Kamis, 20 Juni 2013

Penyebab Remaja Melakukan Seks Bebas

Oleh : Yudhi Prasetyo

Tulisan ini merupakan hasil dari diskusi penulis bersama beberapa siswa-siswi salah satu SMA di kota jambi dalam sebuah acara mentoring. Kita sedang mendiskusikan masalah problematika remaja yang terjadi di lingkungan kita. Salah satu diskusi tentang permasalahan remaja yakni masalah Sex Bebas atau Sex Pranikah. Ini adalah masalah remaja yang sangat memprihatinkan dan banyak terjadi di lingkungan remaja hari ini.

Mengutip dari berita http://jambi.tribunnews.com minggu, 31 maret 2013 :
“Berdasarkan beberapa data, di antaranya dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan sebanyak 32% remaja usia 14 hingga 18 tahun di kota-kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, dan Bandung) pernah berhubungan seks. Hasil survei lain juga menyatakan, satu dari empat remaja Indonesia melakukan hubungan seksual pranikah dan membuktikan 62,7% remaja kehilangan perawan saat masih duduk di bangku SMP, dan bahkan 21,2% di antaranya berbuat ekstrim, yakni pernah melakukan aborsi. Aborsi dilakukan sebagai jalan keluar dari akibat dari perilaku seks bebas.

Bahkan penelitian LSM Sahabat Anak dan Remaja Indonesia (Sahara) Bandung antara tahun 2000-2002, remaja yang melakukan seks pra nikah, 72,9% hamil, dan 91,5% di antaranya mengaku telah melakukan aborsi lebih dari satu kali. Data ini didukung beberapa hasil penelitian bahwa terdapat 98% mahasiswi Yogyakarta yang melakukan seks pra nikah mengaku pernah melakukan aborsi. Secara kumulatif, aborsi di Indonesia diperkirakan mencapai 2,3 juta kasus per tahun. Setengah dari jumlah itu dilakukan oleh wanita yang belum menikah, sekitar 10-30% adalah para remaja. Artinya, ada 230 ribu sampai 575 ribu remaja putri yang diperkirakan melakukan aborsi setiap tahunnya. Sumber lain juga menyebutkan, tiap hari 100 remaja melakukan aborsi dan jumlah kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja meningkat antara 150.000 hingga 200.000 kasus setiap tahun.
Dari data tersebut, memperihatinkan bukan...?

Sex bebas merupakan permasalahan remaja yang juga telah melanggar ajaran agama islam. Islam telah mensyariatkan bahwa zina itu merupakan ke dalam dosa besar, baik dilakukan oleh orang yang telah berkeluarga atau sama-sama belum berkeluarga.

Ada beberapa penyebab dari diskusi kami kenapa para remaja terlibat dalam sex pra nikah tersebut. Diantaranya yakni sebagai berikut :
1.       Pemahaman Agama yang kurang

Islam telah mengatur mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang haram dan mana yang halal, mana yang dosa dan  mana yang berpahala. Islam pun mengatur supaya seorang muslim yang baligh diharuskan untuk mengerjakan sesuatu yang bernilai kebaikan, yang halal dan yang bernilai pahala. Dan sebaliknya menjauhi apa-apa yang di bernilai keburukan, yang haram dan bernilai dosa.  Maka semuanya itu harus diketahui dan dipahami terlebih dahulu oleh seorang muslim yang baligh, sehingga dia bisa memilih dan menetapkan keputusan yang dianjurkan oleh islam dan menjauhi yang dilarang islam.

Pengetahuan islam mengenai hal-hal tersebut harus dimiliki oleh seorang remaja, sehingga mereka tahu yang kemudian paham dan melaksanakan di kehidupannya sehari-hari. Lantas bagaimana kondisi remaja hari ini? Mungkin mereka sangat jauh dari pengetahuan dan pemahaman mengenai aturan-aturan islam seperti ini.

Banyak sebab pula sehingga mereka tidak mendapatkan pengetahuan dan pemahaman Agama ini. Bisa jadi kondisi keluarganya yang tidak mendukung untuk memberikan pemahaman agama terhadapnya, sehingga kebanyakan orang tua menyerahkan pemahaman agama kepada gurunya di sekolah-sekolah. Pelajaran agama di sekolah-sekolah umum mungkin dirasakan kurang dari sisi intensitas lamanya belajar agama. Ditambah mungkin kurangnya penekanan oleh guru dalam memberikan pemahaman yang baik kepada sang murid supaya pemahaman tersebut teraplikasikan di kehidupan sang murid.

Atau memang berasal dari pribadi-pribadi remajanya yang tidak tertarik dengan pelajaran agama sehingga terasa malas mengikuti pelajaran agama di sekolahnya. Apalagi mengikuti kegiatan ekskul keagamaan (rohis), mereka sangat enggan. Padahal di rohis sekolah ini lah yang bisa dijadikan tempat bergaul yang baik, mereka adalah kumpulan remaja yang mencoba untuk baik, dari sisi pemahamannya ataupun aplikasinya di kehidupan remaja. Ini dikarenakan mungkin sebagian remaja telah terpengaruh oleh teman-temannya yang tidak baik.

Wajar lah sex bebas atau sex pra nikah itu terjadi pada remaja, penyebab pertamanya dikarenakan para remaja kurang pemahaman agamanya. Sehingga mereka melakukan apa saja yang menurut mereka mengandung sebuah kebahagiaan, kesenangan ataupun kenikmatan yang padahal itu semua dilarang oleh agamanya. Seandainya mereka paham bahwa sex bebas itu haram tidak lah mungkin mereka mau melakukan hal tersebut.

2.       Lingkungan pergaulan

Lingkungan pergaulan seorang remaja juga sangat memberikan pengaruh pada seorang remaja. Seorang remaja adalah masa-masa labil, yang mudah terpengaruh. Ketika seorang remaja lebih banyak bergaul dengan remaja-remaja lainnya yang kurang baik maka sudah hampir bisa dipastikan lama-kelamaan dia akan terpengaruh dengan kelakuan-kelakuan teman-temannya itu.

Meskipun pengetahuan agamanya baik yang didapatkan dari keluarganya yang kebetulan bearasal dari keluarga beragama atau dari lingkungan sekolah yang berlatar belakang agama, akan tetapi jika pergaulannya lebih banyak dengan anak-anak yang tidak baik, maka sudah bisa dipastikan dia akan lebih banyak terpengaruh oleh teman-temannya itu. Pengetahuannya tentang agama lebih dijadikan hanya sebatas pengetahuan saja, tidak dipahami apalagi diaplikasikan.

Karena memang telah banyak ditemui di kehidupan remaja, ternyata yang melakukan sex pranikah tidak hanya dilakukan oleh anak-anak remaja dengan berlatar belakang sekolah umum yang minim pelajaran agama saja, bahkan sex pranikah juga bisa dilakukan oleh anak-anak remaja dengan latar belakang sekolah agama yang banyak menerima pelajaran agamanya.

Lingkungan pergaulan yang tidak baik akan mempengaruhi hal-hal berikut kepada seorang remaja, yang berasal dari pengaruh berikut mereka berani melakukan sex pranikah, diantaranya yakni :

a.       Terpengaruh dari video porno
Lingkungan lah yang mempengaruhi seorang remaja untuk menonton video porno ini. Apalagi teknologi yang canggih seperti saat ini. Video porno sangat mudah diakses oleh para remaja. Melalui internet-internet ataupun melalui gadget mereka yang lebih modern bisa mendownload atau menyimpan video. Sekali lagi, ini dilakukan oleh seorang remaja jika dia lebih banyak bergaul dengan remaja lainnya yang suka bertindak bebas, apalagi hanya sekedar menonton video porno, mereka telah menganggap hal ini adalah sesuatu yang biasa. Teman-teman yang seperti ini lah yang akhirnya mempengaruhi seorang remaja untuk ikut-ikutan menikmati tontonan tersebut.

Sehingga yang terjadi berikutnya adalah keinginan untuk merasakan juga apa yang telah dia tonton itu. Inilah reaksi yang ditimbulkan setelahnya. Dari mata akan mengalir ke otak, kemudian dari otak akan timbul hasrat keinginan untuk merasakan dari apa yang telah ia lihat.

b.      Rasa ingin tahu tentang sex
Keterlibatan seorang remaja dengan lingkungan yang lebih banyak membicarakan tentang perbuatan-perbuatan yang tidak baik, maka dengan sendirinya ia akan terpengaruh. Lingkungan pergaulannya yang lebih sering membicarakan tentang sex, tontonan-tontonan tentang sex, bacaan-bacaan pornografi atau melalui cerita teman-temannya yang telah biasa melakukan sex pra nikah. Dengan itu semua rasa ingin tahu itupun timbul yang akhirnya akan menimbulkan sebuah keinginan lebih jauh lagi, sehingga akhirnya dia juga bisa merasakannya. Ia tidak lagi hanya sekedar ingin tau dari sebuah perbincangan, tontonan, bacaaan, ataupun ceritanya saja, akan tetapi timbul perasaan dalam hati ingin benar-benar melakukannya. Ini lah yang terjadi ketika ia salah gaul. Lama-kelamaan ia akan terpengaruh dengan sendirinya meskipun teman-temannya tidak dengan intensif mengajaknya untuk melakukan hal tersebut.

c.       Pacaran
Pacaran adalah sebuah langkah untuk mendekati sebuah perzinahan atau sex pranikah. Sebagian besar sex pranikah yang dilakukan oleh para remaja pasti didahului dengan pacaran. Ini sebabnya mengapa pacaran itu dilarang.

Apa yang dilakukan oleh sepasang kekasih yang belum menikah ketika mereka berduaan, ketika mereka inginnya di tempat-tempat yang hanya ada mereka berdua saja? Pacaran menuju zina. Seseorang yang pacaran pasti inginnya selalu berdua, kemudian setelah berdua ada keinginan ingin menyentuh (memegang) tangan atau anggota tubuh yang lainnya, ingin menciumnya dan pada akhirnya ingin melakukan perbuatan dosa besar yakni Zina. Ini lah yang dilakukan oleh sepasang kekasih belum halal, kemaksiatannya semakin hari ingin semakin bertambah sehingga sampai kepada puncak kemaksiata terbesar berupa zina. Karena sesungguhnya mereka tidak sedang berdua saja ketika mereka merasa sedang berdua, ada syetan yang selalu menggodanya untuk melakukan kemaksiatan yang lebih tinggi lagi.

Pacaran, adalah budaya para remaja sekarang. Budaya yang sebenarnya mendekatkan mereka pada perbuatan nista. Melalui pacaran seseorang yang telah terpengaruh sebelumnya oleh video-video porno, bacaan-bacaan pornografi, cerita-cerita teman, juga ingin melakukannya dengan pacarnya tersebut. Seseorang yang tadinya ingin tahu dan merasakan dari apa yang telah ia lihat, baca, dengar tentang sex ia lampiaskan kepada pacarnya. Atas nama pembuktian cinta atau apalah maka mereka pun melakukan perbuatan nista zina itu.

Maka, dari pacaran itu tidak ada yang dicari bagi seorang laki-laki yang ingin berpacaran kecuali melakukan hubungan badan dengan pacarnya karena pengaruh-pengaruh lingkungan teman di atas. Maka, setelah terjadi itu semua lantas siapa yang lebih banyak dirugikan? Wanitalah yang lebih banyak dirugikan. Keperawanannya hilang di lelaki yang belum tentu mau bertanggung jawab, belum lagi ketika hamil, malu emang malu karena ia akan terlihat oleh keluarga, tetangga dan lingkungannya, mau aborsi sakitnya ditanggung perempuan belum lagi dosa membunuhnya, dan perasaan berdosa yang akan selalu ada di benaknya. Oleh karena itu jauhilah Pacaran.

Jadi, lingkungan sangat berpengaruh sekali pada seorang remaja untuk melakukan sex bebas. Mempengaruhi seorang remaja untuk mengetahui apa itu sex, terus kemudian menontonnya, membacanya, menceritakannya, kemudian pacaran untuk menuju sex bebas.

Ketika engkau tidak ingin seperti itu melakukan seks pranikah (Zina), melakukan apa yang dilarang agama, maka penuhilah pemahamanmu tentang agama kemudian pilihlah teman-temanmu dari kalangan yang baik-baik. Bergabunglah bersama teman-teman yang bisa mempengaruhimu untuk melakukan sebuah kebaikan, yang akan menghasilakan nilai-nilai kebaikan, dan pahala.

Wallahu a’lam

1 komentar:

  1. Tulisan ini merupakan hasil dari diskusi penulis bersama beberapa siswa-siswi salah satu SMA di kota jambi dalam sebuah acara mentoring. Kita sedang mendiskusikan masalah problematika remaja yang terjadi di lingkungan kita. Salah satu diskusi tentang permasalahan remaja yakni masalah Sex Bebas atau Sex Pranikah. Ini adalah masalah remaja yang sangat memprihatinkan dan banyak terjadi di lingkungan remaja hari ini.

    BalasHapus