Oleh :
Yudhi Prasetyo
Yang
diajarkan kepada kami adalah islam terlebih dahulu oleh jamaah ini. "Islam
qobla jamaah". Islam adalah syamil mutakamil, yang jauh dari kesalahan.
Islam yang penuh kasih sayang, penuh dengan cinta. Kami lebih mencintai islam
ketika kami telah mampu memahaminya dengan baik. Islam menjadi bagian penuh
kehidupan kami. Islam yang akan membersamai kami dalam setiap aktifitas hidup
kami. Atas kecintaan kami dengan Islam maka kami akan melaksanakan apa-apa yang
diperintahkan kepada kami dan menjuahi apa-apa yang dilarang atas kami. Kami
pun siap akan memperjuangkan agar islam ini tersebar ke seluruh pelosok bumi
dengan dakwah. Kami akan menyebarkannya dengan kasih sayang pula.
Sampai
kapanpun islam kami yakini tidaklah salah dalam ajarannya. Kami telah memahami
sepenuhnya tentang islam. Dan tidak ada kami temukan sebuah kesalahan darinya,
ia mengajarkan tentang kebaikan dan pasti akan memberikan kebaikan pula bagi
yang mengikutinya. Jika kau menemukan kesalahan dari seorang muslim, bukan
lantas itu adalah kesalahan islamnya. Murni itu adalah kesalahan manusianya,
manusia yang lemah yang selalu dekat dengan kesalahan.
Jamaah hanyalah sebuah sarana bagi kami. Sarana bagi
kami untuk menjalankan islam ini dengan baik dan sebagai sarana mendakwahkannya
kepada orang lain yang lebih luas. Sarana untuk menebarkan kebaikan islam yang
rahmatan lil ‘alaamin. Dalam menyebarkannya butuh kekuatan yang banyak dari
manusia-manusia yang sama tujuannya agar islam ini tersebar di pelosok bumi. . Oleh
karena itu, tidaklah mungkin ia hanya dikerjakan oleh seorang diri, ia
membutuhkan jamaah.
Dengan
jamaah akan mudah terhimpun kerja sama antara satu sama lain, sehingga tujuan
yang kami harapkan bersama dengan segera dapat tercapai.
Kecintaan
kami terhadap jamaah ini tidaklah akan melebihi kecintaan kami terhadap Islam.
Kecintaan kami terhadap jamaah adalah ketika jamaah ini masih mencintai islam
pula. Ketika jamaah ini masih berada di atas aturan Islam. Ketika masih
komitmen untuk menebarkan kebaikan islam. Maka kami pun akan selalu komitmen
untuk menyatukan diri kami dengan jamaah ini.
Jamaah
adalah kumpulan manusia lemah, yang sangat dekat untuk melakukan kesalahan. Maka
patut disadari sejak awal bisa jadi ada kesalahan-kesalahan akan dilakukan oleh
manusia-manusianya dalam jamaah ini. Jadi ketika ada salah satu dari jamaah
kami atau pimpinan kami yang melakukan kesalahan, bukan lantas kami harus
meninggalkan pula jamaah ini. Bukan lantas kami harus meninggalkan jamaah ini
di saat jamaah ini masih memegang teguh tata aturan islam. Itulah mengapa kami
tidak langsung buyar, atau terpecah-pecah ketika salah seorang dari anggota
jamaah kami atau pimpinan jamaah ini melakukan sebuah kesalahan yang bersifat
manusiawi atau hanya sekedar difitnah. Karena kami berada disini disatukan atas
nama islam, bukan karena perseorangan atau figur seseorang bukan pula karena
hanya ingin mendapatkan sesuatu yang bersifat pragmatis duniawi semata.
Jambi, 01
Juli 2013
terbut di islamedia >> http://www.islamedia.web.id/2013/07/kami-ada-disini-karena-islam.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar