Selasa, 13 November 2012

SILATURRAHIM NASIONAL #INDONESIA TANPA JIL


Sabtu – ahad, 10 – 11 Nopember 2012 berkumpulah perwakilan pemuda dari seluruh provinsi di Indonesia. Pemuda yang terdiri dari mahasiswa, pegawai, ibu rumah tangga, guru, dosen, pengusaha dan umum lainnya bertemu dalam satu acara Silaturrahim Nasional Indonesia Tanpa JIL (SILATNAS ITJ) yang bertempat di Cikole Jaya Giri Resort Lembang Jawa Barat. Pertemuan ini didasarkan atas keprihatinan melihat ancaman liberalisasi agama islam pada saat ini. Pemikiran liberal akan merusak akidah umat islam terutama pada generasi muda jika terus dibiarkan merajalela. Maka diperlukan sebuah gerakan untuk melawan gerakan liberal tersebut. Sehingga pada dasarnya gerakan ini lahir akibat adanya aksi terlebih dahulu yang dianggap sangat mengancam pemahaman akidah umat.

Bermula dari sebuah hastag di twitter, hingga menjadi gerakan nasional yang mengakar. Ribuan pemuda merespon dengan seruan #IndonesiaTanpaJIL, mulai dari twitter hingga facebook. Tidak kurang dari tiga ribu orang memberikan dukungan pada hari pertama gerakan ini dikumandangkan di facebook; jumlah yang berlipat menjadi 7.000 di hari kedua,  10.000 di hari ketiga dan saat ini mencapai 33 ribu lebih. Dari gerakan di twitter kemudian terbentuklah chapter-chapter di beberapa daerah dan disusul daerah-daerah lainnya. Dari sebuah chapter berinisiatif untuk melakukan koordinasi bagi semua chapter di Indonesia dalam bentuk Silaturrahiim Nasional Indonesia Tanpa JIL. Sungguh merupakan gerakkan yang cepat, bukan sekedar marathon tetapi sudah ibarat seperti lari sprint.

Sebagaimana yang disampaikan bang hafidz ary pada permulaan acara Silatnas bahwa pada masa sekarang banyak sekali ancaman-ancaman yang menyerang moral generasi muda bahkan pemahamannya terkait islam. Kasus pornografi sekarang tidak hanya terjadi di luar rumah, malahan ia bisa terjadi pada anak-anak di dalam rumahnya sendiri. Itu terjadi karena kemajuan teknologi, mereka dapat mengakses dengan mudah situs-situs pornografi melalui gadget yang diberikan orang tuanya. Pornografi merupakan salah satu produk dari liberalisasi yang sedang terjadi di Indonesia. Liberalisasi yang sengaja disebarkan oleh orang-orang yang ingin melihat generasi muda Indonesia menjadi hancur, secara moral bahkan pada pemahaman akidahnya. Liberalisasi ini bisa saja akan mempengaruhi anak-anak kita kelak ketika kita tidak membuat gerakan untuk membendung pemikiran tersebut dan membentengi anak-anak kita dengan pemahaman-pemahaman yang benar. Tidak hanya membendung akan tetapi jika memungkinkan untuk menghilangkan pemahaman liberal tersebut sehingga tidak lagi bisa berkembang dan menyebar bagai virus yang mematikan. Penyampaian yang penuh dengan penghayatan oleh bang hafidz sehingga membuatnya menitikan air mata dan membuat para hadirin pun turut larut dalam suasana tersebut. Tidak sedikit mata para hadirin yang berkaca-kaca bahkan ada yang ikut menangis. Tidak di duga emang, biasa bang hafidz yang sangat garang di tweet-tweet nya, kini ia pun menitikkan air mata dikarenakan penghayatannya terhadap kondisi yang harus diselamatkan.

Lanjut bang hafidz, maka dibutuhkan sebuah gerakan untuk melawan gerakan liberalisasi. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton saja, hanya melihat pemahaman liberal menghancurkan moral generasi muda, menggerogoti pemahaman akidahnya. Sebuah gerakan apapun itu yang bersifat melawan arus liberalisasi tersebut. Adakan seminar, kajian, sebar flyer pokoknya apa saja. Yaa minimal nge-tweet lah yang berisi perlawanan terhadap liberalisasi tersebut, dari pada Cuma nge-tweet yang sia-sia saja. Karena terbukti Cuma sekedar nge-tweet yang terus menerus menyerang pemikiran liberal tersebut. Mereka sudah khawatir terhadap misi yang mereka jalankan untuk menyebarkan pemikiran nyeleneh itu, apalah lagi ketika kita mampu bergerak di kehidupan nyata.

Mari bergabung dalam satu gerakan tanpa melihat latar belakang gerakan islam apa lah itu. Mau Tarbiyah, Salafi, HT, Jamaah Tabligh, NU, Muhammadiyah, DDII, Persis, dan sebagainya tidak menjadi masalah untuk melawan mereka. Musuh kita satu yakni liberasisasi yang akan mendestruksi pemahaman akidah islam kepada generasi-generasi muda kita. Ini lah gerakan Indonesia Tanpa JIL yang tidak berafilisasi kepada kelompok manapun. Kita adalah satu, satu akidah. Singkirkan perbedaan-perbedaan yang ada karena khilafiah semata untuk melawan musuh yang jelas-jelas menyerang kita melalui pemikiran sesatnya yang di bungkus dengan istilah-istilah indah. Kita harus lebih agressif dari mereka untuk menyelamatkan agama kita. Pekikan takbir pun melengking, Allahu Akbar....!!!

Kemudian penyampaian oleh bang Akmal mengenai spirit gerakan Indonesia Tanpa JIL. Beliau menyampaikan bahwa Indonesia Tanpa JIL ini merupakan :
1. Gerakan Pemuda, karena ia diusung oleh para pemuda dan memfokuskan kepada para pemuda.
2. Gerakan kepeloporan, karena ia membutuhkan pelopor dalam menggerakan komunitas ini. Tidak harus menunggu orang yang bergerak terlebih dahulu.
3. Gerakan intelektual, karena kita lebih mengedepankan intelektual dalam melawan gerakan liberaslisasi itu, bukan sembarangan.
4. Gerakan Dakwah, yang menyerukan kepada kebaikan dan mencegah kebatilan dan kemunkaran. Mengajak manusia seluas-luasnya untuk melakukan kebaikan.
5. Gerakan perlawanan, karena gerakan ini ada sebagai bentuk perlawanan atas gerakan yang mengancam umat yang telah ada sebelum gerakan ITJ ini ada. Jadi sebagai reaksi atas aksi yang orang-orang liberal lakukan.
6. Gerakan Mandiri, karena  gerakan ini dituntut untuk mandiri dalam segala hal baik dalam konsep maupun pembiayaan.
7. Gerakan penyatuan umat, karena ITJ tidak akan memandang latar belakan gerakan islam mana seseorang yang mau bergabung dengan ITJ ini. Kemudian harapannya dari ITJ ini bisa menyatukan umat untuk melawan musuh yang sama bagi umat islam secara keseluruhan.

Begitulah kira-kira penyemangat dari aktifis Indonesia Tanpa JIL untuk semua yang akan menjadi penggerak-penggerak gerakan ITJ ini di daerahnya masing-masing. Kemudian acara SILATNAS dilanjutkan dengan rapat komisi untuk fokus membahas masing-masing bagian yang sudah ditentukan. Komisi-komisi tersebut yakni :
a. Komisi pengembangan cahpter, yang membahas penguatan chapter masing-masing daerah agar bisa menjalankan program-program ITJ dengan leluasa.
b. Komisi media, yang membahas teknik penyampaian pemikiran-pemikiran ITJ untuk pencerdasan seluruh masyarakat luas, baik di media on line maupun off line.
c. Komisi creative campaign, membahas bentuk-bentuk kreasi dalam penyampaian pesan yang ingin disampaikan oleh ITJ kepada masyarakat luas sehingga mereka tidak bosan dengan cara penyampaian ITJ yang kreatif.
d. Komisi Kewirausahaan, membahas bagaimana supaya ITJ bisa mandiri dari segi financial.

Dengan pembahasan tersebut diharapkan bisa menjadikan ITJ menjadi lebih baik lagi, memiliki kesatuan gerak dalam melawan pemikiran orang-orang liberal. Dan di akhir acara SILATNAS ITJ ini diakhiri dengan konferensi pers yang dihadiri oleh media baik cetak maupun elektronik. Adapun tuntutan yang disampaikan Indonesia Tanpa JIL sebagai hasil musyawarah SILATNAS ITJ yakni sebagai berikut :

1. Kepada pemerintah, melalui Kemendikbud, untuk menghentikan liberalisasi agama dalam kurikulum pendidikan di Indonesia.
2. Kepada para pendidik, utnuk berani menolak kurikulum pendidikan yang menjurus pada liberalisasi agama yg dipaksakan kepada mereka
3. Kepada media massa, untuk mendukung upaya penyelamatan generasi muda Indonesia. 
4. Kepada orangtua, untuk memperhatikan penanaman nilai-nilai agama kepada anak-anaknya, karena keluarga adalah benteng terakhir moralitas generasi

Mari bergabung dalam barisan Indonesia Tanpa JIL, melawan pemikiran liberalisasi agama dan menyelamatkan akidah umat supaya tidak terpudarkan akibat pengaruh pemikiran liberal tadi. Barisan Salam Satu Jari #IndonesiaTanpaJIL, Allahu Akbar.....!!!

Follow us on twitter : Yudhi Prasetyo (yudhi_pst), #IndonesiaTanpaJIL (@TanpaJIL), ITJ Jambi (@ITJJambi)


Yudhi Prasetyo
Jakarta, 13 Nopember 2012


Tidak ada komentar:

Posting Komentar