginnya bandung,
Merasakan hangatnya bercengkerama dalam dinginnya Bandung
Merasakan hangatnya diskusi dalam dinginnya Bandung
Merasakan hangatnya sorak sorai dalam dinginnya Bandung
Merasakan hangatnya pekikan takbir dalam dinginnya Bandung

Dalam dinginnya Bandung, merasakan hangatnya canda tawa.
Dalam dinginnya Bandung, merasakan hangatnya saling berkenalan
Dalam dinginnya bandung, merasakan hangatnya saling follow akun twitter
Dalam dinginnya Bandung, merasakan hangatnya semangat yang menggelora.

Semangat yang menggelora dalam satu perjuangan, satu gerak, satu tujuan untuk melawan arus liberalisasi agama yang disasarkan kepada generasi muda khususnya. Dalam sebuah acara SILATURRAHIIM NASIONAL #INDONESIA TANPA JIL. Salam satu Jari... Allahu akbar..!

Yudhi Prasetyo,
Bandung, 12 Nopember 2012 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar