Dari sisi doa anak yang sholeh
Daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu katanya,,
Rasulullah SAW telah bersabda : Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus
kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan
anak soleh yang berdoa kepadanya.'' (HR Muslim).
1. Sholeh
Dari hadits tersebut kita dapat melihat bahwa amalan yang tidak akan terputus ketika anak adam meninggal dunia salah satunya adalah anak yg sholeh yg selalu mendoakan orang tuanya. Menjadi anak sholeh adalah aset bagi orang tua yg akan bisa menyelamatkan mereka melalui doa anak-anaknya. Maka jadilah anak yang sholeh bagi kedua orang tua kita sebagai bentuk terima kasih atas jasa yang begitu besar yang telah diberikan oleh mereka kepada kita. Mereka tidak akan pernah meminta ganti rugi biaya atas perawatan kita dari kecil hingga sekarang ini. Hanya doa dari anak yang sholehlah yang membuat mereka bahagia di dunia dan akhirat.
Berapa banyak anak yang kaya akan tetapi
bagi orang tuanya tidak bisa memberikan kebahagiaan bagi mereka. Berapa banyak
anak yang pintar akan tetapi bagi kedua orang tuanya tidak bisa memberikan
kebahagiaan bagi mereka, malah mungkin anaknya menghina mereka, karena sang
anak menganggap dirinya yang paling pintar, yang paling tahu. Jadi harta yang
berlimpah, ilmu yang tinggi belum tentu bisa membahagiakan kedua orang tuanya
jika ia bukan seorang anak sholeh. Ilmu yang tinggi, harta yang berlimpah
sesungguhnya hanya akan bermanfaat bagi kita sendiri. Lalu apa yang akan kita
berikan utk orang tua kita? Yakni cukup dengan kesholehan kita, jadilah anak
yang sholeh. Anak yg sholeh ketika diberikan harta yang berlimpah ia tetap
hormat kpd orang tuanya dengan menyantuninya, bukan malah merendahkannya. Anak
yang sholeh ketika diberikan ilmu yang banyak ia akan tetap hormat kepada orang
tuanya, bukan menganggap dirinya lebih tahu. Meskipun sang anak tidak kaya akan
tetapi jika ia sholeh pasti orang tuanya tetap bahagia dan bangga karena
memiliki anak yg sholeh. Kebahagiaan bathinlah yang lebih dibutuhkan orang tua
kita saat ini, di saat umurnya yang mulai renta.
Mari para remaja, para pemuda kita
sama-sama berusaha untuk menjadi anak yang sholeh untuk orang tua kita masing-masing.
Meskipun orang tua kita tidak secara langsung mengajarkan kita tentang
kesholehan, kita harus tetap berusaha untuk menjadi anak yang sholeh, karena kita telah paham akan hal itu
dan jika kita ingin membahagiakan orang tua kita.
Dengan menjadi anak yang sholeh saja sudah
sangat membuatnya bahagia, karena bisa menolong mereka. Apalagi ditambah kita
bisa membantu orang tua secara materi yakni dengan harta dan ilmu kita, pasti
akan berlipat kebahagiaanya, lahir dan bathin.
Ya Allah jadikan lah aku dan anak-anak
negeri ini anak yang sholeh yang bisa membahagiakan orang tua kami di dunia dan
akhirat. Aamiin...
2. Menyolehkan.
Kemudian selain kita berkeinginan bisa
membahagiakan orang tua kita. Tentunya kitapun ingin bahagia melalui amalan
yang tidak terputus yakni dengan memiliki anak yg sholeh, anak yg akan
mendoakan kita ketika kita telah meninggal dunia kelak. Karena anak yang
sholehlah yang akan membantu orang tuanya berada pada tempat yang terbaik
melalui do'a-do’a mereka. Maka
bercita-cita memiliki anak yang sholeh pasti dibolehkan donk... J
Sebagai orang tua, solehkanlah anak-anak
melalui pendidikan di keluarga maupun di lingkungan sang anak. Maka mulailah
sejak awal untuk menjadikannya menjadi anak yang sholeh, di saat mereka masih
gampang untuk diarahkan. Berikan pendidikan moral, akhlak, ibadah, iman dan
bekal-bekal kesholehan lainnya di setiap saat setiap waktu, demi terbentuknya
anak yg sholeh. Ciptakan suasana yang kondusif di lingkungan keluarga dalam
pembentukan kepribadian anak yg sholeh. Maka harus ada kerja sama yang baik
antara kedua orang tuanya dalam mendidik anak-anaknya, sampai sang anak menjadi
anak yang sholeh. Untuk menjalin kerja sama yang baik makanya perlu pasangan
yang pas, sehingga kerja sama pun terjalin dengan baik. Maka memilih calon
pasangan hidup pun hrs dicari dengan sangat teliti, ia yang akan bisa kita ajak
kerja sama dalam membentuk anak yg sholeh. Maka butuh waktu utk mencarinya....
*nahhhh lho kok jadi ke situ.
Fokus, itulah fungsi orang tua ketika
menginginkan anak yg sholeh maka harus dimulai dari diri mereka sendiri dahulu.
Dengan memberikan contoh, tidak hanya memberikan pengajaran, pemahaman, arahan
semata. Peran orang tua sangat besar dalam membentuk anak menjadi anak yang
sholeh. Jadi jangan sekedar berharap saja tanpa usaha dari org tua untuk menyolehkan
anak-anaknya. Di mulai dari lingkungan yang paling kecil yakni lingkungan
keluarga. Itu ketika kita berada pada posisi sebagai orang tua yang
menginginkan amalan yang tidak terputus dari doa anak yg sholeh.
Yuuuuk.. kita soleh dan menyolehkan, sehingga
kita bisa menolong dan ditolong, membahagiakan dan dibahagiakan. Menjadi anak
dan sekaligus menjadi orang tua. Yang senantiasa akan mendoakan dan didoakan. Dan
sempurnalah kebahagiaan ketika di akhirat kelak bisa dikumpulkan kembali anak
dan orang tua di tempat yg terindah....Aamiiin...
Yudhi Prasetyo
24 Okt 2012
Yudhi Prasetyo
24 Okt 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar