Teman
adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pembentukkan kepribadian anak
selanjutnya. Interaksi anak juga lebih banyak dengan teman-temannya
dibandingkan dengan orang tuanya, apalagi jika kedua orang tuanya sibuk dengan
kariernya. Oleh karena itu, arahkan sang anak untuk mencari teman yang baik, teman-teman
yang mengarahkan kepada aktifitas-aktifitas yang bermanfaat. Ketika sang anak
merasa nyaman dengan teman-temannya yang kurang baik, maka saat itulah sang
orang tua harus mulai khawatir. Pasti setiap orang tua tidak meninginkan
anak-anaknya bergabung dengan lingkungan pergaulan yang terlibat narkoba,
miras, free sex, dan perbuatan-perbuatan lain yang akan merusak masa depan sang
anak. Sejak dari awal selalu awasi pergaulan sang anak, jika sudah terindikasi
pada pergaulan yang kurang baik maka langsung diberikan pengertian untuk
meninggalkan pergaulannya tersebut sebelum sang anak terlibat lebih jauh lagi.
Dan
sepertinya, dalam pencarian jati diri seorang anak itu lebih banyak terpengaruh
oleh faktor lingkungan pergaulannya. Kita hitung saja, orang tua berinteraksi
saat umur anggaplah 6 tahun ke bawah, itu umur saat anak belum mengerti apa-apa
tentang arti hidupnya. Sedangkan
umur 6 tahun sampai 17 tahun lebih banyak dihabiskan berinteraksi dengan
teman-temannya baik itu di sekolah ataupun di lingkungan setelah pulang sekolah.
Umur 6 - 17 Tahun adalah umur di saat anak telah mampu berfikir, dan memilih
sendiri mau seperti apa dirinya. Bayangkan ketika pada umur segitu interaksinya
dipengaruhi oleh teman-teman yang kurang baik. Jadi, bagaimana supaya selaku
orang tua juga mampu mengarahkan anak-anaknya untuk lebih banyak berteman dengan
teman-teman yang baik.
Maksimalkan
ketika berinteraksi dengan anak-anak meskipun itu tidak terlalu panjang
waktunya dalam setiap hari. Interaksi yang dilakukan antara bangun tidur sampai
pukul 06.00 atau 06.30 kemudian setelah itu pukul 17.00 sampai maksimal pukul
21.00 sangatlah sedikit jika dibandingkan dengan interaksinya dengan
teman-temannya. Tetapi ketika
orang tua pintar dalam memanfaatkan waktu yang sedikit itu, maka yang terjadi
adalah kualitas interaksinya akan tinggi. Jadi meskipun mereka lebih banyak
berinteraksi dengan teman-temannya, ia tetap akan lebih nyaman ketika berinteraksi
dengan orang tuanya dan selalu ingin bersama orang tuanya. Ketika kondisi
seperti itu, pasti anak-anak lebih mudah untuk diarahkan dan diberikan
pemahaman tentang pergaulannya.
Bagi teman-teman
yang merupakan bagian dari sang anak tersebut, mari kita bantu orang tua mereka
dengan mengajak anak-anaknya berada pada lingkungan yg baik. Menciptakan sarana-sarana
yang dapat membantunya supaya terjaga dengan lingkungan pergaulan yang baik. Mengapa
kita pun harus turut andil dalam menciptakan lingkungan yang baik bagi
anak-anak, karena ini menjadi tanggung jawab kita pula untuk menyelamatkan
anak-anak bangsa ini, yang akan mengisi bangsa ini di masa yang akan datang.
Karena kita adalah lingkungan pergaulannya. Ketika mereka tidak tergabung pada
lingkungan pergaulan yg baik, otomatis mereka akan tergabung pd lingkungan yg
buruk.
24 Okt 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar