Rabu, 24 Oktober 2012

Teman, sebagai Lingkungan Pembentuk Kepribadian Anak



Teman adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pembentukkan kepribadian anak selanjutnya. Interaksi anak juga lebih banyak dengan teman-temannya dibandingkan dengan orang tuanya, apalagi jika kedua orang tuanya sibuk dengan kariernya. Oleh karena itu, arahkan sang anak untuk mencari teman yang baik, teman-teman yang mengarahkan kepada aktifitas-aktifitas yang bermanfaat. Ketika sang anak merasa nyaman dengan teman-temannya yang kurang baik, maka saat itulah sang orang tua harus mulai khawatir. Pasti setiap orang tua tidak meninginkan anak-anaknya bergabung dengan lingkungan pergaulan yang terlibat narkoba, miras, free sex, dan perbuatan-perbuatan lain yang akan merusak masa depan sang anak. Sejak dari awal selalu awasi pergaulan sang anak, jika sudah terindikasi pada pergaulan yang kurang baik maka langsung diberikan pengertian untuk meninggalkan pergaulannya tersebut sebelum sang anak terlibat lebih jauh lagi.

Dan sepertinya, dalam pencarian jati diri seorang anak itu lebih banyak terpengaruh oleh faktor lingkungan pergaulannya. Kita hitung saja, orang tua berinteraksi saat umur anggaplah 6 tahun ke bawah, itu umur saat anak belum mengerti apa-apa tentang arti hidupnya.  Sedangkan umur 6 tahun sampai 17 tahun lebih banyak dihabiskan berinteraksi dengan teman-temannya baik itu di sekolah ataupun di lingkungan setelah pulang sekolah. Umur 6 - 17 Tahun adalah umur di saat anak telah mampu berfikir, dan memilih sendiri mau seperti apa dirinya. Bayangkan ketika pada umur segitu interaksinya dipengaruhi oleh teman-teman yang kurang baik. Jadi, bagaimana supaya selaku orang tua juga mampu mengarahkan anak-anaknya untuk lebih banyak berteman dengan teman-teman yang baik.

Maksimalkan ketika berinteraksi dengan anak-anak meskipun itu tidak terlalu panjang waktunya dalam setiap hari. Interaksi yang dilakukan antara bangun tidur sampai pukul 06.00 atau 06.30 kemudian setelah itu pukul 17.00 sampai maksimal pukul 21.00 sangatlah sedikit jika dibandingkan dengan interaksinya dengan teman-temannya. Tetapi ketika orang tua pintar dalam memanfaatkan waktu yang sedikit itu, maka yang terjadi adalah kualitas interaksinya akan tinggi. Jadi meskipun mereka lebih banyak berinteraksi dengan teman-temannya, ia tetap akan lebih nyaman ketika berinteraksi dengan orang tuanya dan selalu ingin bersama orang tuanya. Ketika kondisi seperti itu, pasti anak-anak lebih mudah untuk diarahkan dan diberikan pemahaman tentang pergaulannya.

Bagi teman-teman yang merupakan bagian dari sang anak tersebut, mari kita bantu orang tua mereka dengan mengajak anak-anaknya berada pada lingkungan yg baik. Menciptakan sarana-sarana yang dapat membantunya supaya terjaga dengan lingkungan pergaulan yang baik. Mengapa kita pun harus turut andil dalam menciptakan lingkungan yang baik bagi anak-anak, karena ini menjadi tanggung jawab kita pula untuk menyelamatkan anak-anak bangsa ini, yang akan mengisi bangsa ini di masa yang akan datang. Karena kita adalah lingkungan pergaulannya. Ketika mereka tidak tergabung pada lingkungan pergaulan yg baik, otomatis mereka akan tergabung pd lingkungan yg buruk. 

Yudhi Prasetyo
24 Okt 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar