Oleh : Yudhi Prasetyo
Dakwah itu kewajiban seorang muslim terhadap seluruh umat manusia. Dakwah telah memiliki banyak keutamaan bagi
setiap muslim yang mau melakukannya. Dengan semangat memperbaiki kondisi umat
manusia maka ia akan tergerak melakukan dakwah terhadap lingkungannya. Dakwah
telah menggerakan rasulullah yang dibebankan kepadanya seorang diri pada waktu
islam ini diturunkan. Rasul pun shock ketika awal menerima perintah dakwah ini,
karena beliau tau ini bukanlah pekerjaan yang ringan. Akan tetapi dengan
semangat perbaikan kondisi umat maka beliau pun melaksanakan kerja-kerja dakwah
itu, meskipun banyak hambatan yang akan dia hadapi. Sehingga tersebarlah islam
ke seluruh penjuru dunia sampai pada saat ini.
Tidak bisa dibayangkan jika Rasulullah tetap berselimut pada waktu
itu, tidak mau melakukan kerja dakwah ini.
Dakwah bukanlah pekerjaan yang mudah bagi sebagian muslim dan juga
bukan sebuah pekerjaan yang menyulitkan bagi sebagian muslim yang lainnya. Begitu
pula dengan yang mau melakukan dakwah itu sendiri, banyak sekali cara yang bisa
dilakukan. Semuanya memiliki tantangan dan hambatannya masing-masing.
Di saat kita tidak mampu berdakwah dengan mendatangi satu per satu
rumah. Mengajak mereka untuk meramaikan masjid-masjid di kampungnya. Mendatangi
orang-orang yang sedang melakukan pekerjaan maksiat terus kemudian mengajak
mereka untuk meninggalkan perbuatan maksiat itu dan kemudian menggantinya
dengan ibadah kepada Allah. Tidak jarang bagi mereka mendapatkan respon yang
menyakitkan dari orang yang telah mereka datangi itu. Cemoohan, makian atau
kata-kata kasar sering mereka dapatkan. Akan tetapi mereka tetap sabar dan
tidak pernah berputus asa untk tetap melakukan dakwah yang seperti itu di
daerah/kampung-kampung yang lain.
Di saat kita tidak bisa melakukan dakwah dengan cara yang seperti itu,
ternyata ada saudara-saudara kita yang tetap konsisten melakukannya. Mereka
yang konsisten untuk mengajak kepada kebaikan-kebaikan.
Di saat kita tidak mampu berdakwah dengan nahi munkar secara frontal,
melakukan penentangan-penentangan terhadap kemaksiatan yang sedang terjadi di
suatu tempat. Mereka berani melakukan
penghentian perbuatan-perbuatan maksiat, atau tempat-tempat maksiat dengan
tangan-tangan mereka. Melakukan sweeping, pembubaran tempat-tempat maksiat
ketika pihak pemerintah tidak bisa melakukannya. Yang sebelumnya mereka sudah
mengajukan permohonan kepada pihak yang
berwajib menghentikan tempat-tempat maksiat itu. Akan tetapi tidak adanya
respon secara cepat maka dengan keberanian mereka lah yang turun tangan, tidak
takut bentrok ataupun adu fisik. Mereka yang frontal terhadap
kemaksiatan-kemaksiatan yang merajalela.
Di saat kita tidak bisa melakukan dakwah dengan cara yang seperti itu,
ternyata ada saudara-saudara kita yang tetap konsisten melakukannya. Mereka
yang konsisten untuk melakukan pencegahan perbuatan-perbuatan maksiat.
Di saat kita tidak mampu berdakwah dengan memegang teguh kepada
sunnah-sunnah nabi. Memurnikan ibadah secara benar-benar bahwa yang harus
dikerjakan umat muslim sampai kapanpun adalah ia yang benar-benar berasal dari
perintah Allah dan yang dicontohkan oleh Rasul-Nya. Merekalah yang menjaga agar
masalah ibadah, akidah tidak ada penambahan-penambahan (bid’ah) dari umat saat
ini. Mereka dengan konsisten melakukan kajian-kajian ini kemudian
dilaksanakannya dan didakwahkannya kepada masyarakat. Sehingga ke depan
masyarakat muslim benar-benar melakukan ibadah sesuai dengan apa yang
diperintahkan dan yang dicontohkan oleh Rasul-Nya saja, tidak ada
penambahan-penambahan lagi.
Di saat kita tidak bisa melakukan dakwah dengan cara yang seperti itu,
ternyata ada saudara-saudara kita yang tetap konsisten melakukannya. Sehingga
kemurnian ajaran islam akan senantiasa terjaga sampai akhir zaman kelak. Mereka
pun bisa dijadikan referensi tentang kemurnian ajaran islam.
Di saat kita tidak bisa berdakwah dengan fokus pada pendirian
kekhilafahan, yang senantiasa menyerukan khilafah itu tegak kembali. Karena
dengan sistem khilafahlah semua tatanan masyarakat akan lebih mudah diatur dan
memberikan kebaikan bagi seluruh umat manusia. Mereka lah yang senantiasa
mengingatkan kepada kita semua pentingnya penegakan kembali Khilafah dan
syariat dalam sebuah sistem kenegaraan. Sehingga dengan begitu mereka telah
membuat sebuah konsep tatanan kekhilafahan dengan merujuk kepada apa yang telah
rasulullah contohkan dulu ketika beliau mendirikan dan mengatur negaranya.
Di saat kita tidak bisa melakukan dakwah dengan cara yang seperti itu,
ternyata ada saudara-saudara kita yang tetap konsisten melakukannya. Sehingga
dengan begitu, kita akan selalu diingatkan akan pentingnya pendirian sebuah
kekhilafaahan dan penerapan syariat islam.
Di saat kita tidak bisa berdakwah melalui jalan politik, masuk dalam
parlemen sistem demokrasi yang dengan sistem tersebut negera kita di atur saat
ini. Yang mungkin kita tidak mau ambil risiko karena takut terwarnai dengan
sistem yang diambil bukan dari islam. Ada mereka yang memberanikan diri untuk
masuk dalam ranah demokrasi itu, mencoba melakukan dakwah di sana. Mereka
jadikan demokrasi hanya sebatas alat. Melakukan perbaikan-perbaikan di
dalamnya, terhadap keputusan-keputusan yang akan dibuatnya. Dengan adanya
mereka di pemerintahan dan parlemen mereka bisa membuat/mengusulkan aturan yang tidak semena-mena atau yang merugikan gerakan
dakwah atau aktifis dakwah dari harakah islam lainnya. Seandainya tidak ada
aktifis dakwah yang menyerukan nilai-nilai dakwah di sana mungkin bisa saja orang-orang
sekuler, liberal yang lebih menguasai parlemen dan pemerintahan. Sehingga
orang-orang tersebut membuat aturan-aturan yang akan membungkam atau
menghilangkan aktifitas dakwah di negeri ini.
Di saat kita tidak bisa melakukan dakwah dengan cara yang seperti itu,
ternyata ada saudara-saudara kita yang tetap konsisten melakukannya. Sehingga
kita sedikit terbantu dengan kebijakan-kebijakan yang mereka usulkan/buat, yang
membuat kita bebas melakukan aktifitas dakwah.
Inilah indahnya kebersamaan. Lihat sisi positifnya yang lebih akan
menyatukan kita umat muslim, dibandingkan melihat sisi perbedaannya yang malah
akan memecah belah umat muslim. Dengan perbedaan pandangan ini akan makin memperkuat barisan dakwah ini. Ada yang
menguatkan di satu bagian dan ada yang menguatkan di bagian yang lain. Dengan begitu
semuanya bisa tetap terjaga sampai islam ini kembali berjaya, bisa saling
menguatkan sampai islam kembali berjaya.
Jambi, 24 Juni 2013

Dakwah itu kewajiban seorang muslim terhadap seluruh umat manusia. Dakwah telah memiliki banyak keutamaan bagi setiap muslim yang mau melakukannya. Dengan semangat memperbaiki kondisi umat manusia maka ia akan tergerak melakukan dakwah terhadap lingkungannya.
BalasHapus