Rabu, 24 Oktober 2012

Sholeh dan Menyolehkan


Dari sisi doa anak yang sholeh

Daripada Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu katanya,, Rasulullah SAW telah bersabda : Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang berdoa kepadanya.'' (HR Muslim).

1. Sholeh
Dari hadits tersebut kita dapat melihat bahwa amalan yang tidak akan terputus ketika anak adam meninggal dunia salah satunya adalah anak yg sholeh yg selalu mendoakan orang tuanya. Menjadi anak sholeh adalah aset bagi orang tua yg akan bisa menyelamatkan mereka melalui doa anak-anaknya. Maka jadilah anak yang sholeh bagi kedua orang tua kita sebagai bentuk terima kasih atas jasa yang begitu besar yang telah diberikan oleh mereka kepada kita. Mereka tidak akan pernah meminta ganti rugi biaya atas perawatan kita dari kecil hingga sekarang ini. Hanya doa dari anak yang sholehlah yang membuat mereka bahagia di dunia dan akhirat.

Berapa banyak anak yang kaya akan tetapi bagi orang tuanya tidak bisa memberikan kebahagiaan bagi mereka. Berapa banyak anak yang pintar akan tetapi bagi kedua orang tuanya tidak bisa memberikan kebahagiaan bagi mereka, malah mungkin anaknya menghina mereka, karena sang anak menganggap dirinya yang paling pintar, yang paling tahu. Jadi harta yang berlimpah, ilmu yang tinggi belum tentu bisa membahagiakan kedua orang tuanya jika ia bukan seorang anak sholeh. Ilmu yang tinggi, harta yang berlimpah sesungguhnya hanya akan bermanfaat bagi kita sendiri. Lalu apa yang akan kita berikan utk orang tua kita? Yakni cukup dengan kesholehan kita, jadilah anak yang sholeh. Anak yg sholeh ketika diberikan harta yang berlimpah ia tetap hormat kpd orang tuanya dengan menyantuninya, bukan malah merendahkannya. Anak yang sholeh ketika diberikan ilmu yang banyak ia akan tetap hormat kepada orang tuanya, bukan menganggap dirinya lebih tahu. Meskipun sang anak tidak kaya akan tetapi jika ia sholeh pasti orang tuanya tetap bahagia dan bangga karena memiliki anak yg sholeh. Kebahagiaan bathinlah yang lebih dibutuhkan orang tua kita saat ini, di saat umurnya yang mulai renta.

Mari para remaja, para pemuda kita sama-sama berusaha untuk menjadi anak yang sholeh untuk orang tua kita masing-masing. Meskipun orang tua kita tidak secara langsung mengajarkan kita tentang kesholehan, kita harus tetap berusaha untuk menjadi anak yang  sholeh, karena kita telah paham akan hal itu dan jika kita ingin membahagiakan orang tua kita.

Dengan menjadi anak yang sholeh saja sudah sangat membuatnya bahagia, karena bisa menolong mereka. Apalagi ditambah kita bisa membantu orang tua secara materi yakni dengan harta dan ilmu kita, pasti akan berlipat kebahagiaanya, lahir dan bathin.

Ya Allah jadikan lah aku dan anak-anak negeri ini anak yang sholeh yang bisa membahagiakan orang tua kami di dunia dan akhirat. Aamiin...

2. Menyolehkan.
Kemudian selain kita berkeinginan bisa membahagiakan orang tua kita. Tentunya kitapun ingin bahagia melalui amalan yang tidak terputus yakni dengan memiliki anak yg sholeh, anak yg akan mendoakan kita ketika kita telah meninggal dunia kelak. Karena anak yang sholehlah yang akan membantu orang tuanya berada pada tempat yang terbaik melalui do'a-do’a mereka.  Maka bercita-cita memiliki anak yang sholeh pasti dibolehkan donk... J

Sebagai orang tua, solehkanlah anak-anak melalui pendidikan di keluarga maupun di lingkungan sang anak. Maka mulailah sejak awal untuk menjadikannya menjadi anak yang sholeh, di saat mereka masih gampang untuk diarahkan. Berikan pendidikan moral, akhlak, ibadah, iman dan bekal-bekal kesholehan lainnya di setiap saat setiap waktu, demi terbentuknya anak yg sholeh. Ciptakan suasana yang kondusif di lingkungan keluarga dalam pembentukan kepribadian anak yg sholeh. Maka harus ada kerja sama yang baik antara kedua orang tuanya dalam mendidik anak-anaknya, sampai sang anak menjadi anak yang sholeh. Untuk menjalin kerja sama yang baik makanya perlu pasangan yang pas, sehingga kerja sama pun terjalin dengan baik. Maka memilih calon pasangan hidup pun hrs dicari dengan sangat teliti, ia yang akan bisa kita ajak kerja sama dalam membentuk anak yg sholeh. Maka butuh waktu utk mencarinya.... *nahhhh lho kok jadi ke situ.

Fokus, itulah fungsi orang tua ketika menginginkan anak yg sholeh maka harus dimulai dari diri mereka sendiri dahulu. Dengan memberikan contoh, tidak hanya memberikan pengajaran, pemahaman, arahan semata. Peran orang tua sangat besar dalam membentuk anak menjadi anak yang sholeh. Jadi jangan sekedar berharap saja tanpa usaha dari org tua untuk menyolehkan anak-anaknya. Di mulai dari lingkungan yang paling kecil yakni lingkungan keluarga. Itu ketika kita berada pada posisi sebagai orang tua yang menginginkan amalan yang tidak terputus dari doa  anak yg sholeh.

Yuuuuk.. kita soleh dan menyolehkan, sehingga kita bisa menolong dan ditolong, membahagiakan dan dibahagiakan. Menjadi anak dan sekaligus menjadi orang tua. Yang senantiasa akan mendoakan dan didoakan. Dan sempurnalah kebahagiaan ketika di akhirat kelak bisa dikumpulkan kembali anak dan orang tua di tempat yg terindah....Aamiiin... 

Yudhi Prasetyo
24 Okt 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar