Kamis, 18 Oktober 2012

KAMMI dan Kejayaan ISLAM

“KAMMI DAN KEJAYAAN ISLAM” (Sebuah Refleksi Pasca DM III KAMMI SUMBAGSEL - Jambi, 23-28 Nopember 2010) Oleh Yudhi Prasetyo KAMMI JAMBI. Jambi, 27 Nopember 2010

Kemenangan islam adalah sebuah keniscayaan yang pasti akan terwujud, karena Allah pun telah menjanjikan dalam Al-Quran surah An-Nuur : 55, yang berbunyi “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhoi. Dan Dia benar-benar mengubah(keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatupun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik”.

Bahwa kemenangan islam akan diberikan kepada orang-orang beriman, orang-orang beriman ini adalah umat islam itu sendiri bukan orang-orang kafir atau orang-orang fasik. Sebuah konsep strategi untuk merebut kepemimpinan sehingga ketika telah menjadi seorang pemimpin kita dapat menerapkan aturan-aturan sesuai dengan apa yang Allah SWT inginkan kepada kita. Dan membuat aman sentosa terhadap orang-orang yang dipimpinnya.

Akan tetapi kemenangan tersebut tidak diberikan oleh Allah secara langsung tanpa usaha yang kita lakukan untuk mendapatkannya. Jadi kemenangan ini harus diperjuangkan oleh umat islam. Dan kemenangan oleh umat islam tidak didatangkan secara tiba-tiba, dia butuh pengorbanan untuk memperjuangkan kemenangan tersebut. Banyak yang harus dipersiapkan oleh umat islam untuk mencapai kemenangan itu, mempersiapkan syarat-syarat untuk mencapai kemenangan itu dan mempersiapkan fase-fase atau tahapan untuk mencapai sebuah kemenangan.

Syarat-syarat untuk mencapai sebuah kejayaan yakni 1) iman kepada Allah dan Amal Sholeh, 2) realisasi ibadah, 3) perang terhadap kemusyrikan, dan 4) taqwa kepada Allah. Dengan terlebih dahulu kita membangun syarat-syarat tersbut melalui kerja-kerja kita dalam membentuk umat islam agar dapat memenuhi syarat-syarat tersebut. Kemudian menyiapkan fase-fase untuk mencapai kejayaan tersebut juga harus kita ketahui dan kita berusaha untuk mencapai setiap fase-fase tersebut dengan secara maksimal, sehingga fase demi fase dan terjalankan dengan baik, terpenuhi tahap demi tahap, beralih dari tahap yang satu ke tahap yang lain yang lebih tinggi dengan tetap mempertahankan dan memperkuat tahapan sebelumnya, artinya tidak meninggalkan tahap yang sebelumnya. Tahapan tersebut yakni; 1) fase dakwah dan pengenalan islam, 2) fase pemilihan unsure-unsur pengemban dakwah, 3) fase penerapan, 4) fase tamkin, dan 5) Gerakan islam dan perannya dalam mengembalikan kejayaan.

Diakui atau tidak memang dalam memenuhi syarat dan fase-fase untuk mencapai kemenangan tersebut banyak kendala yang dihadapi baik dari sisi internal umat islam itu sendiri ataupun dari sisi eksternal. Contoh dari kendala sisi internal yang dihadapi untuk memenuhi syarat dan fase mencapai kemenangan adalah seperti, pemahaman umat islam yang kurang mengenai janji kemenangan islam, banyaknya terbentuk firqoh-firqoh pergerakan islam. Sedangkan dari sisi eksternal yakni konspirasi dari umat yang tidak menginginkan umat islam bangkit yang telah dilancarkan dengan baik sehingga disadari atau tidak konspirasi tersebut telah merasuk di dalam diri umat islam. Akan tetapi meskipun kendala yang telah kita baca untuk mewujudkan kemenangan islam itu banyak dan berat, kita harus mempunyai keyakinan yang besar bahwa kemenangan islam itu pasti terwujud di suatu hari nanti, dan sekarang merupakan keputusan kita untuk memilih antara kita diam saja dan menanti kemenaangan islam itu tiba atau kita turut mengambil peran dalam mewujudkan kemenanganya islam tersebut.

Kemudian adapun cara untuk memenuhi setiap syarat dan fase untuk mencapai kemenangan tersebut bukan lah dengan menggunakan cara yang asal atau tidak sesuai dengan aturan. Akan tetapi untuk memenuhi setiap syarat dan fase tersebut yakni dengan menggunakan cara-cara yang syar’I, sesuai dengan apa yang telah dituntunkan oleh al-Qur’an dan As-sunnah. Dengan cara-cara yang seperti ini diharapkan dapat meraih kemenangan islam dan bisa menciptakan sebuah ketenteraman ketika islam itu memimpin.

Peran KAMMI sebagai sarana untuk ikut serta dalam mewujudkan kemenangan islam tersebut adalah yang dinanti-nantikan. Peran KAMMI untuk memenuhi syarat-syarat dan fase-fase untuk mencapai kemenangan islam baik secara pribadi ataupun menyebarkan pemikiran-pemikiran tentang kemenangan islam kepada umat islam yang belum memahami tentang kemenangan islam harus diwujudkan oleh umat islam itu sendiri. Peran KAMMI untuk membuat propaganda tentang kemenangan islam kepada seluruh umat islam sehingga timbul dengan sendirinya pada diri umat bahwa kemenangan islam itu pasti dan perlu serta timbul keinginan untuk mewujudkan kemenenangan tersebut. Peran KAMMI dalam mengatasi setiap kendala-kendala yang dihadapi untuk mencapai kemenangan islam. Kendala tersebut berasal dari syarat-syarat ataupun fase-fasenya. KAMMI harus mengambil bagian dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi umat dalam membangun kebangkitan umat melalui pilar-pilarnya untuk mencapai dan menunaikan Janji Allah SWT tentang kemenangan islam.

Membuat formulasi-formulasi dari KAMMI untuk memberikan solusi permasalahan yang sedang dihadapi umat islam harus senantiasa terpikirkan bagi kader-kadernya. Tantangan konspirasi dari pihak musuh, pihak yang tidak menginginkan umat islam bangkit dan merebut kemenangannya harus segera dipahami supaya tidak terlena dengan konspirasi yang telah dibuat oleh pihak musuh tersebut. Mengendalikan konspirasi dan melawan konspirasi tersebut sehingga tidak terberdaya olehnya. Selain hanya disadari oleh diri sendiri kemudian membuat formulasi untuk menyebarkan pemahaman tentang konspirasi itu kepada seluruh umat islam sehingga mereka juga bisa membantu dalam mewujudkan kemenangan isalam dan melawan atau membendung konspirasi yang dijalankan pihak musuh.

Demokrasi adalah salah satu bentuk konspirasi oleh pihak-pihak mush islam, akan tetapi melalui demokrasi inilah kita dapat memanfaatkannya, karena dengannya kita dapat berbuat semau kita, bebas dalam bertindak, berkata dan berekspresi. Demokrasi yang telah ditetapkan sebagai system suatu Negara khususnya Indonesia menjadi peluang tersendiri untuk menjadikan itu sebagai sarana untuk mencapai kemenangan itu sendiri. Inilah system, sehingga ketika ingin memperbaiki system ini atau bahkan akan mengubah system ini maka harus dengan memasuki system tersebut akan tetapi jangan samapi melebur olehnya. Kita tidak menghancurkan demokrasi akan tetapi mengakhiri demokrasi. Artinya adalah kita tidak menentang demokrasi akan tetapi memasukinya terlebih dahulu kemudian sedikit-demi sedikit kita perbaiki dan akhirnya kita akan mengakhiri demokrasi ini dengan menggantinya dengan system yang lebih mengacu kepada Al-qur’an dan sunnah.

Indonesia adalah negara yang menganut demokrasi dengan sebaik-baiknya dalam pelaksanaan sistemnya dibandingkan dengan Negara-negara lain. Peran KAMMI dalam membangun Negara Indonesia ini. Menjadikan Indonesia menjadi stimulant bagi kebangkitan umat di Negara-negara lainnya, maka akan kita bangun Indonesia ini menjadi Negara yang baik yang akan menjalankan sistemnya dangan al-qur’an dan sunnah. Dengan kondisi Indonesia saat ini, masalah-masalah yang dihadapi oelh Indonesia begitu kompleks, terkena ke semua lini/aspek. Baik dari sisi pemerintahannya sendiri, pelaku-pelaku pemerintahannya, rakyatnya semuanya telah mengalami banyak masalah. Birokrasi yang tidak beres sehingga menuntuT untuk melakukan reformasi demokrasi, pelaku-pelaku pemerintahan yang dihinggapi penyakit KKN yang mengakar sehingga menuntut untuk memberantasnya. Disini lah KAMMI harus bisa mengambil peranan dalam melakukan perbaikan terhadap kondisi Negara tersebut.

Kekuatan aqidah yang dimiliki KAMMI akan menjadi pegangan bagi para kadernya dalam bergerak. Nilai-nilai aqidah tersebut tertuang dalam prinsip/ideology Gerakan KAMMI. Adapun prinsip gerakan tersebut yakni ; a). Kemenangan Islam adalah jiwa perjuangan KAMMI, b). Kebathilan adalah musuh abadi KAMMI, c). Solusi Islam adalah tawaran perjuangan KAMMI, d). Perbaikan adalah tradisi perjungan KAMMI, e). Kepemimpinan umat adalah strategi perjuangan KAMMI, dan f).Persaudaraan adalah watak muamalah KAMMI. Ini adalah merupakan penuangan dari yang akidah yang diajarkan oleh islam, hanya saja terjabar dalam sebuah kata-kata yang tersistematis. Prinsip-prinsip tersebut harus benar-benar mengakar dalam hati setiap kader KAMMI sehingga dalam bergerak dia tidak akan lari dari prinsip-prinsip tersebut terutama lagi lari dari kaedah yang bersumber Al-qur’an dan sunnah. Melalui prinsip-prinsip gerakan tersebutlah KAMMI bertindak. Gerakan KAMMI tidak lain dan tidak bukan hanyalah untuk kemenangan islam, agar islam ini menguasai seluruh pelosok tanah air ini, agar islam di jadikan undang-undang dalam mengatur kehidupan manusia yang ada di atas kuasanya.

Dan atas dasar prinsip tersebut lah, KAMMI turut ambil bagian dalam mengatasi permasalahan yang terjadi di Negara ini, mencoba memberikan tawaran-tawaran solusi konkret untuk memperbaiki permasalahan yang tengah terjadi. KAMMI akan selalu respect terhadap kebatilan-kebatilan yang terjadi di negeri ini, menjalankan fungsi social control terhadap pemerintahan. Kemudian membentuk kader-kader berkarakter pemimpin sehingga pasca kampus dia bisa diletakan di segala lini untuk melakukan perubahan perbaikan disana. Kader-kader KAMMI disiapkan untuk mengisi ruang-ruang eksekutif,legislative, yudikatif, ataupun swasta. Sehingga di sana dia bisa menjalankan misi perbaikan sesuai dengan prinsip-prinsip gerakan KAMMI yang telah mengakar di dalam dirinya. Dengan melakukan itu semua secara optimal maka di harapkan KAMMI telah turut mengambil bagian dalam mencapai kejayaan islam. Mengatasi permasalahan-permasalahan umat, memahami konspirasi yang dibuat oleh musuh islam dan mencoba untuk menghentikannya ataupun melawannya. Turut serta dalam mengatasi permasalahan Negara yang akan menjadi batu loncatan untuk menuju kejayaan islam secara mendunia. Dan turut dalam menjadi stimulus dalam kebangkitan umat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar