Jambi, 13 Februari 2013 Puluhan muslimah yang tergabung dalam Aliansi
Muslimah Jambi Peduli Aurat melakukan aksi simpatik di simpang empat Bank
Indonesia Telanai Pura. Aliansi yang terdiri dari Muslimah FPRJ Kota Jambi,
KAMMI Jambi, Indonesia Tanpa JIL Chapter Jambi dan FSLDK Jambi ini melakukan
aksi simpatik dalam rangka hari gerakan menutup aurat Internasional untuk
menghimbau kepada masyarakat jambi supaya menutup aurat sebagaimana yang di
anjurkan oleh syariat Islam.
Masalah-masalah yang sering dialami oleh
seorang wanita seperti pelecehan seksual, pemerkosaan pada awalnya dikarenakan
para wanita tersebut mengumbar auratnya sehingga hal tersebut menjadikan adanya
niat yang tidak baik dari para lelaki. Oleh karena itu pada dasarnya menutup
aurat itu merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan bagi setiap
muslim. “Menutup aurat merupakan sebuah
kewajiban bukan sebuah pilihan, karena perintah tersebut terdapat di dalam
Al-Qur’an Kitab suci umat muslim” Kata ima Korlap Aksi.
Terpengaruhnya generasi muda oleh budaya
barat menyebabkan mereka melupakan sebuah aturan yang jelas-jelas terdapat
dalam aturan agamanya. Budaya valentine’s day merupakan salah satu budaya barat
yang secara sejarahnya saja sesungguhnya ia bertentangan dengan budaya islam sendiri,
akan tetapi kini muslimah lebih memilih dan menyukai dengan budaya valentines
day tersebut dibandingkan dengan menutup aurat.
Pengaruh-pengaruh pemikiran yang tidak
benar sehiingga menjauhkan generasi muslim saat ini telah banyak berada di
sekitar kita. “Salah satu pemikiran yangmenjauhkan generasi muslim dengan
islamnya yakni pemikiran yang sedang dilancarkan oleh kelompok Jaringan Islam
Liberal” kata ima yang juga merupakan aktifis Indonesia Tanpa JIL. “Kelompok
JIL itu sekarang lebih mengarahkan generasi muda saat ini kepada untuk
merayakan Valentine’s day dan menolak kewajiban berjilbab atas muslimah”
Tambahnya.
Ima mengatakan “selain itu, valentines day
sekarang bukan hanya sekedar tukar-tukaran cokelat akan tetapi sudah pada
perbuatan-perbuatn amoral yang tidak pantas dilakukan oleh generasi muslim
seperti free sex, pesta narkoba, miras dan lain” “dan itu semua dikarenakan
pada awalnya terpengaruh oleh hasil pemikiran-pemikiran kaum JIL”Pungkasnya.
Peran pemerintah juga sangat diharapkan
untuk melindungi generasi muslim saat ini dari perbuatan-perbuatan amoral yang
terjadi pada generasi saat ini terutama pelajar. “Kami sangat mendukung sekali
ketika pemerintah daerah membuat sebuah perda yang mengatur tentang menutup
aurat bagi muslimah-muslimah jambi” Kata Herlina BKM KAMMI. “setidaknya ada
langkah-langkah konkret dari pemerintah daerah untuk melindungi para wanita
yakni dengan kewajiban menutup aurat, atau bias dimulai terlebih dahulu dari
mewajibkan mengenakan pakaian muslimah di sekolah ataupun para pegawai
negerinya” tandasnya.
Jambi, 13 Februari 2013
Yudhi Prasetyo
Jambi, 13 Februari 2013
Yudhi Prasetyo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar