Wahai kaum hawa kenapa engkau enggan mengenakan
pakaian yang rapi, pakaian yang menutup bagian anggota tubuh yang tidak boleh
dilihat oleh yang bukan mahrammu. Kenapa engkau harus memperlihatkan keindahan
bagian tubuhmu dengan menggunakan pakaian yang tidak sempurna sehingga ada
bagian tubuh yang masih bisa dilihat oleh orang lain. Sesungguhnya engkau telah
berbuat aniaya terhadap dirimu sendiri. Rambutmu memiliki hak untuk ditutup
supaya tidak menjadi bahan tontonan bagi para lelaki. Tubuhmu memiliki hak
untuk ditutup dengan pakaian yang baik, bukan pakaian yang ada bagiannya
terbuka atau juga pakaian yang ketat. Dengan pakaian yang ketat tersebut ia bisa
membuat lekukan-lekukan tubuhmu dinikmati
oleh mata-mata liar para lelaki. Engkau telah menzholimi bagian tubuhmu dan
juga membuat orang lain -terutama kaum lelaki- melakukan dosa dikarenakan
mereka melihat sesuatu yang tidak diperbolehkan untuk dilihat dari bagian
anggota tubuhmu. Engkau telah memancing mereka untuk mengiringi pandangan pertama
dengan pandangan kedua, ketiga dan
seterusnya.
Apakah hanya
dengan alasan supaya engkau menjadi pusat perhatian para kaum lelaki karena
mereka melihat keindahan tubuhmu itu. Sehingga engkau rela memperlihatkan
rambutmu yang indah, kulitmu yang bagus, lekukan-lekukan tubuhmu. Terlalu kecil
sekali tujuanmu jika hanya untuk itu. Apakah engkau melakukan itu semua supaya
ada lelaki yang suka kepadamu. Ketahuilah wahai wanita ketika ada lelaki yang
menyukaimu dan menyatakan cinta kepadamu karena engkau terlihat indah baginya
dengan pakaian seperti itu sesungguhnya cintanya itu adalah berdasarkan nafsu
belaka, bukan cinta murni. Apa yang engkau cari cinta sejati atau cinta karena
nafsu belaka. Cinta nafsu akan mudah hilang dikarenakan ia hanya bersifat
sementara, yah ketika ia telah puas maka dia akan meninggalkanmu dengan segera
karena ia telah bosan dengan kamu. Ketahuilah bahwa ketika seorang lelaki hanya
mencintaimu dikarenakan melihat keindahan-keindahan bentuk tubuhmu,
sesungguhnya yang mencintaimu itu adalah lelaki yang tidak baik.
Lelaki yang baik pasti menyukai wanita yang tidak
mengumbar tubuhnya untuk dipertontonkan kepada para lelakin lainnya. Lelaki yang
baik tersebut pasti mencari wanita yang menjaga kehormatannya terutama
kehormatan tubuhnya. Beda hal nya dengan lelaki yang tidak baik, mereka lebih
suka dengan wanita yang tidak baik pula yakni wanita yang mengenakan pakaian
yang masih bisa mempertontonkan tubuhnya. Lalu laki-laki mana yang engkau
harapkan untuk mencintaimu secara tulus....? Maka perbaikilah dirimu terlebih
dahulu, terutama dari sisi pakaianmu itu.
Sesungguhnya engkau sangat menarik ketika engkau mau
mengenakan pakaian yang baik. Pakaian yang bisa menutup seluruh bagian tubuhmu
yang tidak boleh diperlihatkan ke orang yang bukan mahram. Dengan jilbab yang
engkau kenakan, engkau akan terlihat lebih cantik. Dengan mengenakan baju yang
longgar engkau akan terlihat lebih baik. Dengan menggunakan rok, engkau akan
kelihatan lebih anggun. Yang pasti dengan busana yang baik seperti itu engkau
akan kelihatan lebih menarik. Lelaki yang melihat engkau melalui sudut pandang
ini sudah dipastikan ia adalah lelaki yang baik, karena ia tidak melihatmu
berdasarkan nafsu. Dia akan lebih mempunyai cinta yang baik terhadapmu
dibandingkan dengan lelaki yang mencintaimu dikarenakan engkau menggunakan
pakaian yang serba terbuka. Mana yang engkau pilih, cinta dari lelaki yang hanya
berdasarkan nafsu karena melihat dari keindahan tubuhmu atau cinta murni karena
ia lebih melihat kepribadianmu?
Wahai saudaraku yang perempuan, wahai adik-adikku
remaja yang perempuan, wahai teman-temanku yang perempuan dan wahai kau wanita
secara umum kenakanlah pakaian yang baik untuk tubuhmu itu. Tunaikanlah hak-hak
tubuhmu itu sesuai dengan tuntunan yang menciptakan bagian-bagian tubuhmu itu.
Kenakanlah itu semua di manapaun engkau berada, yakni
di saat ada seseorang atau engkau sedang/akan berhadapan dengan orang yang
bukan muhrimmu. Pakaian yang baik tersebut bukan hanya dipergunakan ketika
ingin pergi ke kantor, sekolah, atau kampus saja. Akan tetapi ketika di rumah pun
engkau harus bisa konsisten mengenakannya ketika ada yang bukan muhrimdi
lingkunganmu tersebut.
Kenakanlah pakaian yang baik, sesungguhnya engkau
akan baik karenanya. Engkau jangan merasa harus siap atau baik dahulu baru
engkau mau mengenakan pakaian yang baik tersebut. Kenakanlah segera dan
konsistenlah maka sesungguhnya engkau akan lebih baik karenanya.
Yudhi Prasetyo
Jambi, 10 Desember 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar