Kamis, 15 November 2012

Semalam di Daarut Tauhid


Minggu, 11 Nopember 2012 setelah usai mengikuti Silaturrahim Nasional Indonesia Tanpa JIL (SILATNAS ITJ) aku berencana untuk mampir ke Pondok Pesantren Daarut Tauhid milik da’i kondang Aa’ Gymastiar. Turunlah kami di simpang Gerlong, jalan menuju ke arah Daarut Tauhid. Kami jalan kaki menuju ke dalam bersama-sama, kira-kira 1 Km sampai ke pondok pesantren Daarut Tauhid. Waktu itu menunjukkan kira-kira pukul 16.00.  Akan tetapi kami tidak langsung menuju ke Daarut Tauhid melainkan hendak bersilaturrahiim terlebih dahulu ke tempat Mas Sukarno. Mas Sukarno adalah alumni Aktifis Dakwah Kampus (ADK) Universitas Jambi yang sedang melanjutkan studi S3 di UPI. Tempat kostnya tidaklah terlalu jauh dari Daarut Tauhid maupun Kampus UPI sendiri. Jalan menuju ke rumah beliau dilewati melalui jalan-jalan kecil  di antara padatnya rumah di sana, maklum memang biasanya sekitaran kampus pasti dipenuhi dengan rumah-rumah kost untuk mahasiswa. Sampailah kami di rumah Mas Sukarno. Beruntung beliau ada di rumah karena katanya beliau juga baru pulang dari berpergian (dari mana gitu,,,lupa, hehe). Pada awalnya kami hanya ada 4 orang yang bersilaturrahim ke tempat beliau yakni, penulis sendiri, Sholahudin, Risdalina dan Ima. Akan tetapi akan ada yang menyusul diajak sekalian bersilaturrahiim di rumah Mas Sukarno yakni anak UNJA juga yang kebetulan ada acara pertemuan BEM di UPI, mereka adalah Nila, Ides, dan Sita.

Tidak lama setelah kami berada di dalam rumah sambil duduk dan bincang-bincang, eh ada tukang bakso lewat di depan rumah. Lalu ditawari lah kami oleh mas Sukarno untuk dipesankan sesuai dengan jumlah kami termasuk yang akan datang nanti. Pada awalnya kami menolak tapi karena terus di paksa ya sudah gak papa lah diterima saja, rizki berarti (hehe, padahal mau juga tuuh....ssssttt). Mas sukarno pun memesan sebanyak 7 porsi sekaligus temen-temen yang akan menyusul nanti, meskipun sekarang mereka belum datang akan tetapi sedang dijemput. Berbincanglah kami semua dengan Mas Sukarno, mulai dari bertanya kabar sampai pesan-pesan yang ia sampaikan kepada kami terutama yang masih jadi mahasiswa agar cepat lulusnya....(untung gua dah lulus). Cerita demi derita, canda demi canda mewarnai ruangan rumah mas sukarno waktu itu. Tanpa terasa seiring baksonya telah habis akan tetapi waktu menunjukan telah hampir memasuki waktu maghrib. Yah  meskipun masih banyak yang ingin kita sama-sama share,  kami harus  berpamitan sama mas sukarno untuk menuju ke masjid untuk sholat Maghrib berjamaah.

Kami bertujuh pun langsung menuju masjid Daarut Tauhid untuk. Sesampainya di masjid Daarut Tauhid saya n sholahudin menitipkan tas-tas kami kepada petugas penitipan barang masjid, sedangkan yang akhwat menuju temapt akhwat di belakang. Setelah dititipkan barang-barang kami, kami mengambil air wudhu bersama para santri lainnya yang semakin banyak berdatangan ke tempat wadhu. Setelah adzan selesai tidak langsung iqomat tapi melaksanakan sholat sunnah terlebih dahulu, sambil menunggu jamaah lain datang juga sepertinya. Subhanallah luar biasa, jamaahnya sangat ramai sekal, penuh sampai shaf paling belakang. Masjid daarut tauhid berlantai 3 dan sholat berjamaahnya dilaksanakan di lantai 2 untuk yang laki-laki dan perempuan di belakang dengan dibatasi hijab dan ada juga tempat sholat untuk yang perempuan di atas lantai 3 karena memang yang lantai 2 tempat untuk yang perempuannya juga kecil. Para santri tidak ribut ketika mau melaksanakan sholat, mungkin ini hasil dari pola pendidikan yang diterapkan di daarut Tauhid.

                                                   (gak papa lah ya ada gua nya...he)

Setelah selesai sholat maghrib selesai, semua jamaah diam sejenak melakukan dzikir sendiri-sendiri. Kemudian ada tausyiah dari Aa’Gym yang sebelumnya juga sebagai imam sholat maghrib. Pada awalnya aku tidak mengira bahwa yang menyampaikan tausyiah tersebut adalah aagym, karena kalo di lihat dari wajahnya gak terlalu sama seperti yang kulihat di layar televisi. Kalo dari suaranya sih emang mirip dengan suaranya AaGym, atau mungkin aku melihatnya dari jarak yang agak jauh karena aku berada di shaf yang agak di belakang ditambah dengan lampu yang tidak terlalu terang. Dia tidak memakai kacamata dan sorban. Aku mengira itu orang lain, yang suaranya sama dengan AaGym yang lembut. Ternyata emang beliau adalah aagym setelah berdiri dan memakai kacamatanya. Senang sekali bisa mendengarkan tausyiahnya secara langsung dari beliau. Karena biasanya beliau sering berada di luar kota. Tausyiah yang disampaikan beliau ba’da maghrib yakni tentang selalu mengingat Allah.

Setelah tausyiah selesai, kami tetap berada di dalam masjid menunggu sholat Isya dengan tilawah Qur’an bersama beberapa santri lainnya. Sampailah masuk waktu sholat isya dengan ditandai adzan berkumandang seiring jamaah sholat memenuhi masjid. Jamaah sholatnya masih tetap banyak sampai shaf paling belakang. Selesai sholat dilanjutkan dengan tausyiah dari Aagym lagi yang pada waktu Beliau hanya sebagai makmum saja mengenai ketenangan hati. Memang kebanyakkan tausyiah yang disampaikan oleh aagym adalah berkaitan dengan hati.

Setelah tausyiah selesai kami berencana untuk keluar pergi jalan-jalan melihat di lingkungan pesantren Daarut Tauhid. Sebelum keluar kami bertanya kepada petugas masjid, apakah kami bisa menginap di dalam masjid untuk malam ini. Dan ia menjawab bisa yang penting ijin dengan pengurus DKM dan memberikan identitas diri kepadanya. Akhirnya kami keluar dari masjid Daarut Tauhid. Pertama kami menuju ke dalam gerbang kompleks pondok pesantren. Kompleks pondok pesantren merupakan kompleks yang bergabung dengan rumah warga sekitar. Melihat-lihat di sekitaran kompleks pondok pesantren, ada minimarket, galery jualan buku, pakaian, klinik Daarut Tauhid, Penginapan dan rumah warga yang tidak dibatasi dengan sekat apapun.

Sampai malam pukul 22.00 WIB kami kembali ke masjid Daarut Tauhid, yang sebelumnya kami juga jalan-jalan ke kampus UPI dan sebentar duduk-duduk di sana. Sesampainya di masjid kami ambil tas-tas kami kemudian naik ke lantai dua. Ketika di lantai dua ada salah satu pengurus DKM yang menghampiri kami lalu menanyakan apakah kami mau i’tikaf  di sana, jika ia kami harus mengisi absen terlebih dahulu dan menyerahkan identitas diri. Maka kami pun mengisi absen dan menyerahkan identitas diri, aku menyerahkan SIM dan akh Shola menyerahkan KTP.  Kami pun siap untuk i’tikaf dan mabit di masjid tersebut setelah itu. Sebelum tidur kami tilawah sebentar, setelah usai tilawah beberapa halaman kami duduk-duduk sebentar. Aku main HP sambil mencharge HP dan akh shola membuka laptop belajar Screen Shoot.  Lagi asyiknya main HP dan Laptop seorang pengurus DKM menghampiri dan mengingatkan kami untuk menjaga barang berharganya ketika hendak tidur nanti, kami pun menjawab “iya, insya Allah”. Rasa kantuk pun datang, kami pun beranjak ambil posisi tidur di tempat yang telah di sediakan dengan dibentangkannya tikar di atas karpet masjid. Kami tidur bersama orang-orang lain yang kebetulan sama-sama menginap di sana. Kira-kira waktu itu ada belasan orang yang turut menginap di sana. Setelah badan ini terbaring aku pun tertidur.

Tidurku sangat nyenyak, sepertinya gak mimpi. Jam 03.00  aku pun bangun dari tidurku dan telah ada beberapa orang yang telah melakukan sholat tahajjud secara infirodhi. Setelah membangunkan badan dari berbaring, aku sibuk mencari HP ku yang sudah tidak ada di sekitar tempat aku tidur. Beberapa kali aku mengecek sekitar tempat tidurku maupun di dalam tas, ternyata tetap tidak ada. Aku mengira di awal HP ku telah hilang yang mungkin diambil orang. Setelah capek mencarinya dan tidak menemukannya, ya sudahlah aku pasrah saja kalo memang benar-benar hilang. Aku beranjak  mengambil air wudhu saja di bawah untuk ikut melaksanakan Qiyamul Lail. Sebelum sampai ke tempat wudhu aku bertemu dengan akh shola, langsung aku tanyakan kepada beliau apakah ia melihat HP ku, ternyata dia juga tidak tahu. Ya sudahlah aku terus menuju tempat wudhu sambil bergumam dalam hati “mungkin hilangnya HP ku di karenakan HP tersebut membuat aku terlena dengan selalu memainkannya”.

Di tempat wudhu aku mengambil air wudhu yang sebelumnya aku pergi ke kamar dahulu, airnya dingin sekali. Setelah mengambil air wudhu tiba-tiba akh shola turun lagi ke tempat wudhu, ternyata ia sedang mencari HPnya juga. Padahal katanya setelah bangun tidur tadi HPnya masih ada karena ia melihat jam dari HPnya. Setelah dicarinya di bawah di beberapa kamar mandi ia tidak juga menemukan HP nya. Pada saat itu ada rasa kelegaan tersendiri dalam hatiku karena mungkin Hp kami berdua telah diselamatkan oleh pengurus masjid. Akhirnya kami sama-sama beranggapan bahwa yang menyelamatkan HP kami adalah pengurus masjid supaya tidak hilang diambil orang karena HP kami tergeletak begitu saja. Kami pun agak tenang dengan beranggapan seperti itu.

Kami melanjutkan sholat tahajjud tanpa memikirkan lagi dimana Hpnya. Sholat qiyamul lail sampai masuk waktu sholat shubuh. Berkumandanglah adzan shubuh seiring dengan berdatangan para santri masuk ke dalam masjid. Berlangsunglah sholat subuh berjamaah dengan jumlah jamaah yang masih tetap banyak. Seusai sholat subuh, para jamaah diarahkan untuk dzikir al-matsurat secara berjamaah yang dipimpin oleh satu orang. Dzikir al-matsurat pun selesai para jamaah diam sejenak sambil menungggu kajian subuh yang akan di sampaikan oleh aagym, ada yang mengantuk, ada yang tilawah, macam-macamlah. Aku tidak tahu kalo habis subuh itu kajian subuh yang akan disiarkan langsung di radio yang diisi oleh aagym. Akhirnya aagym pun muncul dari depan tempat imam dengan diawali seruan kepada para santrinya yang ngantuk,”...hssshhh bangun” beberapa dengan logat sundanya. Suaranya tidak membentak tapi dengan kelembutan, menunjukkan kasih sayang beliau terhadap para santrinya. Sepertinya metode pembelajaran yang diterapkan di pesantren ini penuh dengan kasih sayang, sehingga menimbulkan kesadaran sendiri pada jiwa santri. Sebelum membuka kajian nya, aagym mengajak para hadirin senam sederhana terlebih dahulu untuk menghilangkan rasa kantuk yang ada. Anggkat tangan ke kanan ke kiri, kepala ke kanan ke kiri, lalu barulah dimulai kajiannya.

Setelah selesai mendengarkan kajian subuh bersama aagym dari pukul 05.00 – 06.00 aku dan akh shola berniat langsung mengambil identitasku di kantor masjid  Daarut Tauhid yang berada di bawah. Sampailah kami di kantor pengurus DKM, telah ada satu pengurus DKM yang ada di sana. Dialah yang menyerahkan identitas masing-masing kami. Setelah identitas kami sudah diberikan, ia menanyakan kepada kami, “merasa kehilangan sesuatu?” katanya. Langsung kami jawab dengan rasa senang “iya”. Akhirnya dia mengambil HP kami dari sebuah laci tempat untuk menyimpan HP kami. Kami pun merasa ternyata benar bahwa HP kami telah diselamatkan oleh pengurus agar tidak hilang diambil orang lain yang juga menginap di masjid. Sebelum meninggalkan ruangan tersebut pengurus DKM itu memberi pengingatan kepada kami “besok-besok kalo menginap di sini lagi, barang-barangnya di simpan sendiri dengan aman, karena banyak yang datang ketika malam”. Kami jawab” iya, insya allah...terima kasih ya sudah menyimpan HP kami”.

Setelah itu, kami tetap berada di dalam masjid sampai pukul kira-kira  07.00 WIB, karena pada jam tersebut ada acara lagi yang khusus untuk para santri. Akhirnya kami pun berangkat keluar meninggalkan masjid Daarut Tauhid. Rencana selanjutnya adalah kami mau pergi ke pasar toko buku dan pasar membeli oleh-oleh sebelum pulang. Sebelum berangkat kami sarapan terlebih dahulu di depan masjid Daarut Tauhid. Karena tempat dan arah pasarnya kami tidak tahu maka mau perginya akan serempak dengan risdalina dan ima. Sementara menunggu mereka yang akan sarapan dahulu sebelum pergi, kami jalan pergi ke masjid UPI dahuhu untuk sholat dhuha sambil menunggu mereka selesai sarapan dan siap untuk pergi serempak. Akhirnya setelah selesai menunggu dan mereka sudah siap kemudian kita bertemu untuk menuju ke pasar toko buku dengan menunggu mobil di depan kampus UPI.

Yudhi Prasetyo
Jambi, 15 Nopember 2012

2 komentar: