Sabtu, 22 Juni 2013

Menyambut Kabar Rasulullah dengan Amal


Oleh: Yudhi Prasetyo

Khilafah itu adalah kabar rasulullah sebagaimana rasul juga telah mengabarkan bahwa konstantinopel akan ditaklukan. Akhirnya kabar rasulullah tentang penaklukan konstantinopel itupun terwujud di kemudian hari oleh Sultan Muhammad Al-fatih. Rasul tidak pernah memberikan gambaran tentang bagaimana cara teknis penaklukan konstantineopel itu. Hanya saja Rasul memberikan gambaran bahwa yang menaklukannya adalah sebaik baik nya panglima dan sebaik-baik prajurit.

Konstantinopel telah terbukti terwujud akan penaklukannya, dengan kegigihan seorang muhammad Al-Fatih bersama para prajuritnya. Berbagai macam cara dilakukannya, yang penting tidak melanggar ketentuan-ketentuan dalam islam.

Kabar rasulullah selanjut-selanjutnya tentang kejayaan islam adalah sebuah kepastian. Maka memperjuangkannya adalah sebuah keinginan besar bagi umat muslim yang beriman. Dan Allah akan memilih hamba-Nya yang pantas untuk mewujudkan kejayaan islam itu.

Mari, sekarang berbicara masalah cara bukan masalah keyakinan akan kabar yang diberikan Rasulullah, karena kita semua sama-sama berkeyakinan bahwa kabar Rasulullah adalah sebuah kebenaran yang akan terwujud di kemudian hari. Perbedaan di antara umat sekarang adalah mengenai “cara” yang bersifat fleksibel bukan pada “kabar kemenangan islam”nya yang merupakan sebuah kepastian.


Mari bersama-sama berjuang, menjadi terdepan dalam upaya mewujudkan sebuah cita-cita kebangkitan islam. Bukan malah sibuk bersinggungan mengenai cara di antara kita. Berlomba-lombalah kita dalam sebuah kebaikan, menunjukan siapa yang banyak memberikan kebaikan, memberikan kontribusi. Dan berlomba-lomba untuk memantaskan diri bahwa dengan adanya kita, kemenangan islam itu akan terwujud. Allahu Akbar...!!!

Jambi, 23 Juni 2013

1 komentar:

  1. Khilafah itu adalah kabar rasulullah sebagaimana rasul juga telah mengabarkan bahwa konstantinopel akan ditaklukan. Akhirnya kabar rasulullah tentang penaklukan konstantinopel itupun terwujud di kemudian hari oleh Sultan Muhammad Al-fatih.

    BalasHapus