Rabu, 22 Mei 2013
Meruginya jadi Pendengki
Sungguh kasihan wahai engkau para pendengki/haters
Karena hanya dengan sedikit berita jelek tentang seseorang yang dibenci (doi)
engkau langsung gunakan itu untuk mengolok-olok si doi,
engkau langsung membully si doi
tanpa engkau harus sabar menunggu tentang kebenaran berita jelek tersebut.
Atau menunggu klarifikasi dari yang bersangkutan terlebih dahulu.
Mungkin bagi dirimu sedikit berita jelek tentang si doi itu yang paling ditunggu-tunggu.
Dengan sedikit berita jelek tersebut engkau akan puas mengejek doi.
Terkadang kebanyakan darimu adalah orang intelek,
akan tetapi kenapa tidak kau gunakan intelekmu itu untuk menganalisis tentang kebenaran sebuah berita.
Kenapa Engkau langsung percaya begitu saja kalo tentang berita jelek itu, Dimana intelektualmu?
Yang penting bagimu mungkin bisa menjelek-jelekan si doi ya,
Sehingga nafsumu bisa menutupi intelektualmu.
Sungguh kasihan engkau, hanya karena sifat dengkimu intelekutualmu tidak lagi melekat pada dirimu.
Sungguh orang telah melihatmu bukan lagi seorang intelektual lagi.
Itu semua tidak kau lakukan hanya sekali, tetapi berkali-kali.
dan berkali-kali pula engkau salah.
kenapa sih engkau tidak sadar-sadar.
Ayolah kawan, gunakan intelektualmu, gunakan imanmu.
Hanya karena sifat dengkimua, kau tutup matamu dari kebenaran.
kau tutup hatimu dari nilai iman.
Sekarang lalu bagaimana,
Ketika yang bersangkutan telah memberikan klarifikasi terkait berita jelek tentang dirinya.
Ternyata faktanya tidak sesuai dengan apa yang diberitakan sebelumnya,
Bahkan jauh sekali dari apa yg telah diberitakan.
Waduh, mau diletakan dimana mukamu itu
Semua perkataanmu yang menjelek-jelekan si doi mentah seketika dengan adanya klarifikasi dari yang bersangkutan.
Waduh, gimana lagi nih.
Bangkai sudah termakan bahkan disebar-sebarkan juga ke yang lain.
Kalo sudah begini terus gimana,
malu kah engkau, merasa bersalahkan engkau, mau meminta maafkah engkau kepada si doi?
Yaah ketika nafsumu lebih besar daripada imanmu pasti tidak akan kau lakukan itu.
Sungguh merugi engkau wahai pendengki...!
Engkau mendapat dosa, si doi dapat pahala yg tidak di sangka-sangka.
Jambi, 23 Mei 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar