Minggu, 21 Oktober 2012

PECUNDANGKAH KITA…? PENGECUTKAH KITA…?


PECUNDANGKAH KITA…?
PENGECUTKAH KITA…?

Wahai orang yang beriman! Apabila kamu bertemu orang-orang kafir yang akan menyerangmu, maka janganlah kamu berbalik membelakangi mereka. Dan barang siapa mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk siasat perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sungguh, orang itu kemabli dengan membawa kemurkaan dari Allah. Tempatnya ialah neraka jahannam, dan seburuk-buruknya temapt kembali
(al-anfal 15-16)

Pemberian amanah bukan tanpa melalui proses pertimbangan yang matang. Sehingga harus segera disadari bahwa saat ini kita lah yang pantas untuk menjadi pengemban amanah tersebut di bandingkan orang lain. Apalagi pemberian amanah kepada seoarang ketua (baik ketua umum maupun ketua bidang) pasti lebih matang lagi pertimbangannya. Dan banggalah karena kita termasuk orang yang dipertimbangkan.

Oleh karena itu ketika amanah ini telah terpikul di pundak-pundak kita, tidak ada kata lagi untuk tidak menjalankannya. Buang perasaan tidak pantas, tidak mampu, ataupun tidak paham.

Banyak yang hanya mengedepankan ego masing-masing sehingga dengan berlindung pada alasan ketidakpantasan, ketidakpahaman, ataupun ketidakmampuan, dia berusaha untuk tidak menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya, tidak menuntaskan amanah tersebut hingga selesai sudah amanah tersebut berakhir. Yakinlah sesungguhnya penetapan amanah kepada kita tersebut bukan hanya pengamanahan dari seseorang kepada kita saja, bisa saja amanah tersebut datangnya dari Allah SWT, hanya saja melalui orang-orang pilihan untuk proses pengamanahanya tersebut. Berarti amanah yang kita pikul ini juga termasuk amanah dari Allah SWT.

Sifat egois memang selalu menyelimuti kita untuk mundur dari amanah yang telah dipercayakan kepada kita. Mengapa kita tidak memikirkan bagaimana kondisi ketua umum kita atau saudara-saudara kita yang lainnya yang pada waktu bersamaan posisinya sama seperti kita, apakah dia tidak memiliki perasaan sama seperti kita, apakah dia tidak ingin cepat tamat, apakah dia tidak ingin membahagiakan orang tuanya. Ataukah kita hanya berpikir untuk diri kita sendiri, sehingga dengan berlindung masih ada yang pantas untuk mengemban amanah ini.

Mengapa kita tidak membuang keminderan pada diri kita ketika ada perasaan tidak pantas, mengapa kita tidak berusaha untuk memahamkan diri kita, dan mengapa kita tidak memaksakan diri kita supaya sanggup menjalankan amanah ini. yaa karena amanah ini telah diputuskan kepada kita. Daripada kita hanya berkutat pada masalah-masalah pribadi kita seperti itu sehingga tetap saja tidak menghasilkan sesuatu, lebih baik kita menjalankan amanah ini dengan semaksimal mungkin yang kita bisa.

Buang sifat egois kita…..
Karena saudara kita pun memiliki keinginan sama seperti kita, keinginan itu bukan hanya kita saja yang punya. Tetapi marilah kita berusaha bersama-sama menuntaskan amanah ini dengan sebaik-baiknya terus kemudian menuntaskan keinginan-keinginan kita secara bersama-sama pula. Apakah kita tega dengan kita mengedepankan ego kita saja, kita biarkan saudara kita itu bekerja menjalankan amanahnya sendiri.

PENGECUT KITA! PECUNDANG KITA !
Hanya menjalankan amanah yang sekecil ini saja kita tidak mampu.
Yang kita inginkan mungkin berada pada posisi-posisi nyaman saja dalam suatu amanah seperti hanya menjadi seorang staf,  karena kalau dipikir-pikir apalagi kita mengedepankan ego kita, menjadi staf itu adalah memang posisi yang paling nyaman. Beban mental dikit, tanggung jawab dikit, beban moral pun dikit….terkadang ada yang berpikiran seperti itu. Tapi ada juga yang tidak sehh….

PECUMA ! acara-acara motivasi telah banyak kita ikuti, kalau kita tetap menjadi pengecut, kalau kita tetap menjadi pecundang dalam menjalankan amanah yang kecil ini, karena hanya mengedepankan ego kita.

Adakah perasaan,… kita tidak ingin mengecewakan orang yang telah memilih kita untuk mengemban amanah ini, atau adakah perasaan kita tidak ingin mengecewakan Allah SWT yang mungkin amanah ini ada campur tangan dari Dia. Tapi kalau kita tetap mengedepankan ego kita yaa udah kita buang buang aja perasaan-perasaan tersebut.

Yakinlah kita pasti bisa, kita pasti sanggup, kita pasti pantas menjalankan amanah yang telah dipikulkan kepada kita…..jadikan amanah ini sebagai salah satu sarana bagi kita untuk meningkatkan kapasitas diri kita. Imam syahid Hasan Al-Banna dalam wajibatul Akh di Risalatu ta’alim mengatakan “ hendaklan kalian bersungguh-sungguh meningkatkan kapasitas diri kalian, hingga tongkat kepemimpinan itu diserahkan pada kalian yang memiliki kualitas”.

Ditinjau dari naluri kemanusiaan.
Y96.Sabtu 25 September 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar