Selasa, 21 Mei 2013

Malu pada siapa?


Rasanya aku malu pada diriku sendiri hanya dengan alasan sibuk aku tidak bisa menjalankan ibadah-ibadah harianku secara maksimal.

Rasanya aku malu dengan diriku sendiri, hanya dengan alasan sibuk terhadap aktifitas kerjaan setiap harinya sehingga tilawahku tidak sampai satu juz dalam sehari.

Rasanya aku malu dengan diriku sendiri, hanya dengan alasan susah konsentrasi karena banyak yang dipikirkan sehingga aku tak mampu menghapal ayat-ayat Al-Qur’an meski hanya satu ayat dalam sehari.

Rasanya aku malu dengan diriku sendiri, hanya dengan alasan  capek karena aktifitas-aktifitasku yang seharian sehingga aku tidak bisa bangun pada sepertiga malam terakhir untuk menegakkan sholat Tahajjud. Aku enggan bangun, dan lebih mementingkan tidur sampai datang waktu shubuh.

Rasanya aku malu pada diriku sendiri, hanya dengan alasan masih sibuk mengurusi kerjaan sehingga aku tidak bisa menyempatkan diri untuk melaksanakan sholat dhuha tiap harinya meskipun hanya dua rakaat.

Rasanya aku malu pada diriku sendiri, hanya dengan alasan tidak sempat sehingga melalaikanku untuk membaca dzikir al-ma’tsurat pada setiap pagi dan sore harinya.

Dan sebenarnya tidak hanya malu pada diri sendiri, akan tetapi malu pada Allah SWT. Dengan alasan yang tidak begitu besar itu lantas aku tidak maksimal dalam menjalankan ibadahku tiap harinya.

Sebenarnya alasan-alasan tersebut bukan lah alasan yang sebenarnya, ia hanya mencari-cari alasan semata. Adapun kenapa aku tidak bisa melaksanakan ibadahku dengan maksimal hanya cukup diwakili dengan satu kata alasan yakni aku LALAI. Lalai untuk membiasakan tilawah satu juz per-hari, Qiyamul lail tiap hari, menghapal qur’an, Sholat dhuha, dan ibdah-ibadah sunnah lainnya.

Selanjutnya pemakluman-pemakluman yang aku berikan atas kelalaian tersebut, sehingga tidak ada usaha untuk melawan kelalaian tersebut. Tidak ada usaha memaksakan diri untuk maksimal dalam mencapai setiap ibadah yang harus ku lakukan.

Meskipun begitu Allah tetap tidak jauh dariku, dia masih memberikan kebutuhanku tiap harinya, meskipun aku tidak pernah memintanya sebelum nya ataupun ibadahku yang tidak maksimal, Sungguh malu aku kepada Allah ketika ibadah-ibadahku tidak bisa maksimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar