Sabtu, 08 Desember 2012

Fenomena Malam Minggu


Malam minggu terkadang menjadi malam yang dinanti-nantikan bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang memiliki aktifitas rutin senin sampai sabtu, kemudian dihari minggunya libur.

Karena tidak semua orang juga menjadikan malam minggu adalah malam yang sedikit berbeda. Orang-orang yang memiliki aktifitas sama setiap harinya ia tidak merasakan hal yang berbeda dengan malam minggu. Karena mereka bukanlah seorang pegawai, karyawan sehingga kerjanya tidak terikat atau berdasarkan hari alias tiap hari kerja. Ataupun mereka bukan seorang pelajar yang memiliki aktifitas belajar di sekolah atau kampus yang harus belajar rutin senin sampai sabtu. Makanya orang tersebut tidak merasakan hal yang berbeda pada setiap malamnya.

Akan tetapi, bagi seorang pelajar atau seorang pegawai mungkin sebagian besar mereka  merasakan malam minggu adalah malam yang berbeda bahkan malam yang ditunggu-tunggu. Ya dikarenakan besok adalah hari untuk beristirahat dari aktifitas rutin yang mereka jalani dalam satu pekan belakangan. Dan malamnya bisa mereka gunakan untuk mengisi dengan hal-hal yang bersifat menghilangkan rasa penat akan aktifitasnya selama satu pekan ini.

Banyak orang yang dengan sangat menyiapkan malam minggunya, mau mereka isi dengan apa nantinya. Bagi sebuah anggota keluarga mungkin mereka isi dengan keluar jalan-jalan bersama, lengkap dengan seluruh anggota keluarga. Mereka gunakan untuk bersama karna mungkin selama satu pekan ini mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Bagi sang anak sibuk dengan aktifitas sekolah dan bermainnya. Bagi orang tua mungkin sibuk dengan aktifitas kerjanya dari pagi sampai petang. Sehingga dengan kesibukan masing-masing mungkin satu anggota keluarga tersebut jarang berinteraksi dengan baik. Kesibukan masing-masing membuat lelah, sehingga meskipun telah kumpul di  malam harinya mereka lebih dugunakan untuk istirahat saja. Oleh karena itu, malam minggu adalah malam yang tepat untuk mereka siapkan supaya bisa berkumpul bersama dengan acara yang mereka sepakati. Di malam minggu mereka bisa ngobrol dengan sepuasnya, bercanda tawa satu sama lain antar anggota keluarga.

Bagi seorang pemuda-pemudi juga ada sebagiannya menganggap malam minggu adalah malam yang istimewa. Sebagian pelajar, mahasiswa dan pemuda secara umum lainnya menganggap malam minggu adalah malam yang panjang, karena esok harinya mereka tidak akan menjalani aktifitas belajar. Sebagian mereka ada yang menggunakan untuk pergi bersama kekasihnya (bagi yang punya). Seorang lelaki menjemput seorang perempuan ke rumahnya untuk di ajak jalan keluar, inilah malam minggu menjadi istimewa bagi mereka karena mereka akan pergunakan untuk jalan dengan kekasihnya. Tapi sayangnya kekasih yang belum sah. Seorang anak perempuan diijinkan oleh orang tuanya untuk keluar bersama seorang lelaki dengan alasan mungkin “kan cuma malam minggu saja”. Pengertianlah nih ceritanya. Orang tua pun tidak tahu apa yang dilakukan oleh anaknya ketika di luar bersama anak laki-laki itu. Kalo terjadi apa-apa gimana tuh anak perempuannya pak.....

Atau bagi yang tidak punya pasangan, ada sebagian mereka dipergunakan malam minggu hanya untuk sekedar kumpul-kumpul sesama temen-temen laki-lakinya saja. Mereka kumpul, bercerita bercanda dan sebagainya bisa mereka lakukan secara bersama. Dan tidak menutup kemungkinan ketika mereka bersama juga diselingi dengan menghadirkan minuman keras, Narkoba dan hal-hal jelek lainnya. Merke pergunakan malam minggunya hanya untuk itu. Mereka pergunakan hanya untuk kesenangan pribadi mereka yang bersifat sementara saja.

Di berbagai tempat pun menjadi ramai dengan orang-orang yang mau mengisi malam minggu nya tersebut. Di pinggir-pinggir jalan gubernuran atau walikota, di sana berderet orang yang hanya duduk-duduk. Ada yang berpasangan, ada yang sekeluarga, ada yang satu gank cowok, dan lain-lain. Meskipun malam-malam lain tempat tersebut juga ada pengunjungnya yang hanya sekedar membeli minuman bandrek, ataupun kapucino, tapi beda ramainya ketika malam minggu telah tiba. Gak tahu lah apa yang mereka obrolkan, dan apa yang mereka lakukan di sana...

Selain itu, di taman-taman juga menjadi tempat yang unik terutama bagi pasangan pemuda dan pemudi. Taman remaja, eks Arena MTQ menjadi target utama bagi pasangan tersebut dan terutama lagi di tempat-tempat yang jauh dari keramaian seperti di pinggir jalan tadi. Mereka sepertinya sengaja menjauh dari keramaian agar bisa menghabiskan malam minggunya hanya beruda saja. Dan tak jarang mereka memberanikan diri untuk berduaan di tempat yang sepi lagi gelap. Nah lho, apa lah yang dilakukan...aku pun tak tahu.

Tempat lain yang menjadi ramai pengunjung sepertinya di club/pub atau pun hotel. Hotel, ya jelas dipergunakan bagi mereka pasangan muda-mudi yang belum sah ingin melakukan hubungan terlarang. Terutama ini adalah hotel-hotel melati. Apalagi ada sebagian hotel yang tidak ketat dalam menggunakan syarat menginap di sana, dan di tambah lagi ada yang menetapkan tarif menginap paruh waktu. Bagi mereka pasangan pemuda-pemudi itu menjadi kesempatan bagi mereka berdua karena biaya yang murah dan tidak ketat lagi pengawasannya. Huft....
Akan tetapi tidak semua pemuda yang melakukan hal seperti itu dalam menggunakan malam minggunya. Ada juga bagi sebagian pemuda lainnya menggunakan malam minggu dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Mereka gunakan malam minggu ini dengan maksimal untuk berkumpul bersama teman-temannya. Dengan berkumpulnya tersebut mereka bisa saling berbagi, saling berdiskusi tentang satu tema diskusi. Sehingga dengan hasil diskusi tersbut dapat menambah wawasan mereka. Ada juga yang menggunakan malam minggu itu untuk mengadakan kegiatan pelatihan yang menginap.

Pemuda-pemudi yang seperti ini sudah dipastikan jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan pemuda yang menggunakan malam minggunya dengan hura-hura, kegiatan sia-sia atau bahkan ada yang bermaksiat. Pemuda ini rela lari dari gemerlapnya malam minggu yang hedonis. Mereka mengasingkan diri supaya tidak terpengaruh dengan aktifitas-aktiftas tak bermanfaat.

Seperti apakah malam minggu kamu....???

Yudhi Prasetyo,
Malam minggu, 08 desember 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar