Oleh : Yudhi Prasetyo
Tulisan ini merupakan hasil dari diskusi
penulis bersama beberapa siswa-siswi salah satu SMA di kota jambi dalam sebuah
acara mentoring. Kita sedang mendiskusikan masalah problematika remaja yang
terjadi di lingkungan kita. Salah satu diskusi tentang permasalahan remaja
yakni masalah Sex Bebas atau Sex Pranikah. Ini adalah masalah remaja yang
sangat memprihatinkan dan banyak terjadi di lingkungan remaja hari ini.
Mengutip dari berita http://jambi.tribunnews.com minggu, 31 maret 2013 :
“Berdasarkan beberapa data, di antaranya dari Komisi
Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan sebanyak 32% remaja usia 14
hingga 18 tahun di kota-kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, dan
Bandung) pernah berhubungan seks. Hasil survei lain juga menyatakan, satu dari
empat remaja Indonesia melakukan hubungan seksual pranikah dan membuktikan
62,7% remaja kehilangan perawan saat masih duduk di bangku SMP, dan bahkan
21,2% di antaranya berbuat ekstrim, yakni pernah melakukan aborsi. Aborsi
dilakukan sebagai jalan keluar dari akibat dari perilaku seks bebas.
Bahkan penelitian LSM Sahabat Anak dan Remaja Indonesia
(Sahara) Bandung antara tahun 2000-2002, remaja yang melakukan seks pra nikah,
72,9% hamil, dan 91,5% di antaranya mengaku telah melakukan aborsi lebih dari
satu kali. Data ini didukung beberapa hasil penelitian bahwa terdapat 98%
mahasiswi Yogyakarta yang melakukan seks pra nikah mengaku pernah melakukan
aborsi. Secara kumulatif, aborsi di Indonesia diperkirakan mencapai 2,3 juta
kasus per tahun. Setengah dari jumlah itu dilakukan oleh wanita yang belum
menikah, sekitar 10-30% adalah para remaja. Artinya, ada 230 ribu sampai 575
ribu remaja putri yang diperkirakan melakukan aborsi setiap tahunnya. Sumber
lain juga menyebutkan, tiap hari 100 remaja melakukan aborsi dan jumlah
kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja meningkat antara 150.000
hingga 200.000 kasus setiap tahun.”
Dari data tersebut, memperihatinkan bukan...?
Sex bebas merupakan permasalahan remaja yang
juga telah melanggar ajaran agama islam. Islam telah mensyariatkan bahwa zina
itu merupakan ke dalam dosa besar, baik dilakukan oleh orang yang telah
berkeluarga atau sama-sama belum berkeluarga.
Ada beberapa penyebab dari diskusi kami kenapa
para remaja terlibat dalam sex pra nikah tersebut. Diantaranya yakni sebagai
berikut :
1.
Pemahaman Agama yang kurang
Islam telah mengatur mana yang
baik dan mana yang buruk, mana yang haram dan mana yang halal, mana yang dosa
dan mana yang berpahala. Islam pun
mengatur supaya seorang muslim yang baligh diharuskan untuk mengerjakan sesuatu
yang bernilai kebaikan, yang halal dan yang bernilai pahala. Dan sebaliknya
menjauhi apa-apa yang di bernilai keburukan, yang haram dan bernilai dosa. Maka semuanya itu harus diketahui dan
dipahami terlebih dahulu oleh seorang muslim yang baligh, sehingga dia bisa
memilih dan menetapkan keputusan yang dianjurkan oleh islam dan menjauhi yang
dilarang islam.
Pengetahuan islam mengenai
hal-hal tersebut harus dimiliki oleh seorang remaja, sehingga mereka tahu yang
kemudian paham dan melaksanakan di kehidupannya sehari-hari. Lantas bagaimana
kondisi remaja hari ini? Mungkin mereka sangat jauh dari pengetahuan dan
pemahaman mengenai aturan-aturan islam seperti ini.
Banyak sebab pula sehingga mereka
tidak mendapatkan pengetahuan dan pemahaman Agama ini. Bisa jadi kondisi
keluarganya yang tidak mendukung untuk memberikan pemahaman agama terhadapnya,
sehingga kebanyakan orang tua menyerahkan pemahaman agama kepada gurunya di
sekolah-sekolah. Pelajaran agama di sekolah-sekolah umum mungkin dirasakan
kurang dari sisi intensitas lamanya belajar agama. Ditambah mungkin kurangnya
penekanan oleh guru dalam memberikan pemahaman yang baik kepada sang murid
supaya pemahaman tersebut teraplikasikan di kehidupan sang murid.
Atau memang berasal dari
pribadi-pribadi remajanya yang tidak tertarik dengan pelajaran agama sehingga
terasa malas mengikuti pelajaran agama di sekolahnya. Apalagi mengikuti
kegiatan ekskul keagamaan (rohis), mereka sangat enggan. Padahal di rohis
sekolah ini lah yang bisa dijadikan tempat bergaul yang baik, mereka adalah
kumpulan remaja yang mencoba untuk baik, dari sisi pemahamannya ataupun
aplikasinya di kehidupan remaja. Ini dikarenakan mungkin sebagian remaja telah
terpengaruh oleh teman-temannya yang tidak baik.
Wajar lah sex bebas atau sex pra
nikah itu terjadi pada remaja, penyebab pertamanya dikarenakan para remaja
kurang pemahaman agamanya. Sehingga mereka melakukan apa saja yang menurut
mereka mengandung sebuah kebahagiaan, kesenangan ataupun kenikmatan yang
padahal itu semua dilarang oleh agamanya. Seandainya mereka paham bahwa sex
bebas itu haram tidak lah mungkin mereka mau melakukan hal tersebut.
2.
Lingkungan pergaulan
Lingkungan pergaulan seorang
remaja juga sangat memberikan pengaruh pada seorang remaja. Seorang remaja
adalah masa-masa labil, yang mudah terpengaruh. Ketika seorang remaja lebih
banyak bergaul dengan remaja-remaja lainnya yang kurang baik maka sudah hampir
bisa dipastikan lama-kelamaan dia akan terpengaruh dengan kelakuan-kelakuan
teman-temannya itu.
Meskipun pengetahuan agamanya
baik yang didapatkan dari keluarganya yang kebetulan bearasal dari keluarga beragama
atau dari lingkungan sekolah yang berlatar belakang agama, akan tetapi jika
pergaulannya lebih banyak dengan anak-anak yang tidak baik, maka sudah bisa
dipastikan dia akan lebih banyak terpengaruh oleh teman-temannya itu.
Pengetahuannya tentang agama lebih dijadikan hanya sebatas pengetahuan saja,
tidak dipahami apalagi diaplikasikan.
Karena memang telah banyak
ditemui di kehidupan remaja, ternyata yang melakukan sex pranikah tidak hanya
dilakukan oleh anak-anak remaja dengan berlatar belakang sekolah umum yang
minim pelajaran agama saja, bahkan sex pranikah juga bisa dilakukan oleh
anak-anak remaja dengan latar belakang sekolah agama yang banyak menerima
pelajaran agamanya.
Lingkungan pergaulan yang tidak
baik akan mempengaruhi hal-hal berikut kepada seorang remaja, yang berasal dari
pengaruh berikut mereka berani melakukan sex pranikah, diantaranya yakni :
a.
Terpengaruh dari video porno
Lingkungan lah yang mempengaruhi
seorang remaja untuk menonton video porno ini. Apalagi teknologi yang canggih
seperti saat ini. Video porno sangat mudah diakses oleh para remaja. Melalui
internet-internet ataupun melalui gadget mereka yang lebih modern
bisa mendownload atau menyimpan video. Sekali lagi, ini dilakukan oleh seorang
remaja jika dia lebih banyak bergaul dengan remaja lainnya yang suka bertindak
bebas, apalagi hanya sekedar menonton video porno, mereka telah menganggap hal
ini adalah sesuatu yang biasa. Teman-teman yang seperti ini lah yang akhirnya
mempengaruhi seorang remaja untuk ikut-ikutan menikmati tontonan tersebut.
Sehingga yang terjadi berikutnya
adalah keinginan untuk merasakan juga apa yang telah dia tonton itu. Inilah
reaksi yang ditimbulkan setelahnya. Dari mata akan mengalir ke otak, kemudian
dari otak akan timbul hasrat keinginan untuk merasakan dari apa yang telah ia
lihat.
b.
Rasa ingin tahu tentang sex
Keterlibatan seorang remaja
dengan lingkungan yang lebih banyak membicarakan tentang perbuatan-perbuatan
yang tidak baik, maka dengan sendirinya ia akan terpengaruh. Lingkungan
pergaulannya yang lebih sering membicarakan tentang sex, tontonan-tontonan
tentang sex, bacaan-bacaan pornografi atau melalui cerita teman-temannya yang
telah biasa melakukan sex pra nikah. Dengan itu semua rasa ingin tahu itupun
timbul yang akhirnya akan menimbulkan sebuah keinginan lebih jauh lagi,
sehingga akhirnya dia juga bisa merasakannya. Ia tidak lagi hanya sekedar ingin
tau dari sebuah perbincangan, tontonan, bacaaan, ataupun ceritanya saja, akan
tetapi timbul perasaan dalam hati ingin benar-benar melakukannya. Ini lah yang
terjadi ketika ia salah gaul. Lama-kelamaan ia akan terpengaruh dengan
sendirinya meskipun teman-temannya tidak dengan intensif mengajaknya untuk
melakukan hal tersebut.
c.
Pacaran
Pacaran adalah sebuah langkah
untuk mendekati sebuah perzinahan atau sex pranikah. Sebagian besar sex
pranikah yang dilakukan oleh para remaja pasti didahului dengan pacaran. Ini
sebabnya mengapa pacaran itu dilarang.
Apa yang dilakukan oleh sepasang
kekasih yang belum menikah ketika mereka berduaan, ketika mereka inginnya di
tempat-tempat yang hanya ada mereka berdua saja? Pacaran menuju zina. Seseorang
yang pacaran pasti inginnya selalu berdua, kemudian setelah berdua ada
keinginan ingin menyentuh (memegang) tangan atau anggota tubuh yang lainnya,
ingin menciumnya dan pada akhirnya ingin melakukan perbuatan dosa besar yakni
Zina. Ini lah yang dilakukan oleh sepasang kekasih belum halal, kemaksiatannya
semakin hari ingin semakin bertambah sehingga sampai kepada puncak kemaksiata
terbesar berupa zina. Karena sesungguhnya mereka tidak sedang berdua saja
ketika mereka merasa sedang berdua, ada syetan yang selalu menggodanya untuk
melakukan kemaksiatan yang lebih tinggi lagi.
Pacaran, adalah budaya para
remaja sekarang. Budaya yang sebenarnya mendekatkan mereka pada perbuatan
nista. Melalui pacaran seseorang yang telah terpengaruh sebelumnya oleh video-video
porno, bacaan-bacaan pornografi, cerita-cerita teman, juga ingin melakukannya
dengan pacarnya tersebut. Seseorang yang tadinya ingin tahu dan merasakan dari apa
yang telah ia lihat, baca, dengar tentang sex ia lampiaskan kepada pacarnya. Atas
nama pembuktian cinta atau apalah maka mereka pun melakukan perbuatan nista
zina itu.
Maka, dari pacaran itu tidak ada
yang dicari bagi seorang laki-laki yang ingin berpacaran kecuali melakukan hubungan
badan dengan pacarnya karena pengaruh-pengaruh lingkungan teman di atas. Maka,
setelah terjadi itu semua lantas siapa yang lebih banyak dirugikan? Wanitalah
yang lebih banyak dirugikan. Keperawanannya hilang di lelaki yang belum tentu
mau bertanggung jawab, belum lagi ketika hamil, malu emang malu karena ia akan
terlihat oleh keluarga, tetangga dan lingkungannya, mau aborsi sakitnya
ditanggung perempuan belum lagi dosa membunuhnya, dan perasaan berdosa yang
akan selalu ada di benaknya. Oleh karena itu jauhilah Pacaran.
Jadi, lingkungan sangat berpengaruh sekali pada seorang
remaja untuk melakukan sex bebas. Mempengaruhi seorang remaja untuk mengetahui
apa itu sex, terus kemudian menontonnya, membacanya, menceritakannya, kemudian
pacaran untuk menuju sex bebas.
Ketika engkau tidak ingin seperti itu melakukan seks
pranikah (Zina), melakukan apa yang dilarang agama, maka penuhilah pemahamanmu
tentang agama kemudian pilihlah teman-temanmu dari kalangan yang baik-baik. Bergabunglah
bersama teman-teman yang bisa mempengaruhimu untuk melakukan sebuah kebaikan,
yang akan menghasilakan nilai-nilai kebaikan, dan pahala.
Wallahu a’lam
Jambi 20 juni 2013
terbit di >> http://www.islamedia.web.id/2013/06/seks-bebas-sebagai-sebuah-problematika.html
terbit di >> http://www.islamedia.web.id/2013/06/seks-bebas-sebagai-sebuah-problematika.html

Tulisan ini merupakan hasil dari diskusi penulis bersama beberapa siswa-siswi salah satu SMA di kota jambi dalam sebuah acara mentoring. Kita sedang mendiskusikan masalah problematika remaja yang terjadi di lingkungan kita. Salah satu diskusi tentang permasalahan remaja yakni masalah Sex Bebas atau Sex Pranikah. Ini adalah masalah remaja yang sangat memprihatinkan dan banyak terjadi di lingkungan remaja hari ini.
BalasHapus