Jumat, 08 Februari 2013

Yakinlah bahwa JILBAB itu adalah WAJIB

Hanya orang-orang islam lah yang meyakini bahwa mengenakan Jilbab (menutup aurat) itu adalah wajib bagi perempuan karena itu merupakan perintah langsung yang diberikan oleh Allah SWT.

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Sehingga jelas bahwa mau tidak mau, siap atau belum siap bagi seorang wanita muslim harus meyakini hal ini terlebih dahulu bahwa memakai jilbab adalah sebuah KEWAJIBAN. Apakah kamu Muslim? Maka yakinilah bahwa Jilbab itu adalah wajib.

Sedangkan bagi orang non islam, mereka tidak meyakini bahwa mengenakan jilbab bagi wanita itu adalah sebuah kewajiban. Yaa bagaimana mau meyakini tentang perintah mengenakan jilbab, lha wong Al-Qur’an saja mereka tidak mau mengimaninya. Apakah kita juga akan mengikuti pemikiran mereka??? Ooh, pasti tidak mungkin mau untuk mengikuti mereka yang jelas-jelas sesat.

Kemudian, bagi orang-orang islam tapi yang memiliki pemikiran Liberal juga tidak mau meyakini bahwa mengenakan jilbab itu adalah wajib. Mereka orang-orang JIL banyak alasan untuk melencengkan keyakinan umat islam mengenai kewajiban berjilbab. Sebagai contoh yeperti yang dikatakan seorang aktifis JIL Musda Mulia yang menafsirkan secara liberal dari ayat tersebut. Dia Berkata
Jika teks-teks tentang jilbab tersebut dibaca dalam konteks sekarang, terlihat bahwa perempuan tidak perlu lagi memakai jilbab hanya sekadar agar mereka dikenali, atau mereka dibedakan dari perempuan yang berstatus budak, atau agar mereka tidak diganggu laki-laki jahat. Di masa sekarang, tidak ada lagi perbudakan, dan busana bukan ukuran untuk menetapkan identitas seseorang,” tandasnya nyleneh.
Tampak sekali bahwa penafsiran dia hanya sebatas logika saja yang diliputi pada hawa nafsu semata. Begitulah memang kaum JIL yang seenak perutnya sendiri dalam menafsirkan ayat Al-Qur’an. Mereka mencoba untuk mengkaburkan pemahaman umat muslim mengenai hal-hal yang paling mendasar dari islam, sehingga lama-kelamaan tujuan mereka untuk menjauhkan umat muslim dari islamnya benar-benar tercapai.

Padahal Ibnu Katsir mengatakan bahwa jilbab bertujuan bukan hanya untuk membedakan dengan budak, bahkan dengan wanita jahiliyah.Sehingga orang yang tidak berjilbab malah kembali ke zaman jahiliyah. Yang dimaksud zaman jahiliyah adalah masa sebelum diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Disebut jahiliyah karena berada dalam zaman penuh kebodohan dan kesesatan sebagaimana disebutkan dalam kamus Al Mu’jam Al Wasith.

Lalu siapakah yang patut kita percaya menjadi rujukan dalam penafsiran ayat tersebut. Apakah mufatsir Ibnu Katsir yang ilmunya tidak diragukan lagi terutama dalam tafsir Qur’an, ataukah seorang Profesor Musda Mulia yang hanya menggunakan logika dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an?

Jikalau mau dikatakan bahwa wanita Muslimah tidak butuh identitas jilbab lagi untuk saat ini. Maka jawabnya, justru sangat butuh. Karena dengan jilbab seorang wanita lebih mudah dikenal, ia muslim ataukah bukan. Bahkan lebih mudah dikenal ia wanita baik-baik ataukah wanita nakal melalui jilbabnya.

Kamu muslim? Maka kamu harus yakini terlebih dahulu bahwa berjilbab itu adalah wajib, karena itu adalah perintah Allah. Allah yang menciptakanmu, Allah yang telah memberikan kamu banyak nikmat meskipun kamu jarang bersyukur. Allah lah yang berhak mengatur kamu, karena dia lah yang menciptakanmu. Sekarang Dia menyuruhmu untuk mengenakan Jilbab lalu bagaimana sikapmu?

Saya hanya mengharapkan engkau bisa meyakini terlebih dahulu bahwa Jilbab itu wajib engkau kenakan. Itu saja dulu. Mengenai engkau belum siap, gak apa-apa, untuk saat ini mungkin karena dengan alasan engkau belum siap. Mudah-mudahan dalam waktu dekat engkau siap untuk mengenakan jilbab dan menunaikan kewajibanmu dalam menjalankan perintah menggunakan Jilbab.

Mari jadikan momentum gerakan menutup Aurat sebagai momentum pula bagi kita untuk komitmen menutup aurat hari ini atau esok sampai seterusnya kita istiqomah dalam menutup Aurat.

.: Salam Perubahan :.

Jambi, 09 Februari 2013
Yudhi Prasetyo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar