Rasanya aku malu pada diriku sendiri
hanya dengan alasan sibuk aku tidak bisa menjalankan ibadah-ibadah harianku
secara maksimal.
Rasanya aku malu dengan diriku
sendiri, hanya dengan alasan sibuk terhadap aktifitas kerjaan setiap harinya
sehingga tilawahku tidak sampai satu juz dalam sehari.
Rasanya aku malu dengan diriku
sendiri, hanya dengan alasan susah konsentrasi karena banyak yang dipikirkan sehingga
aku tak mampu menghapal ayat-ayat Al-Qur’an meski hanya satu ayat dalam sehari.
Rasanya aku malu dengan diriku
sendiri, hanya dengan alasan capek
karena aktifitas-aktifitasku yang seharian sehingga aku tidak bisa bangun pada
sepertiga malam terakhir untuk menegakkan sholat Tahajjud. Aku enggan bangun,
dan lebih mementingkan tidur sampai datang waktu shubuh.
Rasanya aku malu pada diriku
sendiri, hanya dengan alasan masih sibuk mengurusi kerjaan sehingga aku tidak
bisa menyempatkan diri untuk melaksanakan sholat dhuha tiap harinya meskipun
hanya dua rakaat.
Rasanya aku malu pada diriku
sendiri, hanya dengan alasan tidak sempat sehingga melalaikanku untuk membaca
dzikir al-ma’tsurat pada setiap pagi dan sore harinya.
Dan sebenarnya tidak hanya malu pada
diri sendiri, akan tetapi malu pada Allah SWT. Dengan alasan yang tidak begitu
besar itu lantas aku tidak maksimal dalam menjalankan ibadahku tiap harinya.
Sebenarnya alasan-alasan tersebut
bukan lah alasan yang sebenarnya, ia hanya mencari-cari alasan semata. Adapun
kenapa aku tidak bisa melaksanakan ibadahku dengan maksimal hanya cukup
diwakili dengan satu kata alasan yakni aku LALAI. Lalai untuk membiasakan
tilawah satu juz per-hari, Qiyamul lail tiap hari, menghapal qur’an, Sholat
dhuha, dan ibdah-ibadah sunnah lainnya.
Selanjutnya pemakluman-pemakluman
yang aku berikan atas kelalaian tersebut, sehingga tidak ada usaha untuk
melawan kelalaian tersebut. Tidak ada usaha memaksakan diri untuk maksimal
dalam mencapai setiap ibadah yang harus ku lakukan.
Meskipun begitu Allah tetap tidak
jauh dariku, dia masih memberikan kebutuhanku tiap harinya, meskipun aku tidak
pernah memintanya sebelum nya ataupun ibadahku yang tidak maksimal, Sungguh
malu aku kepada Allah ketika ibadah-ibadahku tidak bisa maksimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar