Oleh: Yudhi Prasetyo
Khilafah itu adalah kabar rasulullah
sebagaimana rasul juga telah mengabarkan bahwa konstantinopel akan ditaklukan. Akhirnya
kabar rasulullah tentang penaklukan konstantinopel itupun terwujud di kemudian
hari oleh Sultan Muhammad Al-fatih. Rasul tidak pernah memberikan gambaran
tentang bagaimana cara teknis penaklukan konstantineopel itu. Hanya saja
Rasul memberikan gambaran bahwa yang menaklukannya adalah sebaik baik nya panglima
dan sebaik-baik prajurit.
Konstantinopel telah terbukti terwujud akan
penaklukannya, dengan kegigihan seorang muhammad Al-Fatih bersama para
prajuritnya. Berbagai macam cara dilakukannya, yang penting tidak melanggar
ketentuan-ketentuan dalam islam.
Kabar rasulullah selanjut-selanjutnya tentang
kejayaan islam adalah sebuah kepastian. Maka memperjuangkannya adalah sebuah
keinginan besar bagi umat muslim yang beriman. Dan Allah akan memilih hamba-Nya
yang pantas untuk mewujudkan kejayaan islam itu.
Mari, sekarang berbicara masalah cara bukan masalah
keyakinan akan kabar yang diberikan Rasulullah, karena kita semua sama-sama berkeyakinan
bahwa kabar Rasulullah adalah sebuah kebenaran yang akan terwujud di kemudian
hari. Perbedaan di antara umat sekarang adalah mengenai “cara” yang bersifat
fleksibel bukan pada “kabar kemenangan islam”nya yang merupakan sebuah kepastian.
Mari bersama-sama berjuang, menjadi terdepan
dalam upaya mewujudkan sebuah cita-cita kebangkitan islam. Bukan malah sibuk
bersinggungan mengenai cara di antara kita. Berlomba-lombalah kita dalam sebuah
kebaikan, menunjukan siapa yang banyak memberikan kebaikan, memberikan
kontribusi. Dan berlomba-lomba untuk memantaskan diri bahwa dengan adanya kita,
kemenangan islam itu akan terwujud. Allahu Akbar...!!!
Jambi, 23 Juni 2013

Khilafah itu adalah kabar rasulullah sebagaimana rasul juga telah mengabarkan bahwa konstantinopel akan ditaklukan. Akhirnya kabar rasulullah tentang penaklukan konstantinopel itupun terwujud di kemudian hari oleh Sultan Muhammad Al-fatih.
BalasHapus