Sabtu – ahad, 10 – 11 Nopember 2012
berkumpulah perwakilan pemuda dari seluruh provinsi di Indonesia. Pemuda yang
terdiri dari mahasiswa, pegawai, ibu rumah tangga, guru, dosen, pengusaha dan
umum lainnya bertemu dalam satu acara Silaturrahim Nasional Indonesia Tanpa JIL (SILATNAS ITJ) yang bertempat di Cikole Jaya Giri Resort Lembang Jawa Barat. Pertemuan ini didasarkan atas keprihatinan melihat ancaman liberalisasi agama islam pada saat ini. Pemikiran
liberal akan merusak akidah umat islam terutama pada generasi muda jika terus dibiarkan merajalela. Maka diperlukan sebuah
gerakan untuk melawan gerakan liberal tersebut. Sehingga
pada dasarnya gerakan ini lahir akibat adanya aksi terlebih dahulu yang
dianggap sangat mengancam pemahaman akidah umat.
Bermula
dari sebuah hastag di twitter, hingga menjadi gerakan nasional yang mengakar. Ribuan pemuda
merespon dengan seruan #IndonesiaTanpaJIL, mulai dari twitter hingga facebook.
Tidak kurang dari tiga ribu orang memberikan dukungan pada hari pertama gerakan
ini dikumandangkan di facebook; jumlah yang berlipat menjadi 7.000 di hari
kedua, 10.000 di hari ketiga dan saat
ini mencapai 33 ribu lebih. Dari gerakan di twitter kemudian
terbentuklah chapter-chapter di beberapa daerah dan disusul daerah-daerah
lainnya. Dari sebuah chapter berinisiatif untuk melakukan koordinasi bagi semua
chapter di Indonesia dalam bentuk Silaturrahiim Nasional Indonesia Tanpa JIL. Sungguh
merupakan gerakkan yang cepat, bukan sekedar marathon tetapi sudah ibarat
seperti lari sprint.
Sebagaimana yang disampaikan bang hafidz
ary pada permulaan acara Silatnas bahwa pada masa sekarang banyak sekali
ancaman-ancaman yang menyerang moral generasi muda bahkan pemahamannya terkait
islam. Kasus pornografi sekarang tidak hanya terjadi di luar rumah, malahan ia bisa
terjadi pada anak-anak di dalam rumahnya sendiri. Itu terjadi karena kemajuan
teknologi, mereka dapat mengakses dengan mudah situs-situs pornografi melalui
gadget yang diberikan orang tuanya. Pornografi merupakan salah satu produk dari
liberalisasi yang sedang terjadi di Indonesia. Liberalisasi yang sengaja
disebarkan oleh orang-orang yang ingin melihat generasi muda Indonesia menjadi
hancur, secara moral bahkan pada pemahaman akidahnya. Liberalisasi ini bisa
saja akan mempengaruhi anak-anak kita kelak ketika kita tidak membuat gerakan
untuk membendung pemikiran tersebut dan membentengi anak-anak kita dengan
pemahaman-pemahaman yang benar. Tidak hanya membendung akan tetapi jika memungkinkan
untuk menghilangkan pemahaman liberal tersebut sehingga tidak lagi bisa
berkembang dan menyebar bagai virus yang mematikan. Penyampaian yang penuh dengan penghayatan oleh bang hafidz sehingga membuatnya menitikan air mata dan membuat para hadirin pun turut larut dalam suasana tersebut. Tidak sedikit mata para hadirin yang berkaca-kaca bahkan ada yang ikut menangis. Tidak di duga emang, biasa bang hafidz yang sangat garang di tweet-tweet nya, kini ia pun menitikkan air mata dikarenakan penghayatannya terhadap kondisi yang harus diselamatkan.
Lanjut bang hafidz, maka dibutuhkan sebuah gerakan untuk
melawan gerakan liberalisasi. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton saja,
hanya melihat pemahaman liberal menghancurkan moral generasi muda, menggerogoti
pemahaman akidahnya. Sebuah gerakan apapun itu yang bersifat melawan arus
liberalisasi tersebut. Adakan seminar, kajian, sebar flyer pokoknya apa saja. Yaa
minimal nge-tweet lah yang berisi perlawanan terhadap liberalisasi tersebut,
dari pada Cuma nge-tweet yang sia-sia saja. Karena terbukti Cuma sekedar
nge-tweet yang terus menerus menyerang pemikiran liberal tersebut. Mereka sudah
khawatir terhadap misi yang mereka jalankan untuk menyebarkan pemikiran
nyeleneh itu, apalah lagi ketika kita mampu bergerak di kehidupan nyata.
Mari bergabung dalam satu gerakan tanpa
melihat latar belakang gerakan islam apa lah itu. Mau Tarbiyah, Salafi, HT,
Jamaah Tabligh, NU, Muhammadiyah, DDII, Persis, dan sebagainya tidak menjadi
masalah untuk melawan mereka. Musuh kita satu yakni liberasisasi yang akan
mendestruksi pemahaman akidah islam kepada generasi-generasi muda kita. Ini lah
gerakan Indonesia Tanpa JIL yang tidak berafilisasi kepada kelompok manapun. Kita
adalah satu, satu akidah. Singkirkan perbedaan-perbedaan yang ada karena
khilafiah semata untuk melawan musuh yang jelas-jelas menyerang kita melalui
pemikiran sesatnya yang di bungkus dengan istilah-istilah indah. Kita harus
lebih agressif dari mereka untuk menyelamatkan agama kita. Pekikan takbir pun melengking, Allahu Akbar....!!!
Kemudian penyampaian oleh bang Akmal
mengenai spirit gerakan Indonesia Tanpa JIL. Beliau menyampaikan bahwa
Indonesia Tanpa JIL ini merupakan :
1. Gerakan Pemuda, karena ia diusung oleh para
pemuda dan memfokuskan kepada para pemuda.
2. Gerakan kepeloporan,
karena ia membutuhkan pelopor dalam menggerakan komunitas ini. Tidak harus
menunggu orang yang bergerak terlebih dahulu.
3. Gerakan intelektual,
karena kita lebih mengedepankan intelektual dalam melawan gerakan liberaslisasi
itu, bukan sembarangan.
4. Gerakan Dakwah, yang
menyerukan kepada kebaikan dan mencegah kebatilan dan kemunkaran. Mengajak manusia
seluas-luasnya untuk melakukan kebaikan.
5. Gerakan perlawanan,
karena gerakan ini ada sebagai bentuk perlawanan atas gerakan yang mengancam
umat yang telah ada sebelum gerakan ITJ ini ada. Jadi sebagai reaksi atas aksi
yang orang-orang liberal lakukan.
6. Gerakan Mandiri, karena gerakan ini dituntut untuk mandiri dalam
segala hal baik dalam konsep maupun pembiayaan.
7. Gerakan penyatuan umat, karena ITJ tidak akan
memandang latar belakan gerakan islam mana seseorang yang mau bergabung dengan
ITJ ini. Kemudian harapannya dari ITJ ini bisa menyatukan umat untuk melawan
musuh yang sama bagi umat islam secara keseluruhan.
Begitulah kira-kira penyemangat dari aktifis Indonesia Tanpa JIL
untuk semua yang akan menjadi penggerak-penggerak gerakan ITJ ini di daerahnya
masing-masing. Kemudian acara SILATNAS dilanjutkan dengan rapat komisi untuk
fokus membahas masing-masing bagian yang sudah ditentukan. Komisi-komisi
tersebut yakni :
a. Komisi pengembangan cahpter, yang membahas
penguatan chapter masing-masing daerah agar bisa menjalankan program-program
ITJ dengan leluasa.
b. Komisi media, yang
membahas teknik penyampaian pemikiran-pemikiran ITJ untuk pencerdasan seluruh
masyarakat luas, baik di media on line maupun off line.
c. Komisi creative
campaign, membahas bentuk-bentuk kreasi dalam penyampaian pesan yang ingin
disampaikan oleh ITJ kepada masyarakat luas sehingga mereka tidak bosan dengan
cara penyampaian ITJ yang kreatif.
d. Komisi Kewirausahaan, membahas bagaimana supaya
ITJ bisa mandiri dari segi financial.
Dengan pembahasan tersebut diharapkan bisa menjadikan ITJ menjadi
lebih baik lagi, memiliki kesatuan gerak dalam melawan pemikiran orang-orang
liberal. Dan di akhir acara SILATNAS ITJ ini diakhiri dengan konferensi pers
yang dihadiri oleh media baik cetak maupun elektronik. Adapun tuntutan yang
disampaikan Indonesia Tanpa JIL sebagai hasil musyawarah SILATNAS ITJ yakni
sebagai berikut :
1. Kepada pemerintah,
melalui Kemendikbud, untuk menghentikan liberalisasi agama dalam kurikulum
pendidikan di Indonesia.
2. Kepada para
pendidik, utnuk berani menolak kurikulum pendidikan yang menjurus pada liberalisasi
agama yg dipaksakan kepada mereka
3. Kepada media massa,
untuk mendukung upaya penyelamatan generasi muda Indonesia.
4. Kepada orangtua, untuk
memperhatikan penanaman nilai-nilai agama kepada anak-anaknya, karena keluarga adalah benteng
terakhir moralitas generasi
Mari bergabung dalam barisan Indonesia Tanpa JIL, melawan pemikiran
liberalisasi agama dan menyelamatkan akidah umat supaya tidak terpudarkan
akibat pengaruh pemikiran liberal tadi. Barisan Salam Satu Jari
#IndonesiaTanpaJIL, Allahu Akbar.....!!!
Follow us on twitter : Yudhi Prasetyo (yudhi_pst), #IndonesiaTanpaJIL (@TanpaJIL), ITJ Jambi (@ITJJambi)
Follow us on twitter : Yudhi Prasetyo (yudhi_pst), #IndonesiaTanpaJIL (@TanpaJIL), ITJ Jambi (@ITJJambi)
Yudhi Prasetyo
Jakarta, 13 Nopember 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar