Jumat, 01 Februari 2013

Menjadi besar atau kecil?



Dulu.....
Ketika dia bersama kelompok ini, ia sangat menonjol sekali. Dia adalah seorang aktifis. Semua orang tahu dengan dia, karena dia yang selalu menyuarakan perlawanan atas ketidakadilan yang sedang terjadi pada saat itu. Membela kebenaran, membela hak-hak lingkungannya, itu yang dia lakukan.  Bahkan tidak hanya di kalangan teman-temannya saja yang mengenalnya, bahkan secara eksternal ia pun juga dikenal oleh banyak kalangan. Para wartawan pun mengenalnya, sehingga tidak heran jika dia sering masuk dalam media dengan aksi-aksinya ataupun pernyataan-peryataan sikap yang dia keluarkan. Bahkan tidak hanya itu, lebih dari itu untuk orang-orang yang bisa mengenalnya.  Dia besar bersama bersama kelompok ini, dia terkenal bersama kelompok ini, dia hebat bersama kelompok ini. Karena memang kelompok ini lah yang membuatnya besar.

Selain itu, dia tidak hanya memikirkan urusan yang kecil-kecil saja. Dia tidak memikirkan dirinya sendiri.  Dia mencoba memikirkan urusan di luar dia. Mulai dari kepentingan teman-temannya, masyarakat sekitar, warga lokal, nasional, bahkan internasionalpun ia mencoba untuk memikirkannya dan memberikan pandangan-pandangannya terkait dengan solusi untuk mengatasi sebuah permasalahan. Pasti dia dulu memiliki cita-cita yang besar, cita-cita yang tinggi, yang luas untuk sebuah tatanan masyarakat yang ideal. Dia seperti singa yang memiliki taring,  yang memiliki kuku-kuku tajam, yang dengannya dia memiliki keberanian untuk membela sebuah kebenaran dan melawan kezholiman.

Waktunya, hartanya, pikirannya tak sedikit dia korbankan bersama kelompok ini untuk mencapai sebuah tujuan yang mulia, tujuan yang baik.

Akan tetapi.....
Kini telah berubah. Dia tidak lagi menjadi orang yang dikenal seperti dahulu seiring dengan keputusannya untuk tidak lagi bersama dalam kelompok ini. Singa yang dahulu gagah berani telah dipendamnya dalam-dalam di dalam diri nya. Dia tidak memiliki taring lagi, dia tidak memiliki kuku-kuku yang tajam untuk menerkam. Dia hilang, dia tidak lagi menjadi dikenal oleh banyak orang. Karena itu lah emang keputusan yang dia buat, untuk menjadi orang biasa-biasa saja, sama seperti orang biasa-biasa lainnya.

Semuanya dikarenakan oleh keputusan yang ia ambil sendiri untuk tidak lagi bersama dengan kelompok ini. Kelompok ini yang membuatnya bergerak sehingga dia dikenal, sehingga dia mampu mengeluarkan jiwa singanya. Dan mungkin pula cita-citanya pun telah dia tenggelamkan dalam dirinya. Kini dia menjadi orang kecil. Hidupnya hanya mengikuti ritme-ritme monoton, yang selalu ia jalani begitu-begitu saja setiap harinya. Menikah, bekerja, ngurus anak, ya begitulah mungkin  kesehariannya. Cita-cita yang dahulu bisa menjangkau melebihi batas wilayah mungkin kini telah menjadi seadanya saja. Yang penting dirinya dan keluarganya bisa bahagia, mungkin itu yang dipikirkannya.

Untuk  jasa-jasanya, karya-karyanya, perjuangan-perjuangannya di masa itu pastinya  akan tetap dikenang bagi orang-orang yang tahu denganya, akan tetapi hanya sebatas kenangan saja dengan diawali kata-kata “dulu”.

“Dia”, yang tersebut dalam paragraf di atas bisa saja nanti terjadi pada diriku atau dirimu atau diri kita semua ketika kita tidak bisa istiqomah berada dalam kelompok ini. Itu semua bisa terjadi, telah banyak contoh orang-orang yang seperti tersebut di atas. Dan bukannya tidak mungkin kita pun kelak akan menjadi seperti “dia”. Yang tadinya bisa seperti singa, akan tetapi pada suatu waktu kita tidak lagi bisa seperti itu. Harus ada keinginan untuk  senantiasa berusaha istiqomah bersama kelompok ini, sehingga kita pun istiqomah bersamanya. Adanya rasa takut jika-jika kita nantinya ternyata tidak bisa istiqomah bersama kelompok ini, sehingga kita pun tidak mau melibatkan diri dalam mewujudkan cita-cita besar kita. Maka kita akan menjadi orang kecil.

Bersama kelompok ini kita dibentuk menjadi orang besar. Dikarenakan kita diajarkan untuk memikirkan yang besar-besar, memikirkan orang lain tidak hanya memikirkan diri sendiri. Maka tetaplah bersama kelompok ini jika engkau ingin menjadi besar. Istiqomahlah bersama kelompok ini jika engkau tetap memiliki cita-cita yang besar untuk kejayaan dan kebangkitan islam. Orang yang sendiri tidaklah mungkin memiliki cita-cita yang besar sampai kejayaan dan kebangkitannya. Kalaupun ada itu pun mungkin hanya di hati saja, dikarenakan tidak ditunjukan dalam kerja-kerja nyata untuk mewujudkannya. Dengan adanya kelompoklah cita-cita besar kita akan bisa terwujud, maka mustahillah orang yang sendirian mampu mewujudkan cita-cita besar tersebut.

Meskipun kita sholeh akan tetapi ketika tidak bersama sebuah kelompok maka sesungguhnya kita adalah yang memiliki cita-cita kecil, yaah hanya sebatas diri sendiri, keluarga dan tetangga-tetangga sekitar. Karena untuk menjangkau sesuatu yang besar, yang luas, yang jauh itu tidak lah mungkin dapat dilakukan oleh seorang diri. Dia butuh kelompok, dia butuk kerja sama antar anggota kelompok.

maka istiqomahlah engkau (Muhammad) (di jalan yang benar) sebagaimana telah diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yangbertobat bersamamu, dan janganlah engkau melampaui batas. Sunggu, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan” (Q.S Hud : 112)

Wallahu a’lam

Jambi, 02/02/2013
Yudhi Presetyo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar