Jumat, 26 Oktober 2012

Sholeh dan Menyolehkan


Dari sisi ilmu yang bermanfaat.

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu berkata,, Rasulullah SAW telah bersabda : Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang berdoa kepadanya.'' (HR Muslim).


Menjadinya soleh diri kita ini pasti tidak terlepas dari peran orang lain yang memberikan pemahaman kepada kita tentang kesholehan. Sehingga kita pun dekat dengan hidayahnya Allah SWT untk senantiasa menjalankan amalan-amalan sholeh dalam kesahrian kita. Tidak terlepas dari peran orang lain, peran dari temen-temen dekat kita, kakak-kakak kita, senior2 kita atau para da'i secara umum. Dengan adanya pemberian pemahaman yang intens kpd kita maka kita pun akhirnya paham akan pentingnya sebuah kesholehan dan melakukan amalan-amalan sholeh bagi seorang muslim. Akhirnya kita pun berusaha utk menjadi anak yang sholeh secara pribadi. Kemudian kita terpacu untuk melakukan perbaikan diri, banyak yang kita lakukan utk mencapai kesholehan pribadi itu, utk meningkatkan kapasitas kesholehan kita itu. Berbagai sarana kita pergunakan utk menambah pemahaman kita sebagai anak yang sholeh.

Pahala besar akan didapatkan oleh orang yang tlah menjadi sarana kita utk berubah menjadi anak yang sholeh. Yang pahalanya sama dengan pahalanya kita tanpa mengurangi pahala kita.

“Barang siapa mengajak pada petunjuk, ia berhak mendapat pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barang siapa ,mengajak kepada kesesatan, ia berhak memikul dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, dengan tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun” (H.R. Muslim)

Sungguh, benar-benar ilmu yang bermanfaat ketika kita bisa memberikan manfaat kepada orang lain, yang mengajak kepada sebuah kebajikan. Sangat memberikan ganjaran yang besar bagi orang yang memiliki ilmu dan digunakan untuk menyolehkan orang lain. Rugi donk, ketika kita tidak memiliki keinginan untuk bisa menjadi seperti orang yang telah mampu menyolehkan kita. Pahalanya selalu mengalir kepadanya selama kita melakukan amalan sholeh dari yang ia ajarkan kepada kita.

Maka, kita pun harus bertekad supaya bisa seperti orang yang telah menyolehkan kita. Yakni dg cara mencari target siapa yang akan kita sholehkan melalui sarana kita. Ilmu yang kita punya kita sebarkan ke semua orang yang ada di sekitar kita. Sehingga  Ilmu yang baik yang kita miliki itu tidak hanya sekedar untuk diri kita sendiri akan tetapi bisa tersebar utk orang lain pula. Sholehnya bukan sholeh pribadi tapi sholeh sosial. Jangan menjadi sholeh yang tak berdaya guna yang tidak bisa memberikan perbaikkan kepada apa yang terjadi di lingkungan kita. Setidaknya meskipun itu kecil dalam melakukan perbaikkan, tetaplah lakukan itu. Jangan sampai seperti sebuah cerita, Allah melaknat suatu kaum yang telah melakukan banyak kemaksiatan kemudian akan memberikan sebuah azab kepada kaum tersebut. Azab akan  dimulai dari rumah seorang yang sholeh dikarenakan orang tersebut hanya memikirkan kesholehan pribadinya saja tanpa memikirkan apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Mari berangkat dari rasa simpatik dan empatik terhadap kondisi di lingkungan sekitar kita terutama dunia remaja dan pemudanya. Kondisi remaja saat ini sungguh menyedihkan, mereka terpengaruh dengan budaya-budaya yang sangat jauh dari keislaman. Free sex, Narkoba, Miras, hura-hura, durhaka kepada orang tuanya, dan perbuatan-perbuatan jelek lainnya. Mereka sangat jauh sekali dari islam. Maka timbulkanlah keinginan tuk menjadikan mereka semua tersentuh dengan nilai islam dan menjadikannya sholeh melalui sarana ilmu yang kita miliki.

Sehingga ilmu kita pun akan menjadi bermanfaat bagi orang lain. Dan tidak sedikitpun kita dirugikan dengan memberikan ilmu yang kita miliki tersebut karena ia akan menghasilkan. Hasilnya berupa pahala yang akan mengalir kepada kita meskipun kita telah meninggal selama ia menjalankan apa yang telah kita ajarkan kepadanya.

Itulah soleh dan menyolehkan melalui sarana ilmu yang bermanfaat yang seseorang miliki, yang akan senantiasa mengaliri dan dialiri pahala secara terus menerus meski tlah meninggal. Yang akan bisa menolong dan ditolong melalui pahala yang mengalir tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar