Minggu, 21 Oktober 2012

Menyambut Sebuah Seruan


Sanggupkah kita menjawab seruan “Siapakah yang akan menolongku kepada Agama Allah di Kota Jambi ini” dengan jawaban yang sama seperti jawaban kaum hawariyyun ketika ditanya oleh Isa ibn maryam dengan pertanyaan “Siapakah yang akan menolongku kepada agama Allah” yakni dengan tegas hawariyyun nya menjawab “ Kami lah penolong-penolong agama Allah”.

Jadilah penolong agama Allah dimanapun berada ketika kita termasuk orang-orang yang beriman, karena memang Allah hanya menyeru kepada Orang-orang beriman saja untuk menjadi penolong agamanya. “Hai orang-orang yang beriman, jadilah penolong agama Allah” (Q.S Ash-shaf : 14). kesempatan dan peluang yang besar bagi kita untuk menolong agama Allah melalui sarana amanah yang kita miliki saat ini. Menolong agama Allah dari ancaman globalisasi, liberalisasi, kapitalismen, sekularisme yang sedang menyerang kaum muslimin saat ini. Pemuda adalah target dari ancaman tersebut, dengan paham-paham liberalisasi membuat pemuda jauh dari islam, enggan mengenal dan mempelajari islam. Dan siapakah yang memiliki tanggung jawab ini? Salah satunya adalah seorang da’i.

Allah telah menjamin akan menolong orang yang menolong agamanya. Rizki kita tidak akan terhalangi ketika kita yakin akan pertolongan Allah, sebagai mahasiswa skripsi kita tidak akan gagal ketika kita jg disibukkan dalam aktifitas menolong agama Allah. Sehingga jangan sampai kerjaan kita melalaikan kita untuk menolong agama Allah. Jangan sampai kesibukkan kita mengurusi bisnis2 kita menyebabkan kita enggan tuk terlibat dalam menolong agama Allah. Karena Allah telah memberikan peryataan tegas dalam firmannya di Q.S Muhammad : 7  “hai orang-orang yang beriman, tolonglah agama Allah maka allah akan menolongmu...” Jadi harus memiliki keyakinan penuh bahwa ketika Allah yang maha kuasa, yang  maha besar telah memberikan pertolongan kepada kita maka tidak ada seorang makhluk pun yng bisa menghalanginya. Dengan begitu Pastu allah akan mengalirkan rizki kita, memudahkan rizki kita mungkin dari arah yang tidak kita sangka-sangka.

Kemudian kesatuan gerak dalam menjalankan misi besar menolong agama Allah ini pun sangat dipentingkan yakni kesatuan dalam sebuah jamaah yang memiliki satu misi dalam mewujudkan kejayaan islam dan mengembalikan islam sebagai ustadziyatul alam. Dengan adanya jamaah maka keteraturan dalam melewati tahap demi tahap misi dakwah dapat tercapai hingga akhirnya kejayaan islam pun terwujud. Jadi ketika seseorang dikatakan sebagai seorang da’i akan tetapi dia tidak berjamaah maka sesungguhnya dia tidak memiliki visi besar bagi islam ini, dia tidak memiliki visi jauh kedepan bagi kemenangan dakwahnya.

Dengan atau tidaknya kita tergabung dalam barisan dakwah, kita pun yakin dakwah ini akan terus berjalan. Akan tetapi harus menjadi tekad buat kita untuk turut serta dalam mengambil amanah dakwah tersebut karena kita ingin mendapatkan kemuliaan di sisi allah SWT. Hilangkan kalimat tersebut sehingga kita selalu optimis bahwa hanya kitalah yang akan menolong agama Allah ini.

Jika ada 1000 mujahid dakwah di kota jambi ini, maka aku termasuk satu di dalamnya.
Jika ada 100 mujahid dakwah di kota jambi ini, maka aku pun termasuk satu di dalamnya.
Jika ada 50 mujahid dakwah di kota jambi ini, maka aku masih termasuk satu di dalamnya.
Jika ada 20 mujahid dakwah di kota jambi ini, maka aku juga masih termasuk satu di dalamnya.
Jika ada 10 mujahid dakwah di kota jambi ini, maka aku masih termasuk satu di dalamnya.
Jika ada 1 mujahid dakwah di kota jambi ini, maka aku pastikan ia adalah diriku.

Yudhi Prasetyo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar