Minggu, 23 Juni 2013

Ketika kita tidak bisa berdakwah seperti saudara kita yang lain.

Oleh : Yudhi Prasetyo

Dakwah itu kewajiban seorang muslim terhadap seluruh umat manusia.  Dakwah telah memiliki banyak keutamaan bagi setiap muslim yang mau melakukannya. Dengan semangat memperbaiki kondisi umat manusia maka ia akan tergerak melakukan dakwah terhadap lingkungannya. Dakwah telah menggerakan rasulullah yang dibebankan kepadanya seorang diri pada waktu islam ini diturunkan. Rasul pun shock ketika awal menerima perintah dakwah ini, karena beliau tau ini bukanlah pekerjaan yang ringan. Akan tetapi dengan semangat perbaikan kondisi umat maka beliau pun melaksanakan kerja-kerja dakwah itu, meskipun banyak hambatan yang akan dia hadapi. Sehingga tersebarlah islam ke seluruh penjuru dunia sampai pada saat ini.

Tidak bisa dibayangkan jika Rasulullah tetap berselimut pada waktu itu, tidak mau melakukan kerja dakwah ini.

Dakwah bukanlah pekerjaan yang mudah bagi sebagian muslim dan juga bukan sebuah pekerjaan yang menyulitkan bagi sebagian muslim yang lainnya. Begitu pula dengan yang mau melakukan dakwah itu sendiri, banyak sekali cara yang bisa dilakukan. Semuanya memiliki tantangan dan hambatannya masing-masing.

Di saat kita tidak mampu berdakwah dengan mendatangi satu per satu rumah. Mengajak mereka untuk meramaikan masjid-masjid di kampungnya. Mendatangi orang-orang yang sedang melakukan pekerjaan maksiat terus kemudian mengajak mereka untuk meninggalkan perbuatan maksiat itu dan kemudian menggantinya dengan ibadah kepada Allah. Tidak jarang bagi mereka mendapatkan respon yang menyakitkan dari orang yang telah mereka datangi itu. Cemoohan, makian atau kata-kata kasar sering mereka dapatkan. Akan tetapi mereka tetap sabar dan tidak pernah berputus asa untk tetap melakukan dakwah yang seperti itu di daerah/kampung-kampung yang lain.

Di saat kita tidak bisa melakukan dakwah dengan cara yang seperti itu, ternyata ada saudara-saudara kita yang tetap konsisten melakukannya. Mereka yang konsisten untuk mengajak kepada kebaikan-kebaikan.

Di saat kita tidak mampu berdakwah dengan nahi munkar secara frontal, melakukan penentangan-penentangan terhadap kemaksiatan yang sedang terjadi di suatu tempat. Mereka berani  melakukan penghentian perbuatan-perbuatan maksiat, atau tempat-tempat maksiat dengan tangan-tangan mereka. Melakukan sweeping, pembubaran tempat-tempat maksiat ketika pihak pemerintah tidak bisa melakukannya. Yang sebelumnya mereka sudah mengajukan permohonan kepada pihak yang  berwajib menghentikan tempat-tempat maksiat itu. Akan tetapi tidak adanya respon secara cepat maka dengan keberanian mereka lah yang turun tangan, tidak takut bentrok ataupun adu fisik. Mereka yang frontal terhadap kemaksiatan-kemaksiatan yang merajalela.

Di saat kita tidak bisa melakukan dakwah dengan cara yang seperti itu, ternyata ada saudara-saudara kita yang tetap konsisten melakukannya. Mereka yang konsisten untuk melakukan pencegahan perbuatan-perbuatan maksiat.

Di saat kita tidak mampu berdakwah dengan memegang teguh kepada sunnah-sunnah nabi. Memurnikan ibadah secara benar-benar bahwa yang harus dikerjakan umat muslim sampai kapanpun adalah ia yang benar-benar berasal dari perintah Allah dan yang dicontohkan oleh Rasul-Nya. Merekalah yang menjaga agar masalah ibadah, akidah tidak ada penambahan-penambahan (bid’ah) dari umat saat ini. Mereka dengan konsisten melakukan kajian-kajian ini kemudian dilaksanakannya dan didakwahkannya kepada masyarakat. Sehingga ke depan masyarakat muslim benar-benar melakukan ibadah sesuai dengan apa yang diperintahkan dan yang dicontohkan oleh Rasul-Nya saja, tidak ada penambahan-penambahan lagi.

Di saat kita tidak bisa melakukan dakwah dengan cara yang seperti itu, ternyata ada saudara-saudara kita yang tetap konsisten melakukannya. Sehingga kemurnian ajaran islam akan senantiasa terjaga sampai akhir zaman kelak. Mereka pun bisa dijadikan referensi tentang kemurnian ajaran islam.

Di saat kita tidak bisa berdakwah dengan fokus pada pendirian kekhilafahan, yang senantiasa menyerukan khilafah itu tegak kembali. Karena dengan sistem khilafahlah semua tatanan masyarakat akan lebih mudah diatur dan memberikan kebaikan bagi seluruh umat manusia. Mereka lah yang senantiasa mengingatkan kepada kita semua pentingnya penegakan kembali Khilafah dan syariat dalam sebuah sistem kenegaraan. Sehingga dengan begitu mereka telah membuat sebuah konsep tatanan kekhilafahan dengan merujuk kepada apa yang telah rasulullah contohkan dulu ketika beliau mendirikan dan mengatur negaranya.

Di saat kita tidak bisa melakukan dakwah dengan cara yang seperti itu, ternyata ada saudara-saudara kita yang tetap konsisten melakukannya. Sehingga dengan begitu, kita akan selalu diingatkan akan pentingnya pendirian sebuah kekhilafaahan dan penerapan syariat islam.

Di saat kita tidak bisa berdakwah melalui jalan politik, masuk dalam parlemen sistem demokrasi yang dengan sistem tersebut negera kita di atur saat ini. Yang mungkin kita tidak mau ambil risiko karena takut terwarnai dengan sistem yang diambil bukan dari islam. Ada mereka yang memberanikan diri untuk masuk dalam ranah demokrasi itu, mencoba melakukan dakwah di sana. Mereka jadikan demokrasi hanya sebatas alat. Melakukan perbaikan-perbaikan di dalamnya, terhadap keputusan-keputusan yang akan dibuatnya. Dengan adanya mereka di pemerintahan dan parlemen mereka bisa membuat/mengusulkan aturan  yang tidak semena-mena atau yang merugikan gerakan dakwah atau aktifis dakwah dari harakah islam lainnya. Seandainya tidak ada aktifis dakwah yang menyerukan nilai-nilai dakwah di sana mungkin bisa saja orang-orang sekuler, liberal yang lebih menguasai parlemen dan pemerintahan. Sehingga orang-orang tersebut membuat aturan-aturan yang akan membungkam atau menghilangkan aktifitas dakwah di negeri ini.

Di saat kita tidak bisa melakukan dakwah dengan cara yang seperti itu, ternyata ada saudara-saudara kita yang tetap konsisten melakukannya. Sehingga kita sedikit terbantu dengan kebijakan-kebijakan yang mereka usulkan/buat, yang membuat kita bebas melakukan aktifitas dakwah.

Inilah indahnya kebersamaan. Lihat sisi positifnya yang lebih akan menyatukan kita umat muslim, dibandingkan melihat sisi perbedaannya yang malah akan memecah belah umat muslim. Dengan perbedaan pandangan ini akan  makin memperkuat barisan dakwah ini. Ada yang menguatkan di satu bagian dan ada yang menguatkan di bagian yang lain. Dengan begitu semuanya bisa tetap terjaga sampai islam ini kembali berjaya, bisa saling menguatkan sampai islam kembali berjaya.


Jambi, 24 Juni 2013 

1 komentar:

  1. Dakwah itu kewajiban seorang muslim terhadap seluruh umat manusia. Dakwah telah memiliki banyak keutamaan bagi setiap muslim yang mau melakukannya. Dengan semangat memperbaiki kondisi umat manusia maka ia akan tergerak melakukan dakwah terhadap lingkungannya.

    BalasHapus