Hanya orang-orang islam lah yang meyakini bahwa
mengenakan Jilbab (menutup aurat) itu adalah wajib bagi perempuan karena itu
merupakan perintah langsung yang diberikan oleh Allah SWT.
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu,
anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka
mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka
lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)
Sehingga jelas bahwa mau tidak mau, siap atau
belum siap bagi seorang wanita muslim harus meyakini hal ini terlebih dahulu
bahwa memakai jilbab adalah sebuah KEWAJIBAN. Apakah kamu Muslim? Maka
yakinilah bahwa Jilbab itu adalah wajib.
Sedangkan bagi orang non islam, mereka tidak
meyakini bahwa mengenakan jilbab bagi wanita itu adalah sebuah kewajiban. Yaa
bagaimana mau meyakini tentang perintah mengenakan jilbab, lha wong Al-Qur’an
saja mereka tidak mau mengimaninya. Apakah kita juga akan mengikuti pemikiran
mereka??? Ooh, pasti tidak mungkin mau untuk mengikuti mereka yang jelas-jelas
sesat.
Kemudian, bagi orang-orang islam tapi yang memiliki pemikiran Liberal
juga tidak mau meyakini bahwa mengenakan jilbab itu adalah wajib. Mereka orang-orang
JIL banyak alasan untuk melencengkan keyakinan umat islam mengenai kewajiban
berjilbab. Sebagai contoh yeperti yang dikatakan seorang aktifis JIL Musda
Mulia yang menafsirkan secara liberal dari ayat tersebut. Dia Berkata
“Jika teks-teks tentang jilbab
tersebut dibaca dalam konteks sekarang, terlihat bahwa perempuan tidak perlu
lagi memakai jilbab hanya sekadar agar mereka dikenali, atau mereka dibedakan
dari perempuan yang berstatus budak, atau agar mereka tidak diganggu laki-laki
jahat. Di masa sekarang, tidak ada lagi perbudakan, dan busana bukan ukuran
untuk menetapkan identitas seseorang,” tandasnya nyleneh.
Tampak sekali bahwa
penafsiran dia hanya sebatas logika saja yang diliputi pada hawa nafsu semata. Begitulah
memang kaum JIL yang seenak perutnya sendiri dalam menafsirkan ayat Al-Qur’an. Mereka
mencoba untuk mengkaburkan pemahaman umat muslim mengenai hal-hal yang paling
mendasar dari islam, sehingga lama-kelamaan tujuan mereka untuk menjauhkan umat
muslim dari islamnya benar-benar tercapai.
Padahal Ibnu Katsir
mengatakan bahwa jilbab bertujuan bukan hanya untuk membedakan dengan budak,
bahkan dengan wanita jahiliyah.Sehingga orang yang tidak berjilbab malah
kembali ke zaman jahiliyah. Yang dimaksud zaman jahiliyah adalah masa sebelum
diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Disebut jahiliyah karena berada dalam zaman penuh
kebodohan dan kesesatan sebagaimana disebutkan dalam kamus Al Mu’jam Al Wasith.
Lalu siapakah yang
patut kita percaya menjadi rujukan dalam penafsiran ayat tersebut. Apakah
mufatsir Ibnu Katsir yang ilmunya tidak diragukan lagi terutama dalam tafsir
Qur’an, ataukah seorang Profesor Musda Mulia yang hanya menggunakan logika
dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an?
Jikalau mau dikatakan
bahwa wanita Muslimah tidak butuh identitas jilbab lagi untuk saat ini. Maka
jawabnya, justru sangat butuh. Karena dengan jilbab seorang wanita lebih mudah
dikenal, ia muslim ataukah bukan. Bahkan lebih mudah dikenal ia wanita
baik-baik ataukah wanita nakal
melalui jilbabnya.
Kamu muslim? Maka kamu harus yakini terlebih dahulu
bahwa berjilbab itu adalah wajib, karena itu adalah perintah Allah. Allah yang
menciptakanmu, Allah yang telah memberikan kamu banyak nikmat meskipun kamu jarang
bersyukur. Allah lah yang berhak mengatur kamu, karena dia lah yang
menciptakanmu. Sekarang Dia menyuruhmu untuk mengenakan Jilbab lalu bagaimana
sikapmu?
Saya hanya mengharapkan engkau bisa meyakini terlebih
dahulu bahwa Jilbab itu wajib engkau kenakan. Itu saja dulu. Mengenai engkau
belum siap, gak apa-apa, untuk saat ini mungkin karena dengan alasan engkau
belum siap. Mudah-mudahan dalam waktu dekat engkau siap untuk mengenakan jilbab
dan menunaikan kewajibanmu dalam menjalankan perintah menggunakan Jilbab.
Mari jadikan momentum gerakan menutup Aurat sebagai
momentum pula bagi kita untuk komitmen menutup aurat hari ini atau esok sampai
seterusnya kita istiqomah dalam menutup Aurat.
.: Salam Perubahan :.
Jambi, 09 Februari 2013
Yudhi Prasetyo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar