Lingkungan adalah
faktor utama yang akan membentuk kepribadian seorang anak. Bagaimanapun baiknya
Orang tuanya, ketika orang tua yang paling bertanggung jawab atas pertumbuhan
anak - anaknya tidak mampu membentuk sebuah lingkungan yang baik utk anaknya,
tidak akan mungkin anak dapat tumbuh menjadi seorang anak yang orang tua
harapkan yakni menjadi anak yang baik. Jika orang tua tidak mampu membentuk
atau mengarahkan anaknya mendapatkan lingkungan yang baik mungkin sang anak akan mencari lingkungan yang menurutnya
baik, dan tidak sedikit anak yang menemukan lingkungan yang baik, terjerumus di
lingkungan yang rusak, yang terlibat pergaulan bebas, narkoba, miras dan
macam-macam lainnya. Jika diibaratkan
dengan sebuah benih yang terbaik, ia tidak akan tumbuh menjadi pohon yang baik
jika lingkungannya tidak mendukung pertumbuhannya, suhu yang pas, pupuk yang
pas dan sebagainya.
Menurut penulis ada
tiga lingkungan yang harus dibentuk menjadi baik, sehingga bisa mendukung masa
pertumbuhan anak untuk menemukan jati dirinya yang baik, Lingkungan tersebut
yakni :
Pertama, Lingkungan
Keluarga.
Pemantauan orang tua
sangat menentukan mengingat keluarga sebagai lingkungan yang pertama bagi
seorang anak. Kasih sayang, perhatian lebih diperlukan bagi sang anak ketika
dia dalam masa menemukan jati dirinya. Harta yg banyak, keinginan anak selalu
terpenuhi, semua serba kecukupan jika tanpa pembentukan lingkungan keluarga yg
baik maka anak bisa saja terpengaruh oleh lingkungan luar. Tidak sedikit anak
yg serba kecukupan dari segi materi pleh orang tuanya akan tetapi dia menjadi
anak yang tidak baik, dikarenakan ia lebih terpengaruh lingkungan luar. Oleh
karena itu, bentuklah lingkungan yang kondusif pada masa pertumbuhan sang anak,
jgn sampai lingkungan luar dirasakan lebih nyaman dibandingkan dengan
lingkungan keluarga sendiri.
Kesibukan orang tua
dengan segala macam pekerjaannya, jangan sampai lupa meluangkan waktu untuk
berinteraksi dengan anak-anaknya. Banyak orang tua yg kuwalahan menghadapi anak
– anaknya sendiri ketika tumbuh dewasa dalam keadaan yang tidak diharapkan.
Penyesalan pun menjadi terlambat, kini ketika mrk telah tumbuh menjadi remaja
yang nyaman dg lingkungan pilihannya sendiri. Sbg org tua pasti mengalami
kesulitan utk mengarahkannya lagi, kini anak telah bisa melawan, tidak mau
diatur karena ia merasa apa yang dilakukannya sudah benar.
Itulah linngkungan awal
pembentuk kepribadian dan jati diri seorang anak, lingkungan paling utama.
Sebagai orang tua harus bisa sebisa mungkin mengkondisikan lingkungan keluarga
ini sehingga orang tua dapat mengarahkan kepada anak untuk memilih lingkungan di
luar keluarga yang baik pula. Keteladanan sangat diperlukan dalam mendidik anak.
Banyak anak yang sulit diarahkan dikarenakan orang tuanya sendiri tidak
memberikan teladan bagi dirinya. Banyak orang tua yang kurang baik pasti
menginginkan anaknya menjadi baik, tidak seperti dirinya. Akan tetapi menjadi
sulit bagi orang tua tersebut memberikan pendidikan yang baik bagi anaknya,
karena sang anak akan melihat orang tuanya terlebih dahulu. Dan akhirnya sang
anak akan lebih suka mencontoh perbuatan – perbuatan orang tuanya, meskipun itu
buruk.
Kedua, Lingkungan
sekolah.
Lingkungan sekolah
merupakan waktu yang cukup lama pada masa-masa pertumbuhan anak bahkan sang
anak menemukan jati dirinya pada saat di lingkungan sekolah ini. Waktu yang
lama tersebut bisa mencapai 12 tahun ketika ia hanya menamatkan di tingkat
sekolah menengah atas atau bisa sampai 16 tahun jika ia lanjut ke perguruan
tinggi. Jadi sebenarnya interaksi antara sekolah dan keluarga sebenarnya lebih
banyak dengan lingkungan sekolah sang anak. Orang tua yang sibuk kerja ketika
pagi hanya bertemu dengan anak nya sampai pukul 06.30 dikarenakan anak mulai
berangkat sekolah, ketika sorenya sang orang tua bertemu lagi kira-kira pukul
17.00 yang mungkin anak-anak masih bermain dan orang tua masih perlu istirahat.
Interaksi dilakukan mungkin ketika selesai sholat maghrib sampai pukul 21.00
setelah itu tidur, hanya kurang lebih 3 jam setiap malamnya bahkan kurang dari
itu. Jadi jika ditambahkan sehari semalam orang tua bisa berinteraksi dengan
anak-anaknya Cuma 3 -4 jam. Sedangkan anak di sekolah lebih banyak interaksinya, maka penting
sekali menemukan sekolahan yang terbaik bagi anak-anak yang dapat mendukung
masa pertumbuhannya dan mendukung apa yang sudah dilakukan di lingkungan
keluarga. Semuanya itu adalah peran orang tua untuk mengarahkan anak-anaknya
berada pada lingkungan sekolah yang baik.
Memilihkan sekolah yang
baik bagi anak merupakan bagian penting dalam mendidik anak sehingga ia bisa
mendukung apa yang sudah dilakukan di lingkungan keluarga. Sekolah yang
memiliki sistem dan guru yang baik pasti mendukung pendidikan yang sudah
diberikan orang tua ketika di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, arahkan anak
untuk bisa bersekolah di sekolah yang memiliki sistem dan guru yang baik.
Ketiga, Lingkungan
Pergaulan Anak.
Sama halnya dengan
lingkungan sekolah, interaksi anak akan lebih banyak dengan teman-temannya.
Lihat saja ketika di sekolah bergaul dengan
teman-temannya, pulang sekolah bermain dengan teman-temannya, sampai benar –
benar ia berada di rumah untuk melakukan aktiftasnya semua di lakukan dengan
teman-temannya. Maka jika orang tua tidak pintar mencari waktu untuk
berinteraksi dengan anak-anaknya maka sang anak akan lebih banyak terpengaruh
dengan teman-temannya diluar, bahkan mungkin rumah hanya akan dijadikan tempat
persinggahannya saja, sebagai untuk tidur, ganti pakaian, makan saja.
Waktu yang banyak
dihabiskan dengan teman-temannya pasti sedikit banyaknya akan mempengaruhi
kepribadian anak. Jika anak kebetulan bisa bergaul dengan teman-temannya yang
baik maka itu akan mempengaruhi anak untuk menjadi baik pula, akan tetapi
sebaliknya jika dia telah bergaul dengan teman-teman yang kurang baik, maka
sudah dipastikan ketidakbaikkan tersebut akan mempengaruhi anak untuk menjadi
tidak baik pula.
Jadi cukup melalui 3
lingkungan tersebut untuk menjadikan anak – anak tumbuh dengan kepribadian yang baik dan
merasakan itulah jati dirinya yg sebenarnya. Mau tidak mau peran orang tua
sangat besarlah dalam mengkondisikan ketiga lingkungan tersebut. Kalo bukan
orang tuanya sendiri yang mengambil peran besar tersebut lantas siapa, tidak
akan mungkin orang lain yang mengambilnya. Bentuk anak-anak dari sedini
mungkin, ketika bersamanya, memilihkan sekolah yg baik teman yang baik pula. Iringi
sang anak dalam melewati tahap demi tahap fase-fase pertumbuhannya. Ingat,
menyesal di kemudian tidak ada gunanya. Disaat anak sudah sangat sulit lagi
diarahkan. Berikan yang terbaik bagi anak, di Keluarga, Sekolah dan
Pergaulannya. Semoga orang tua indonesia bisa membentuk anak – anaknya menjadi ANAK JUARA dengan memberikan yang
terbaik bagi anak – anaknya.
Yudhi Prasetyo
23 Okt 2012
Yudhi Prasetyo
23 Okt 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar